Tuesday, April 13, 2021

Nikmatnya Menggunakan TAB Android Murah Berkualitas Pengganti Laptop Ini!

Tab Android Pengganti Laptop

Tab Android, jika dibandingkan dengan laptop tentu kalah jauh dari segi performa mentah.

Kecuali jika Tab Android kalian ditenagai chip ARM M1 milik Apple yang katanya menyaingi processor intel i7 itu..

Tapi, ternyata ada banyak sisi lho yang dimenangkan oleh Tab Android di dalam kompetisi perangkat penunjang kerja terbaik.

Penasaran ? Mari kita simak!


Pengalaman memakai Tab Android sebagai pengganti laptop

Saya yang dulunya biasa menggunakan laptop standar 15 inchi-an untuk bekerja, sempat dibuat jatuh cinta dengan ringkasnya desain sebuah netbook berukuran 10 inchi.

Adalah Samsung N150, sebuah netbook yang menyertai saya dari awal dibangunnya blog ini.

penampakan netbook paling gagah dikelasnya


Gampang dipakai, compact, kemana-mana tinggal masukin tas slempang

Pas mau ngeblog lagi, tinggal dibuka.

Panas juga tidak begitu terasa ketika  ia melakukan tugasnya. 

Ga berisik juga lah..


Nah, singkat cerita, kesenangan saya menggunakan Netbook Samsung N150 tersebut harus berakhir di tahun 2018. 

Sang legenda harus dimuseumkan 

Bukan karena mesinnya mati, tapi karena layarnya yang sudah tidak berfungsi.

Yah, balik lagi dong pakai laptop segede gaban yang ga muat di tas slempang saya.

Rasanya itu seperti kebebasan yang direnggut, men!

Jadi males lagi deh..


Nah, seperti yang kalian tau, saya merupakan orang suka hal-hal simpel

Dengan adanya TAB S6 Lite yang saya miliki mulai tahun 2020, rasanya kebebasan yang hilang itu kembali saya dapatkan.

Sebetulnya banyak sih ada tab Android besutan Samsung yang lebih murah dan sama-sama memiliki S-Pen, contohnya Galaxy Tab A 2019 with S-Pen.

Tapi saya terlanjur kecantol sama Tab S6 Lite..

Dan sekarang ngeblog dan segala aktifitas digital saya jadi lebih asik dengan TAB desktop jadi-jadian ini

Bahkan jauh lebih asik dari pengalaman yang diberikan netbook terakhir saya.

Tapi lebih asik bagaimana ?

Karena hal-hal berikut gess..


Desktop Tab Android tidak perlu dimatikan, jadi tidak ada proses booting yang membosankan

Sebetulnya salah satu hal yang membuat saya males ngeblog pagi-pagi adalah proses booting laptop.

Enggak tau kenapa ya, males aja gitu..

Bayangkan, untuk sekedar nulis saya harus ngidupin laptop, nunggu booting, login dan ketik password, tunggu desktop environment selesai terload dengan aplikasi-aplikasi yang auto start, baru deh bisa nulis..

Terus kalau lagi buru-buru, proses shutdown atau sleep lumayan makan waktu hingga laptop tersebut benar-benar bisa dimasukkan ke tas.


Pernah suatu hari saya harus buru-buru ke kampus...

Saya matikan dong itu netbook, terus rencananya dimasukkan ke tas

Ya betul, saya lebih memilih shutdown ketimbang sleep dengan menutup lid karena kapok kejadian netbook hidup selama di dalam tas

Nah, lanjut cerita, ketika selesai mandi dan siap-siap segala macem, eh si netbook ini ternyata belum mati juga..

Saya positif dong ya, kali aja dia lagi proses apa gitu.

Saya tunggu lah, sambil ngangetin motor..

Ternyata setelah lima menitan, belum juga mati

Pada akhirnya, hard-shutdown merupakan jalan terbaik bagi kami berdua (dipaksa mati dengan menekan tombol power selama beberapa detik)

Wah, kalau sering-sering begini harddisk bakalan cepet metong dong...


Nah, kehidupan terbalik 180 derajat setelah saya pegang TAB S6 Lite yang simpel, ringkas dan secara umum lebih adem.

Walau lagi nyala pun, ga masalah tuh dimasukin ke tas.

Mau nulis ? tinggal ambil keyboard, lalu teken tombol keyboard sembarang, udah langsung ke tampilan desktop dengan Chrome yang siap dibuka.

Thanks buat fitur face recognition unlock, saya jadi ga perlu ngetik password lagi.

Kalau sedang buru-buru, ya tinggal langsung masukin aja tanpa khawatir perangkat lagi ngeluarin panas lewat kipasnya..

Orang ga ada kipasnya juga.. 

Hahahaha..


Daya yang digunakan TAB lebih rendah, dan daya tahan batre lebih lama

Sungguh gess, tidak ada yang lebih melegakan kalau tau bahwa perangkat yang kita gunakan untuk kerja sehari-hari itu ternyata lebih hemat energi.

Untuk konsumsi daya, Samsung TAB S6 lite milik saya rata-rata memakan sekitar 6.99 Watt dengan maksimum daya 8.79 Watt ketika beban kerja intens.

Penggunaan Daya Tablet Android dibanding Netbook
Tabel perbandingan konsumsi daya antar Tablet
sumber : Notebookcheck.net


Pada iPad 7 2019, daya rata-rata yang digunakan adalah sekitar 11.3 dengan maksimal di 12.5 Watt ketika diberikan beban kerja yang berat.

Nah, sekarang bandingkan dengan netbook Samsung N150 saya tadi yang ternyata idle saja sudah makan 8.3 Watt.

Penggunaan Daya Tablet Android dibanding Netbook
Konsumsi daya Netbook Samsung N150
Sumber : Notebookcheck.net


Kalau diberikan beban kerja yang lebih berat, netbook tersebut bisa makan daya sebesar 15.7 Watt.

Hampir dua kali lipat dari TAB S6 Lite.

Dua kali lipat itu cukup besar bagi penggunaan jangka panjang lho.

Lumayan..

Sekarang bayangkan lagi penggunaan Laptop Notebook yang notabene menggunakan daya lebih besar dari netbook.. 

Wuiihh..

 

Nah, ternyata disamping lebih hemat energi, daya tahan batrenya itu bisa sampai setengah hari lho, walau digunakan untuk aktifitas yang lumayan berat seperti ngegambar intens contohnya.

Ya, setengah hari untuk gambar bagi saya bagus banget, kalau batre habis ya tinggal charge.

Lagian ngegambar setengah hari itu pasti kita udah capek banget.

Tab di charge, kita juga istirahat men..


Tapi kalau cuman blogging ya bisa sehari - dua hari tanpa charge.

Itupun dengan Samsung DEX (mode desktop) yang aktif.

Mode tablet mungkin bakal lebih awet lagi..


Lupa bawa charger? Tenang, yang punya buanyak..

Pernah saya ketinggalan charger laptop ketika buru-buru ngampus (buru-buru mulu ah..)

Alhasil ketika batre drop, kita hanya bisa bengong sambil berpikir adakah temen yang punya charger sejenis..

Paling ujung-ujungnya malah minjem laptop orang..

netbook & charger yang harus selalu bersama..
ps: mahasiswa jaman dulu sering bawa extension cord (colokan) kemana-mana untuk menunjang produktifitas


Kan gengsi lah ya.. apalagi laptop temen itu ternyata isinya aneh-aneh, bikin saya males ngerjain tugas atau bahkan blogging (karena teralihkan)

Dibandingkan ketika sekarang saya pakai TAB, saya malah pede ga bawa charger.

Kan yang pakai HP dengan konektor USB-C banyak jaman sekarang.

Tinggal mengejitkan alis aja gess..


Bisa dibuat lebih ergonomis

Karena TAB yang berdiri sendiri dan bisa dipisah dengan keyboardnya, memungkinkan kita untuk mencari posisi yang lebih nyaman buat leher dan lengan dan tangan.

Untuk posisi tab, kita bisa buat sedikit lebih tinggi sesuai dengan level mata supaya leher tidak nunduk-nunduk

Kemudian untuk keyboard diletakkan di meja yang sejajar dengan perut yang membuat lengan atas dan bawah pada posisi istirahat dengan siku yang menekuk 90 - 100 derajat

ilustrasi posisi ergonomis


Hasilnya badan jarang ada yang sakit, produktifitas pasti meningkat!

Coba kalian lakukan itu pada laptop, posisikan layar lebih tinggi.

Paling keyboard juga ikutan tambah tinggi, lalu tangan kalian cepat pegal.

Ujung-ujungnya ya harus nambah keyboard eksternal pada laptop, yang membunuh portabilitas laptop itu sendiri.


Akses ke Playstore dengan banyak aplikasi dan game yang oke

Saya pikir akan ada banyak orang yang tidak setuju dengan pendapat saya yang satu ini.

Saya pun awalnya berpikir demikian, karena orientasi saya bukanlah gaming, tapi kerjaan.

Program utama yang saya gunakan juga tidak banyak, hanya browser seperti chrome, video editor seperti Rush dan VN, Krita buat gambar digital, dan beberapa aplikasi Office.

Nah, untuk setup saya kalian bisa baca lebih jauh di artikel Setup & Aplikasi TAB S6 Lite yang Dapat Membuat Kamu Lebih Produktif

Tapi ketika kalian bosan kerja, tab ini juga merupakan perangkat rekreasi yang baik dengan berbagai pilihan game dan aplikasi yang dapat membuat mood kalian pulih kembali.

Dengan adanya playstore di perangkat ini, juga akan membuka berbagai kemungkinan kedepannya.

Contohnya saja aplikasi Krita yang sekarang masih di tahap early access.

Seperti yang kalian tau, krita merupakan software digital painting di desktop yang kemampuannya tidak bisa diragukan

Dan sekarang aplikasinya ada di Playstore!

Tidak kebayang lagi beberapa tahun kedepan, mungkin Tab Android bakal support aplikasi yang memiliki fungsi seperti After Effect ? ga ada yang tau..


Friday, April 9, 2021

Inilah 3 Cara Merekam Layar Audio Internal di Android Jaminan Mutu!

Aplikasi Perekam Layar Audio Internal

Dalam beberapa bulan terakhir, sejak hari libur mendadak menjadi banyak, biasanya waktu saya habiskan dengan bermain HP.

Entah nonton channel bermanfaat di Youtube lah, main game PPSSPP, atau sibuk mencari berita-berita yang lagi HOT sekarang ini.

Saya rasa kebanyakan orang juga begitu, apalagi di masa sulit seperti sekarang.

Sampai pada suatu ketika, saat saya iseng nonton video gaming HP di Youtube, dan langsung tercengang!

Nah video yang saya tonton itu merupakan rekaman tangkapan layar yang mana masih belum menggunakan internal audio.

Padalah kontennya lumayan lho..

Sayang sekali, grafik mantap, tapi karena kualitas audionya, malah jadi terkesan burique.

Karena itu, kali ini saya memutuskan untuk berbagi cara yang saya gunakan untuk menangkap layar plus merekam audio internal android.

Yah, balik lagi deh ke hobi ngoprek-ngoprek ga jelas.. hahaha

Kenapa sulit untuk menemukan aplikasi perekam layar audio internal ?

Jika kalian orangnya super kepo seperti saya, pasti penasaran juga kenapa sepertinya sangat sulit untuk menemukan aplikasi ini.

Kenapa semua aplikasi yang kita temukan di play store tidak mampu merekam audio internal 

Faktanya nih ya, sebenarnya yang terjadi bukanlah aplikasinya yang tidak mampu..

Melainkan Google, selaku mamaknya Android, ternyata selama ini sengaja menghilangkan kemampuan aplikasi untuk merekam audio internal.

Ini artinya, tidak ada akses sama sekali yang diberikan untuk aplikasi perekam layar.

Dan saya rasa, alasan dibalik itu semua adalah masalah pelanggaran hak cipta, karena akan membuat semakin mudahnya untuk membajak baik lagu atau video yang kita putar dari Youtube.

hmm.. masuk angin...

Tapi ternyata..


Android 10 mengubah segalanya !

Jeng jeng jeng....

Tak di sangka-sangka, salah satu fitur terbaru dari android 10 adalah akses audio internal.

Lho, kenapa Google tiba-tiba berubah pikiran ??

Sebenarnya fitur ini dibuat semata-mata untuk mendukung fitur live caption dari versi android teranyar tersebut.


Dan kabar baiknya, semua aplikasi perekam di Play Store beramai-ramai memperbaharui aplikasi mereka untuk memanfaatkan akses ini.

Mulai dari ADV, Mobizen, DU, AZ, sebut saja mas..


Aplikasi perekam layar audio internal Android
pilihan internal audio di aplikasi populer

Jadi kalau HP kalian sudah versi Android 10, kalian bisa bebas langsung menggunakan aplikasi perekam yang ada di Play Store tersebut.

Tapi kalau ponsel kalian belum berjiwa Android 10, tenang saja, masih ada jalan lain, yaitu:

  1. Rekam audio internal Android dengan Soundcard
  2. Rekam audio internal Android dengan TRRS Jack male-to-male 3.5mm
  3. Rekam audio internal Android dengan Rooting

Oke, mari kita bahas satu-satu..


1. Merekam audio internal Android dengan Soundcard / Splitter

Nah, dengan cara ini, merekam audio internal Android kalian pasti bisa dilakukan, karena saya sudah coba sendiri.

Soundcard disini bisa apa saja, yang penting kompatible dengan hp kalian.

Kalau saya sih bisa kasih rekomendasi Taffware V8/s yang cuman 120rebuan, tapi dijamin work mas!


Setupnya tidak terlalu rumit, hanya perlu:

  • Sebuah PC atau laptop
  • Driver soundcard
  • Aplikasi edit video (Kinemaster, Premiere,dll)
  • Dan sebuah software perekam audio di PC kalian, seperti Audacity


Nah, untuk bisa merekam layar + audio internal di Android menggunakan peralatan ini, kalian perlu melakukan beberapa step dibawah:

  1. Pastikan driver soundcard sudah terinstall di PC
  2. Hubungkan HP dengan "Acompany Instrument" menggunakan microUSB to jack 3.5 connector (termasuk paket pembelian)
  3. Sementara, hubungkan juga port USB komputer atau Laptop kalian ke port CHARGING dari soundcard ini dengan kabel USB to microUSB yang juga sudah disediakan, sampai dikenali di PC sebagai soundcard.

    Cara merekam audio internal android menggunakan soundcard
    skema sambungan Soundcard
    Note: Abaikan LINE1 dan LINE2, Gunakan "Accompany Instrument"

  4. Kemudian setting input device PC/Laptop kalian ke Taffware V8 ini, bisa melalui control panel di bagian sound PC kalian
  5. Jika sudah, buka software perekam audio, pastikan LINE IN tertuju pada perangkat soundcard, lalu klik Record
  6. Nyalakan juga aplikasi perekam layar di HP Android kalian dan langsung rekam.
  7. Ketika sudah selesai, simpan kedua file rekaman, lalu gabungkan dengan menggunakan aplikasi editor video yang sudah kalian siapkan.

Nah, kelebihan menggunakan alat ini adalah kemampuan memasang input MIC untuk mengisi commentary saat kalian bermain game, jadi kalian bisa merekam basa-basi kalian ketika sedang asik memainkan game di HP Android kalian.

Ditambah lagi, 1 port stereo output yang ada di soundcard yang bisa kalian pasangi headphone supaya kalian bisa mendengan apa yang kalian rekam.

Kalau saya bisa bilang sih, ini jalan terbaik dan paling terlihat professional untuk membuat tipe video gamming commentary.

Belum lagi kemampuannya untuk bisa Live Streaming..

Wuihh, pokoknya mantull..!

Tapi, itu dia, mesti merogoh kocek 120rebuan untuk bisa menikmati cara ini

Nah, untuk kalian yang tidak mau keluar duit segitu, kalian bisa pakai cara lain, yaitu..

2. Menggunakan TRRS Jack Male-to-Male 3.5mm

Sebetulnya cara yang satu ini belum pernah saya coba, tetapi saya dapat rekomendasi ini dari kawan saya di dunia maya.

UPDATE : Cara ini telah saya coba dan terbukti keberhasilannya, bahkan dengan kabel yang saya buat sendiri!

penampakan male-to-male TRRS jack 3.5mm

Untuk dapat merekam audio internal Android dengan cara ini, kalian butuh 

  • Sebuah Jack male-to-male 3.5mm
  • PC atau laptop dengan Realtek Sound Driver
  • Software perekam
  • Software Edit Video

Secara teori, kalian hanya perlu mencolokkan ujung satu ke HP, kemudian ujung lainnya ke jack port di Laptop kalian.

Betul sekali, cara ini memerlukan laptop dengan Combo Jack 3.5 mm, yang sama dengan di HP kalian.

Ciri-cirinya hanya ada  satu port jack, bukan dua seperti model-model laptop lama.

Nah, ketika sudah mencolokkan ke laptop, nanti akan ada popup dari Realtek Audio Driver yang mendeteksi perangkat kalian.

Tinggal pilih gunakan sebagai LINE-IN atau MIC-IN.

Kalau kalian tidak menggunakan Realtek, bisa dicoba setting di Control Panel > System > Sound > Input

Setelah itu tinggal rekam audio yang dihasilkan HP kalian menggunakan software perekam seperti Audacity di Laptop, dan gabungkan hasil jadi dengan hasil tangkapan layar kalian di HP menggunakan video editor kesayangan kalian.

Wah, wah..

Banyak pilihannya ya..

Eits, ada satu lagi yang dijamin work mas...


3. Screen Recorder audio internal dengan akses Root

Memang dengan akses root, kita tidak otomatis bisa melakukan apa saja di HP kita.

Tapi, kita bisa melakukan kebanyakan hal yang tidak bisa dilakukan di HP noob, hahaha..

Termasuk disini mengakses audio internal disemua versi Android yang ada.

Jadi ya, ini adalah solusi untuk semua perangkat.


Baca Juga : Cara Root yang Mudah dan Aman Bagi Pemula

Saya pribadi adalah seorang superuser di HP yang saya miliki, ya bebas aja gitu.

Dan satu aplikasi yang  sangat saya sukai untuk melakukan perekaman dengan audio internal adalah...

ScreenCam yang ada di Play Store.

Aplikasi ini adalah aplikasi bersih mas, tanpa iklan sama sekali.

Hasil rekamannya juga tidak lag, walau di set di kualitas tertinggi, tentu dengan audio internal yang jernih pula.

Salah satu syarat untuk merekam audio internal menggunakan aplikasi ini adalah Magisk Root dan sebuah modul yang bisa diakses di dalam aplikasinya.


Tampilan ScreenCam android
tampilan sumber audio (kiri), dan pilihan instalasi magisk module (kanan)

Setelah semua lengkap, saya jamin kalian bisa merekam layar dengan audio internal di semua perangkat Android, walau belum Android 10 sekalipun

Saya yakin seyakin-yakinnya, karena saya juga merupakan pengguna aplikasi ini.

Walau di HP kentang sekalipun ya (Redmi 4X).

Tapi sayangnya nih ya, sampai saat saya menulis ini, ScreenCam masih belum support merekam audio internal + mic input.

Sehingga masih belum bisa digunakan untuk live recording audio game bersamaan dengan commentary yang kita lakukan.

Nah, aplikasinya bisa kalian dapatkan disini nih..


Get it on Google Play

Tapi sebentar..

Kalau kalian perlu aplikasi yang dapat merekam audio internal + mic input, saya masih ada satu aplikasi lagi.

RecMe Screen Recorder, juga ada di Play Store.

Ini dia aplikasi killer terbaik yang  mampu melibas semua kebutuhan screen recording kalian.

Bisa rekam video overlay, suara internal + mic input, atur performa, beh banyak pokoknya.

Kualitas rekaman dari aplikasi ini juga tidak kalah dengan ScreenCam.


Tampilan RecMe Screen Recorder
fitur dan pilihan input audionya banyak coy

Yang dibutuhkan untuk bisa merekam internal audio + microphone dari aplikasi ini hanyalah sebuah modul dari pengembang yang sama, yang mana juga bisa ditemukan di Play Store.

Jadi ya harus install 2 aplikasi, yakni perekam dan modul audio internal supaya bisa langsung joss.

Nah, kalian bisa dapatkan aplikasi RecMe disini

Get it on Google Play

Untuk plugin nya silahkan ikuti link di bawah (ROOT ONLE)

Get it on Google Play

Aplikasi ini datang bersama dengan iklan-iklannya, jadi agak sedikit mengganggu. 

Tapi tidak apa-apa lah, namanya juga aplikasi gratisan.


Oke, itu dia cara menangkap layar + merekam audio internal yang mungkin akan membantu kalian.

Gausah banyak-banyak mas, yang pasti pasti aja.

Oh iya, bagi kalian  yang terinspirasi dengan menggunakan perangkat tambahan, saya tidak sarankan untuk memotong kabel jack 3.5mm dan menyambung stereo output dengan mic input dengan harapan bisa routing audio HP dan merekamnya langsung ya.

Ini karena faktor spesifikasi, karena port AUX di HP kalian tidak didesain untuk itu.

Ada kabel yang membawa arus DC, sangat tidak disarankan untuk melakukan shorting seperti itu.

Lagipula kualitas mic input di HP itu rendah dan tidak bisa Stereo.

Jadi ya rugi sih menurut saya.

Semoga bermanfaat mas

Sampai Jumpa ! 

 

Header : diana.grytsku

Wednesday, April 7, 2021

Setup Unik Dan 6 Aplikasi Ini Bakal Buat Samsung TAB S6 Lite Milikmu Jadi Lebih Produktif!

Lebih Produktif Dengan Samsung TAB S6 Lite

Jujur, bagi saya Samsung S6 Lite merupakan hal terbaik yang datang di akhir tahun 2020 kemarin.

Segera setelah saya menerimanya dari kasir toko HP, saya tau bahwa perangkat itu adalah perangkat yang spesial

Dan benar saja, TAB ini bukan hanya sekedar TAB Android biasa lho, karena ternyata mampu menggantikan laptop sehari-hari saya sepenuhnya!

Tapi bagaimana mungkin sebuah TAB Android dapat melakukan tugas-tugas laptop?

Mari kita simak sama-sama


Setup Tab S6 Lite 

Tab S6 Lite memiliki ukuran display 10 inch yang terbilang cukup besar untuk menampilkan berbagai item di layarnya.

Ukuran layarnya sendiri ternyata sama dengan layar dari kelas laptop yang paling cupu (netbook) yang pernah saya gunakan.

Bahkan dengan resolusi dua kali lipat lebih tinggi!

Ini artinya, walau hanya 10 inch, TAB S6 Lite dapat kita gunakan sebagai full-desktop dengan kemampuan layar sentuh yang oke.

Yang kita butuhkan hanya tambahan keyboard bluetooth dengan  trackpad, atau mouse.

Kan udah touchscren, kenapa perlu trackpad atau mouse ?

Gini mas, sesuai pengalaman pribadi, ketika mengetik menggunakan bluetooh keyboard, rasanya sudah pas banget.

Mantep lah, seperti pakai laptop pada umumnya.

Nah, ketika kita mau scroll atau klik tombol di tab, baru kita akan merasakan rasa jengkel tiada tara.

Karena kita mesti mengangkat lengan dan menyentuh layar Tab dengan jari atau S-Pen hanya untuk scroll atau memencet tombol.

Perlu tenaga ekstra lagi mas...

Dan rasanya itu tidak nyaman sekali.

Makanya kita perlu mouse atau trackpad..

Ini untuk menjaga supaya ketika kerja, tangan kita tetap di posisi istirahat (di area keyboard)

Biar ga gampang kram ketika marathon ngetik.


Terus usahakan juga supaya layar tab posisinya sesuai dengan kepala kita.

Nah, sebetulnya ini merupakan salah satu kelebihan desktop TAB ini.

Kita bebas meletakkan display tab di posisi yang lebih tinggi

Kalian tau kan, posisi rekomendasi layar monitor adalah ketika tepian atas monitor sejajar atau agak dibawah level mata.

Tujuannya ya supaya kita dapat menjaga postur dan tidak nunduk-nunduk terlalu lama, sementara kita tetap meletakkan keyboard di posisi istirahat tangan


Oke, ketika kita sudah temukan setting yang paling ergonomis, kita lanjut berburu aplikasi untuk produktivitas kita.

Nah, berikut merupakan 6 aplikasi tambahan yang dapat membantu kalian jadi lebih produktif dengan TAB S6 Lite.


6 Aplikasi wajib untuk lebih produktif di TAB S6 Lite

Aplikasi-aplikasi berfaedah yang akan saya bagikan di bawah ini saya pilih bedasarkan pengalaman pribadi saya selama beberapa bulan kerja menggunakan TAB ini.

Kebetulan saya adalah orang yang tertarik di dunia Blogging dan Digital Art.

Aksesoris yang saya gunakan adalah bluetooth keyboard dan case tablet yang bisa juga digunakan sebagai stand

Dari segi Desktop Environment, saya mengaktifkan Samsung DEX untuk pengalaman desktop dengan multi windownya yang ajib..

Kemudian untuk aplikasi bawaan bermanfaat seperti Google Chrome dan lain sebagainnya, saya tidak sertakan disini.

Hanya aplikasi tambahan yang akan saya sebutkan .

Keperluan kalian mungkin beda, tapi saya rasa nanti kalian akan setuju juga 😂😂


#1. Editing Photo dengan Photopea.com

Walaupun bukanlah aplikasi android seperti yang kalian bayangkan, Photopea.com merupakan webapp cross-platfrorm yang berjalan pada browser android kalian

Ini merupakan hal terbaik yang datang dalam dunia Android, karena menurut saya, sampai postingan ini saya tulis, Android belum memiliki aplikasi editor photo proffesional yang cukup bagus

Setidaknya belum bagi saya ya..

Sangat disayangkan memang, tapi disinilah Photopea.com menarik perhatian saya.

Photopea.com ini mungkin tidak berjalan sepenuhnya secara offline, namun koneksi internet ternyata hanya diperlukan ketika membuka aplikasi saja.

Membuat Samsung TAB S6 Lite lebih produktif degan setup dan aplikasi ini
tampilan chrome dengan photopea di multi window desktop


Untuk proses editing foto, semua dilakukan di perangkat kita secara langsung tanpa melalui server photopea.com.

Inilah sebabnya mengapa proses editing jadi sangat cepat seperti halnya kita mengedit foto di laptop menggunakan photoshop.

Nah untuk fiturnya sendiri, photopea.com tidak kalah dengan yang Photoshop

Bisa dibilang aplikasi ini merupakan kloningan dari Photoshop.

Dan jangan khawatir mas, karena menggunakan photopea.com sepenuhnya legit.

Untuk lebih lengkap mengenai photopea.com, kalian bisa cek di artikel Edit foto online gratis dengan photopea.com


#2. Illustrasi dan Digital Art Dengan Krita

Karena TAB S6 Lite ini dilengkapi dengan S-Pen, maka sangat disayangkan jika kita tidak menggunakan fitur dan kemampuan lebih dari perangkat ini.

Sebetulnya saya juga seorang pemula dalam dunia Digital Art ini, kebetulan pingin belajar saja sih..

Cuman ya, ternyata setelah menyelesaikan sebuah gambar, eh ternyata bikin ketagihan.

Nah, Krita merupakan program yang masih dalam tahap beta, dan ada di Play Store melalui early access.

Jika digabungkan dengan bluetooth keyboard, Krita merupakan program digital art yang terbaik yang ada di Android.

Ini karena kita akan dapat pengalaman gambar seperti di desktop

Semua proses gambar akan dipercepat dengan adanya shortcut layaknya program di desktop.

Untuk lebih lengkapnya, kalian follow aja instagram saya ya 😂😂




#3. Bikin Report dan Presentasi di WPS Office

Sebetulnya saya pribadi bukan merupakan tipikal anak kantoran yang banyak mengerjakan report-report aneh..

Oke saya anak kantoran, cuman saya tidak membawa kerjaan saya pulang.

Tapi kalau kalian berharap bisa kerja di TAB ini, dan memerlukan aplikasi office untuk produktifitas kalian, saya tau satu aplikasi yang akan membantu membuat hidup kalian jadi lebih mudah

Jangan salah, aplikasi ini adalah aplikasi office all in one yang membuat kalian bisa buat dokumen word, presentasi, dan sheet excel, hanya dalam satu instalasi.

Namanya WPS office, dikembangkan oleh developer dari negeri tirai bambu

Dengan memasang WPS office, kalian juga dapat PDF reader dengan fitur membaca seperti buku.

Untuk fungsi, saya rasakan bahwa WPS office ini memiliki fitur yang bersaing jika dibandingkan dengan Microsoft Office.

Bahkan kompatibel sepenuhnya.


#4. Animasi Frame-by-Frame di FlipaClip

Bagi kalian yang hobby membuat animasi frame-by-frame di, Flipaclip merupakan aplikasi yang akan menjawab kebutuhan kalian.

Nah, jika  digabungkan dengan kemampuan TAB S6 Lite kalian, terutama dengan fitur S-Pen nya, saya rasa ini adalah gabungan yang "klik" banget.

Sebetulnya aplikasi ini kurang pas  digunakan di environment desktop android, namun ini adalah satu-satunya aplikasi yang tidak bermasalah dalam import audio untuk lipsync.

Jadi kalian bisa membuat sesuatu yang layak ditonton dengan menggunakan FlipaClip ini.


#5. Cloudflare 1.1.1.1 untuk buka blokir website

Kalian pasti pernah mengalami kejadian dimana kalian menemukan inspirasi di internet.

Tapi sayangnya inspirasi tersebut ternyata ada di website yang di block oleh pemerintah.

Nah, dengan cloudflare 1.1.1.1, kalian bisa membuka semua blokiran yang dilakukan ISP, dan menjelajah internet dengan tenang.

Saya pikir saya orangnya cukup dewasa dalam pemanfaatan internet, jadi ya saya tidak butuh siapa-siapa untuk memfilter apa yang harus saya lihat, dan apa yang tidak boleh saya lihat.

Mau tau lebih lanjut ?, silahkan cek di artikel Bebas surfing di Internet pakai Cloudflare 1.1.1.1


#6. Dolby On Untuk rekaman cover lagu seperti di Studio

Nah, yang hobby nyanyi dan cover lagu, kalian akan merasa bahwa aplikasi ini sangat bermanfaat

Dolby On ini memiliki dua fungsi utama, yaitut merekam audio dan video.

Hanya saja, kalian akan mendapati suara dari rekaman kalian lebih tokcer dan serasa seperti direkam di studio.

Ga heran sih mas, Dolby gitu lho,

Udah lama doi main-main di dunia audio

Oh iya, tampilan dari Dolby On ini tidaklah rumit, sepertinya dirancang khusus bagi pengguna smartphone rata-rata.

Jadi tidak akan mengintimidasi kalian dalam pengoperasiannya. 


Nah, untuk lebih lanjut mengenai Dolby On, kalian bisa baca di artikel Merekam suara seperti di studio


Oke saya rasa itu saja yang dapat saya share kali ini

Bukan apa-apa, takutnya kepanjangan mas..

Intinya, TAB S6 Lite ini memiliki potensi yang sangat besar, bahkan melebihi laptop-laptop yang ada sekarang ini.

Dan dengan setup dan aplikasi yang saya sebutkan tadi, kalian akan selangkah lebih dekat dengan potensi maksimal dari TAB kesayangan kita ini.

Nah, nanti kalau ada pertanyaan seputar hal ini, kalian bisa tuliskan di kolom komentar ya..

Thursday, April 1, 2021

Akhirnya DEX Support Samsung Galaxy TAB S6 Lite Juga! Begini Cara Mengaktifkannya!

Samsung DEX di Galaxy TAB S6 Lite Akhirnya Rilis

Bagi kalian yang memiliki perangkat Galaxy Tab S6 Lite sebelum bulan maret 2021, kalian pasti dibuat bingung dengan absennya fitur DEX di perangkat S6 Lite kalian..

Saya pun begitu..

Setelah ditelusuri, memang Samsung Tab S6 Lite ini pada awalnya tidak didukung oleh DEX.

Tapi, setelah beberapa bulan sempat dibuat penasaran, akhirnya sekarang saya bisa mencobanya.

Karena melalui update perangkat lunak terbaru, per Maret 2021 Samsung akhirnya memutuskan untuk memberi dukungan DEX di TAB S6 Lite.


Emang seberapa penting sih DEX?

Bagi kalian yang belum tau, DEX ini adalah fitur ekstensi dari Samsung yang dapat mengubah antarmuka perangkat Android kalian menjadi Desktop seperti PC atau Laptop

Kenapa mau seperti desktop ?

Ya, karena TAB ini kan memiliki layar 10" yang cukup besar, rasanya kalau pakai tampilan android tradisional kesannya yaa, terlalu kosong aja..

Ada banyak space yang bisa dimanfaatkan supaya kita bisa lebih produktif lagi, mas..

Salah satunya ya dengan pemanfaatan multi window, seperti desktop pada umumnya.

tampilan desktop DEX Tab S6 Lite: Bersih banget yak ☺


Dari segi tampilan, DEX ini mirip seperti Chrome OS

Terkesan bersih dan tidak norak.

Namanya saja sudah Desktop EXperience, 

Sepertinya fitur ini sudah dipikirkan matang-matang oleh developer Samsung, supaya kita dapat merasakan pengalaman desktop yang bersih di Tab Android

Kan jadi enak kalau dengan layar 10 inch yang cukup besar, tinggal ditambah dengan keyboard bluetooth supaya ngetiknya bisa lebih cepat.

Performa DEX di TAB S6 Lite
buka aplikasi baru tidak pernah semudah ini!


Namun, pada perangkat yang lebih kecil (seperti HP misalnya), dibutuhkan sebuah display monitor tambahan lagi.

Ya tentu saja karena layar monitor hp yang terlalu kecil untuk antarmuka desktop.

Tapi, walaupun perlu monitor tambahan, ternyata keyboard dan trackpad bisa menggunakan hpnya langsung lho...

Dan tidak hanya sampai di situ, mas!

Selain bisa digunakan sebagai virtual keyboard dan trackpad, ternyata HP samsung dengan DEX masih tetap bisa menjaga fungsi smartphonenya sehingga masih bisa digunakan layaknya smartphone pada umumnya.

Wow, ini seperti memiliki Laptop dan smartphone dalam satu genggaman (ya walau butuh monitor eksternal tambahan lagi)


Nah, berhubung saya tidak pakai HP Samsung selain TAB S6 Lite ini, mari kita bicarakan tentang TAB S6 Lite saja, supaya tidak ngaco..


Oke, hal-hal yang membuat saya ngebet banget pakai DEX ini di TAB S6 Lite sebenarnya adalah Multi window dan window managementnya, seperti yang saya bilang tadi...

Hal ini membuat fitur multitaksing jadi lebih oke.

Performa DEX pada Samsung TAB S6 Lite
penasaran, sampai mana sih multitask performance tab ini..


Pokoknya bagi kalian yang  biasa kerja di PC atau laptop, ini recommended banget deh.

Lebih leluasa gitu..

Apalagi kalau kalian punya keyboard yang ada trackpadnya, jadi ga susah navigasi seperti menggunakan gestur yang biasanya dilakukan di environment android mobile  


Hanya ada satu kekurangan...

Sayangnya nih ya, ada satu yang saya kurang suka dari DEX ini.

Yaitu title bar yang ada di setitap aplikasi yang ternyata makan space!

Nah itu, padahal kan akan lebih bagus lagi kalau title bar dan window control nya numpang di header aplikasi, seperti pada tampilan di Linux Gnome modern

Tapi pastinya bakal sulit mengimplementasikannya, karena ya pada dasarnya aplikasi yang digunakan di DEX ini adalah aplikasi mobile, jadi tidak ada spasi untuk header bar.

Kalau taskbar yang di bawah, masih bisa di auto-hide, jadi ya aman-aman saja 
(maklum bukan fans taskbar)


Bagaimana supaya mendapatkan DEX

Oh iya, bagaimana ya kalau kalian mau supaya Samsung Galaxy TAB S6 Lite kalian juga ada DEX nya ? 

Ternyata caranya cukup mudah, kalian hanya perlu melakukan hal-hal berikut

  1. Lakukan update firmware terhadap Samsung TAB S6 Lite yang kita miliki.
    Pastikan sudah pada firmware terbaru
  2. Setelah ada pada update terbaru (setelah 10 maret 2021), akan muncul pilihan toggle DEX mode di quick setting.

    Tampilan DEX di Quick Setting TAB S6 Lite
    tampilan menu DEX di quick setting

  3. Aktifkan DEX, kemudian akan mucul logo samsung seperti baru booting
  4. Tunggu saja prosesnya hingga tampilan desktop muncul.

Nah, setelah tahap keempat tadi, kalian seharusnya sudah dapat menikmati kenikmatan desktop pada TAB S6 Lite kalian

Mudah sekali bukan ?

Jika kalian belum coba, saya sarankan kalian langsung update OS dan aktifkan DEX

Kalau sudah mencooba, silahkan kalian testimoni di kolom komentar di bawah


Sunday, March 28, 2021

Belajar Menggunakan Warna di Krita Android (Samsung Tab S6 Lite)

Belajar Menggunakan Warna di Krita Android

Setelah beberapa kali menyelesaikan portrait hitam putih, akhirnya saya bosan dan tertantang untuk tidak hanya main di value saja.

Saya ingin coba riwehnya main hue (temperatur) dan saturasi, seperti yang orang-orang bilang.

Biar lebih bebas berekspresi, mas!

Ini demi kemajuan diri saya sendiri sebagai seorang illustrator  pemula.

Nah, untungnya, pada kesempatan kali ini ada yang nawarin diri jadi subjek gambar.

Dan kebetulan dia itu cewe, 

Pas banget lah..

Jadi langsung aja saya mintain pap, kali aja berhadiah, kan... 😝


Proses Gambar

Karena kali ini saya memutuskan membuat ilustrasi, saya ambil beberapa foto sebagai referensi.

Untuk jumlahnya tidak saya tentukan, hanya saja kebetulan saat itu saya perlu contoh ekspresi wajah, seragam, pose badan, dan aksesoris yang biasa model gunakan.


Konsep

Oh iya, untuk konsepnya sendiri saya ingin membuat sebuah karakter yang terinspirasi dari sang model.

Bukan karakter yang beda sih, bisa dibilang ini si model sendiri (karena memang iya)

Nah, kebetulan dia adalah mantan kolega saya ketika kerja di Hotel, 

Dia merupakan salah seorang partner yang brilian, tapi paling bandel

Kalau tidak suka sama sebuah task dalam list kerjaannya, ga bakal dia kerjakan

Alhasil partner satu shift, atau shift setelahnya lah yang menderita 😤

Yah, cepat atau lambat si "princess" ini harus belajar menyelesaikan pekerjaannya, walau tidak ia sukai,

Walau tidak di hotel yang sama lagi, di tempat lain pasti bakal di push seperti itu..

Itu sih pesan dari ilustrasi ini..


Eksekusi 

Di tahap awal, saya lay-in sketch dulu mas, biar ga buta-buta amat lah..

Fase yang satu ini penting banget supaya kita itu ga terpaku sama detail yang kecil

Ya mainnya ke big-shape lah, biar flowing gitu corat-coretnya.


Biasanya di moment saya melakukan sketching ini, saya bisa melihat beberapa garis yang emang oke.

Saya perberat lagi garis tersebut, sampai dapet bentuk keseluruhan dari karakter ini

Kemudian, di tahap selanjutnya, saya buat layer baru untuk memroses lineartnya.

Di bagian ini, penting banget untuk membuat garis yang bersih dan jelas

Dan ini merupakan salah satu kelemahan saya, karena saya orangnya ga sabaran.

Saya juga mengindari untuk membuat shadding pada tahap ini, supaya gampang nanti tidak mengganggu ketika shadding dengan warna.

Lineart dan sketch dibawahnya (opacity turun di 10%)

Nah, setelah lineart kerasa oke, saya masukkan local color  

Ga sulit sih dalam milih warna, karena ada referensi

Tapi saya ga pakai color picking, mau ngelatih sense warna soalnya, hahaha

Berbekal dengan pengetahuan Color Theory yang masih minim dari Proko, saya beranikan diri untuk memberi warna midtone yang ga terlalu terang atau gelap.

Tapi tentunya dengan saturasi warna yang pas.

Tujuannya supaya nanti ketika shading, saya bisa gerak ke value yang lebih gelap, dan ketika memberi light dan higlight, saya bisa gerak ke value yang lebih terang.

Untuk shading, saya geser hue atau temperatur warna sedikit ke warna yang lebih dingin, lalu menurunkan valuenya seidikit.

Lanjut dengan cast shadow yang umumnya lebih gelap dari core shadow..

Baru setelah itu tambah light.

Untuk warnanya saya pakai yang lebih warm supaya balance, 

Naikkan valuenya sedikit, saturasi warna otomatis turun juga dong.

Yap, ketika sudah pas, tinggal bagian akhir favorit saya, nambah highlight.

yaa, gak jelek-jelek amat lah ya..

Oh iya, hasil akhirnya agak beda sama yang di sketch,

Aneh aja liat dia ga pake kacamata..

Saya pasang aja deh..  (+ ektra kodok) 

hahaha


Bonus:

Ada satu lagi nih hasil ilustrasi dengan warna

Baru aja selesai, berbarengan dengan tulisan ini di publish

Jadi saya sertakan saja lah ya..,

Mudah-mudahan kalian suka :D