Thursday, October 12, 2017

Smartphone Dengan Dual-Camera? Apa Untungnya?

Perkembangan smartphone masa kini telah sampai pada saat dimana ada dua kamera yang terpasang beriringan. Kamera ini katanya bakal jadi inovasi baru, dimana akan membuat fotografi smartphone selangkah lebih maju.

Tapi, ketika satu kamera sudah bisa digunakan untuk mengambil foto maupun video, banyak orang menjadi penasaran dengan fungsi kamera yang satunya lagi. Ga salah bro, saya pun heran ketika pertama kali mendengar fitur baru tersebut.

Lalu apa keuntungannya dengan menambah kamera tambahan?


Apa sih yang membuat perusahaan terkenal memutuskan untuk menaruh 2 kamera berdekatan, padahal hanya dengan 1 kamera saja kita sudah bisa mengambil foto dengan mudahnya.

Dual Camera Smartphone: Sebuah Ide Kamera Poket Masa Depan

Dual camera pada smartphone masa kini ternyata membuka berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan terhadap kamera pada smartphone. Kemungkinan-kemungkinan itu disebut-sebut dapat mensimulasikan beberapa hasil yang biasanya dicapai dengan kamera DSLR tanpa harus mengubah bentuk smartphone menjadi sebesar kamera DSLR. Nah, dengan ukuran yang kecil dan fitur yang ditawarkan kamera DSLR, tentunya akan menjadi sebuah tawaran yang lebih bagi para pecinta fotografi smartphone.

Tapi kemungkinan apa aja yang bisa terjadi akibat kamera tambahan pada smartphone?

Berikut ulasannya dari berbagai sumber..

Bokeh Effect

Depth of Field effect, atau biasa dikenal dengan blurred background effect yang biasa kita lihat hasilnya pada kamera DSLR sangatlah artistik dan membuat subject foto menjadi pop-out. Efek ini dapat dicapai secara natural dengan ukuran lensa dan aperture lebih besar yang ada pada kamera DSLR itu sendiri.

Namun, pada smartphone dengan satu kamera, hal ini sangatlah tidak mungkin di capai, mengingat lensa yang terlalu kecil serta sensor dan aperture pada kamera smartphone memiliki ukuran yang fixed.

Stereo Bokeh Effect
(sumber gambar: phonearena.com)
Nah, dengan fakta tersebut maka jalan satu-satunya adalah membuat simulasi dengan memanfaatkan citra yang dihasilkan oleh kedua kamera tersebut, yang uniknya disini meniru cara kerja mata kita dalam melihat sebuah objek, beda dengan hasil DSLR yang hanya mengandalkan 1 lensa.


Hasil tangkapan lebih detil dan minim noise

Masalah yang sering dihadapi oleh kamera smartphone pada umumnya adalah kemampuannya dalam menangkap gambar pada kondisi minim cahaya. Hal ini sebenarnya dapat diakali dengan memanfaatkan flash-light terpasang di setiap smartphone saat ini. Apalagi dengan kehadiran Camera API 2 yang diperkenalkan di Android Lolipop, shutter speed dapat disetting manual. Dijamin foto yang dihasilkan tidak akan gerimis.

Namun dengan munculnya konsep dual camera, hal ini akan lebih mudah dicapai..

Low-Light mode yang lebih detail berkat Fusion Imaging
(sumber gambar: image-sensor-world.blogspot.com)
Dengan memanfaatkan lensa tambahan untuk menangkap detil dan lensa satunya untuk menangkap citra dengan warna kemudian digabungkan dan diproses sedemikian rupa akan memungkinkan untuk meminimalisir noise ketika proses tersebut terjadi.

High Dynamic Range yang lebih mudah dicapai

Ketika kita ingin menangkap gambar dengan mode HDR, biasanya smartphone akan mengambil 2 kali gambar yang sama secara berurutan dengan konfigurasi exposure yang berbeda. Hal ini memungkinkan kita untuk menghasilkan gambar yang baik bahkan dalam kondisi pencahayaan atau kontras yang tinggi.

Namun, dalam prakteknya, jika pada saat pengambilan gambar HDR ini tangan kita agak goyang, maka akan menimbulkan blur yang membuat foto kita tidak sesuai harapan.

High Dynamic Range dalam sekali jepret
(sumber gambar: slashgear.com)

Tapi semua akan berubah ketika ada kamera tambahan yang mampu mengambil gambar secara bersamaan dengan kamera utamanya. Mengambil gambar HDR yang sempurna, sekarang bisa dicapai dengan  satu kali jepretan.

Simulasi Optical Zoom

Pada smartphone dengan satu kamera utama, kita tidak bisa mengambil gambar dengan kondisi terzoom tanpa mengurangi kualitas gambar tersebut. Hal ini dikarenakan ketika kita melakukan zoom,  sebenarnya yang terjadi adalah digital zoom (magnification) atau memperbesar gambar yang ditangkap.


Ini berarti, gambar yang dihasilkan akan mengalami pengurangan resolusi yang mana akan membuat gambar menjadi pecah-pecah.

Perbandingan 6x zoom iPhone 7 plus vs Galaxy S7 Edge
(sumber gambar: ubergizmo)

Namun untuk mendapatkan kemampuan optical zoom seperti kamera DSLR, kamera smartphone membutuhkan ruang extra untuk menggerakkan lensa, yang berarti smartphone menjadi extra tebal.

Ketika sebuah vendor menyematkan kamera extra dengan focal length yang berbeda, optical zoom dapat disimulasikan. Hal ini dapat dicapai jika vendor smartphone menyematkan satu lensa telephoto dan lensa wide-angle pada kamera lainnya.

Wide Angle Photography

Ketika vendor memutuskan untuk memasang lensa wide pada kamera tambahan, ini berarti kita bisa bertukar mode foto dari lensa yang lebih sempit ke mode sudut pandang yang lebih lebar semau kita..

Perbedaan Lensa Wide dan Lensa Telephoto yang lebih sempit
(sumber gambar: iphonephotographyschool.com)


Jujur, ini merupakan salah satu yang paling saya tunggu-tunggu, karena saya adalah salah satu orang yang bakal sering memakainya.

Fitur ini sangatlah menarik karena hanya akan bisa dicapai di tingkat hardware alias tidak akan ada yang bisa membuat simulasinya.

Bottomline

Nah, itu dia beberapa kemungkinan yang akan terjadi pada dunia forografi smartphone, dan mungkin akan muncul banyak lagi yang lainnya. Terlepas dari pro kontra fitur yang akan terjadi, saya sih tertarik ingin melihat kedepannya bakal jadi gimana. 

Nah, gimana menurut kalian? 

Kalian bisa share pendapat kalian melalui kolom komentar.

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.