Showing posts with label Keamanan. Show all posts
Showing posts with label Keamanan. Show all posts

Thursday, May 13, 2021

[SUKSES!] Cara Reset Samsung A01 Yang Lupa Pola/PIN/Password

Cara Reset Samsung A01 Lupa Pola / PIN / Password

Walaupun Hp jaman sekarang yang katanya sudah canggih-canggih nih, tetapi masih ada saja tuh permasalahan klasik yang mengelilinginya.

Termasuk HP Samsung A01 / Core ini lho.

Nah, masalah-masalah klasik itu ya masih berkutat seputaran salah setting dan konfigurasi, sampai lupa PIN, sandi atau pola lockscreen.

Inilah sebabnya kenapa pilihan untuk reset ponsel ke settingan pabrik selalu ada dan akan tetap ada.

Tapi bagaimana cara reset HP Samsung A01 / Core ini ya ?

Mari kita bahas.


Cara Reset HP Samsung A01 

Reset HP Android umumnya ada dua, yaitu melalui menu pengaturan dan menu pada recovery.

Sebetulnya kedua cara ini sama saja, tapi yang membedakan hanyalah seberapa besar akses yang kita miliki saat ingin melakukan reset tersebut.

Nah, ketika kita hanya ingin reset ke pengaturan pabrik karena masalah setting atau bugs, dan kita memiliki akses penuh terhadap perangkat kita, maka meresetnya melalui menu pengaturan merupakan langkah yang paling rasional dan mudah.

Namun beda cerita ketika kita ingin mereset perangkat karena lupa pola / PIN / password, dimana kita sudah tidak memiliki akses masuk ke sistem sama sekali.

Pada situasi ini sangatlah tidak memungkinkan untuk dilakukan reset melalui menu setting.

Wow..


Oke, terlepas dari hal tesebut, mari kita pelajari dulu nih cara reset yang pertama

Yaitu reset hp Samsung A01 melalui menu setting.


Cara reset HP Samsung A01 melalui menu setting

Mereset ponsel merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk membuat ponsel yang salah konfigurasi kembali ke kondisi sedia kala.

Namun, lakukanlah hal ini jika memang diperlukan, karena mereset ponsel ke pengaturan pabrik akan menghapus:

  • Akun Google yang terhubung
  • Aplikasi yang terinstal
  • Sistem dan App data
  • Pengaturan aplikasi 

Nah, untuk dapat reset dari setting, kita perlu melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan ponsel dalam keadaan hidup, lalu masuk ke menu Setting.
  2. Masuk ke menu General Management kemudian temukan Reset
  3. Pilih menu Factory Data Reset

    Cara Reset Samsung A01 Lupa Pola / PIN / Password
    langkah-langkah menemukan factory data reset

  4. Ketuk pilihan Reset, dan masukkan pola/pin/password jika diminta.
  5. Pilih Delete All untuk mengkonfirmasi pilihan, lalu ponsel akan merestart 

    Cara Reset Samsung A01 Lupa Pola / PIN / Password
    langkah untuk menghapus data

  6. Proses restart akan sedikit lebih lama, setelah itu akan muncul menu setup perangkat.
  7. Jika sudah sampai tahap ini, maka selamat!, ponsel Samsung A01 sudah kembali ke pengaturan pabrik

Mudah sekali bukan ?

Tentu mudah, karena seperti yang saya bilang tadi, fitur ini memang disediakan bagi user umum yang mungkin memiliki bugs atau masalah terhadap pengaturan perangkatnya.

Tapi sekali lagi, cara itu kan hanya bisa dilakukan jika kita memiliki akses penuh terhadap ponsel.

Lalu bagaimana jika kita tidak memilik akses tersebut karena lupa pola ?

Tenang dulu.

Jika kita lupa terhadap pola, ada satu cara yang dapat kita lakukan sebelum memutuskan untuk melakukan reset dan kehilangan semua data penting di ponsel kita.

Yaitu melakukan remote unlock


Lakukan Remote Unlock sebelum reset karena lupa pola

Fitur ini merupakan fitur resmi yang disediakan oleh Samsung dan dapat kita akses langsung melalui layanan Samsung Find My Mobile

Remote Unlock ini pantas dicoba bagi kita yang lupa pola pengaman ponsel.

Kenapa demikian ?

Ya karena dengan menggunakan remote unlock, kita bisa bypass lockscreen dan mereset pola / PIN / Password yang terakhir ter setup.

Namun, semua ini hanya dapat dilakukan dengan syarat dimana kita harus memiliki akses terhadap Samsung Account yang terhubung dengan perangkat tersebut.

Nah, untuk dapat melakukan remote unlock, kalian hanya perlu melakukan hal berikut

  1. Masuk ke halaman Find My Mobile
  2. Lakukan login terhadap akun Samsung kalian.
  3. Jika sudah masuk, maka akan ada tampilan seperti dibawah ini. Pilih Unlock
  4. Akan ada sedikit penjelasan. lalu ketuk tombol Unlock dibawahnya
  5. Masukkan password Samsung Account kalian.

    Cara Reset Samsung A01 Lupa Pola / PIN / Password
    proses remote unlock FindMyMobile

  6. Setelah itu, fitur Remote Unlock akan mencoba mereset pola / sandi ponsel kalian
  7. Setelah berhasil, maka kalian akan memiliki akses penuh ke perangkat kalian.

Fitur yang sangat berguna.

Tapi apa jadinya jika kalian tidak memiliki akses terhadap Samsung Account ?

Yah, terpaksa kalian harus menempuh jalur hard-reset ponsel lewat Recovery.


Cara reset HP Samsung A01 melalui Recovery

Cara ini merupakan harapan terakhir kita dalam memiliki kembali ponsel kita.

Tapi hal ini bukannya tanpa risiko.

Sama seperti cara yang pertama tadi, kita akan kehilangan berbagai data serta konfigurasi.

Dan kita juga mesti mengingat akun google terakhir yang terhubung dengan perangkat ini, karena kita akan diminta untuk login setelah proses reset ini berhasil.

Yaa, sebuah fitur keamanan yang sedikit merepotkan memang.

Tapi bagaimana caranya resetnya ?

Sangat mudah

Untuk dapat melakukan reset Samsung A01 melalui recovery, kalian hanya harus melakukan hal-hal berikut.

  1. Pastikan ponsel dalam keadaan mati.
  2. Tekan tombol Volume Atas + Tombol Power secara bersamaan selama beberapa detik.

    Cara Reset Samsung A01 Lupa Pola / PIN / Password
    cara untuk masuk mode recovery

  3. Ketika sudah muncul logo Samsung, lepaskan tombol yang tadi kalian tekan.
  4. Tampilan menu recovery akan muncul, pilih Wipe Data / Factory Reset
    (Gunakan tombol volume atas dan bawah untuk navigasi, lalu tombol power untuk konfirmasi.)
  5. Pilih Factory Data Reset

    Cara Reset Samsung A01 Lupa Pola / PIN / Password
    langkah reset melalui recovery samsung a01

  6. Setelah prosesnya selesai, pilih Reboot System Now
  7. Jika sudah pada tahap ini, maka selamat!

Nah, segera setelah proses reboot, kalian akan diminta untuk memasukkan akun Google yang terakhir terhubung dengan perangkat ini.

Jika sudah, maka proses reset Samsung A01 telah berhasil dilakukan.




Nah, itu dia beberapa metode yang dapat kalian lakukan demi untuk memperoleh akses kembali terhadap ponsel Samsung A01 milik kalian.

Semoga bermanfaat, dan jika ada saran / pertanyaan, silahkan tuliskan di kolom komentar di bawah yaa..


Walaupun Hp jaman sekarang yang katanya sudah canggih-canggih nih, tetapi masih ada saja tuh permasalahan klasik yang mengelilinginya. ...

Monday, February 8, 2021

VPN Android Unlimited & Gratis ? Pakai Cloudflare 1.1.1.1 + WARP Ini Aja !

VPN Android Unlimited & Gratis ? Pakai Cloudflare 1.1.1.1 Saja!

Banyak tersedia penyedia layanan VPN gratis yang ada.

Ada yang memberikan 10GB perbulan, sampai yang pelit di 500MB perbulan.

Semuanya sama-sama menawarkan keamanan, enkripsi, bahkan kecepatan maksimal.

Dan yang paling penting, bisa buat cara buka blokir website domain yang diblacklist.

Tapi bagaimana kalau saya bilang ada layanan yang Free, Cepat, dan Unlimited, serta dikelola oleh sebuah penyedia yang tersohor dibidang CDN dan keamanan internet ?

Kenalin nih, Cloudflare DNS resolver 1.1.1.1 + WARP


Wow!, tapi apa itu DNS Resolver?

DNS atau Domain Name System merupakan sistem penamaan komputer, layanan, dan sumber daya lainnya yang terhubung dengan internet.

Bingung?

Begini...

Bayangkan jaman sekarang ada internet, tapi anggap saja DNS belum ditemukan

Jika kita ingin berkunjung ke sebuah situs, maka kita harus mengetik alamat IP nya pada address bar di browser.

Misalnya kita ingin berkunjung ke Google.

Maka alamat yang kita ketik itu 172.217.14.206, bukan www.google.com

Wow, ribet ya..


Kemudian, jika kita masukkan DNS Resolver, maka analoginya seperti ini..

Ibarat kata ada sebuah hotel dengan berbagai "domain (nama) situs-situs Web" sebagai tamu yang tinggal di setiap kamar

Reception atau Front Office team adalah DNS resolvernya.

Jadi kalian sebagai user bertanya ke reception, "eh kamarnya pak google.com dimana ?" 

Dijawablah sama si reception ini kan, "itu di kamar 172.217.14.206 "

Meluncurlah kalian ke 172.217.14.206.

Ehh, pada akhirnya bisa ketemu sama pak google.com.

Paham kan..?


Nah, sekarang kalian mesti tau siapa sebenarnya pemeran DNS resolver di dunia nyata.

Tidak lain dan tidak bukan, ISP atau provider internet kalian.

Jadi kalau mau berkunjung ke sebuah situs di internet, provider kalianlah yang menerjemahkan alamat website huruf menjadi alamat IP numerik.

Kenyataan pahitnya, walau sekarang transfer konten di internet terenkripsi dengan HTTPS, penyedia internet dan siapapun yang memonitor aktifitas kalian di jagat maya masih dapat melihat situs apa yang kalian buka, dan aplikasi apa yang sedang kalian gunakan.

Tau kan, banyak domain layanan yang di blokir sama ISP di negara ini..


Terus apa hubungannya dengan DNS 1.1.1.1?

Nah, sekarang ada yang namanya Cloudflare dengan produk DNS resolvernya bernama 1.1.1.1

VPN Android Unlimited Gratis dengan Cloudflare 1.1.1.1
tampilan utama Cloudflare 1.1.1.1


Ini dibuat sebagai alternatif untuk DNS resolver milik penyedia layanan internet kalian.

Jadi, ketika kalian mengetik URL di browser dan menekan enter, DNS query akan langsung masuk ke 1.1.1.1, bukan resolver milik ISP atau provider internet kalian.

Alhasil, semua yang di blokir oleh ISP tidak akan berlaku lagi.


Lho, kan sudah ada VPN gratisan..
Kenapa mesti pakai DNS 1.1.1.1 & WARP?

Nah, walau bukan sepenuhnya VPN, Cloudflare 1.1.1.1 dan WARP memiliki fungsi yang hampir sama bahkan dengan kinerja yang lebih baik daripada VPN gratisan lain di luar sana.

Yang pertama adalah masalah kecepatan dan quota.

VPN gratisan biasanya memberlakukan speed limit dan quota kepada setiap pemakainya.

Tak jarang ketika memakai layanan tersebut, kecepatan internet saya tiba-tiba drop saat streaming video.

Tapi, jika  1.1.1.1 & WARP milik Cloudflare dibandingkan dengan VPN gratisan, kecepatan internet dan quota bukanlah sebuah masalah.

Bisa dibilang Cloudflare ini murah hati.., kan cepat dan unlimited

VPN Android Unlimited Gratis dengan Cloudflare 1.1.1.1
perbandingan kecepatan


Satu problem lagi adalah konsumsi daya batre yang digunakan.

VPN gratis yang umumnya kita temui memiliki timeout, yang akan memaksa perangkat kita untuk melakukan otentikasi dan menyambung lagi dan lagi, tanpa kita ketahui.

Selain daya batre yang terkuras dengan "penuh semangat", perangkat kita akan menjadi lebih panas dari biasanya.

Wuih panas pokoknya!

Nah, untungnya saat menggunakan Cloudflare 1.1.1.1, kedua hal ini tidak saya rasakan.

Bahkan, ketika saya aktifkan empat hari penuh dan sebagian besar saya gunakan untuk streaming dan download video favorit saya.

Jadi ya saya sarankan kalian pertimbangkan untuk pakai ini juga.

Cara pakainya gampang kok, ga perlu setting apa-apa saja

Kalian bisa download di dengan tombol di bawah, dan langsung gass!!

Akhir Kata

Ada banyak memang VPN gratisan yang bisa kalian gunakan untuk bisa browsing secara anonim di internet.

Dan yang paling penting bisa akses website yang diblokir (karena ga semua website yang diblokir itu website esek-esek semua)

Tapi disamping kemampuan VPN tersebut, ternyata kelebihan yang ditawarkan serta dampaknya terhadap ponsel kita mesti diperhitungkan juga.

Jangan sampai pengen enjoey, malah pusing karena download tidak selesai dan HP yang jadi panas.

Udah itu aja, gunakan dengan bijak dan selamat browsing tanpa hambatan ya...

Banyak tersedia penyedia layanan VPN gratis yang ada. Ada yang memberikan 10GB perbulan, sampai yang pelit di 500MB perbulan. Sem...

Friday, September 4, 2020

Cara Logout Gmail Android dari Perangkat Lain Dengan Aman

Cara keluar akun google dari perangkat lain

Google Account jaman sekarang ibarat master-key yang dapat mengakses semua layanan online di internet. 

Engga cuman Email doang, tapi mulai dari akun media sosial, online shop, akun Adsense, BPJS, Asuransi, bahkan, akun Bank sekalipun (walau tidak secara langsung)

Semua bisa diakses menggunakan satu akun email saja.

Praktis kan ?

Nah, sekarang bayangkan kalau ada orang lain yang punya akses terhadap email kita.

Kemudian dia coba-coba login satu saja layanan online, klik forgot password (lupa sandi), dan dapat link reset password melalui email yang dapat diakses tadi.

Password kalian pada layanan tersebut pun telah diganti, dan dia dapat akses penuh terhadap layanan milik kalian.

Mmph.. 

Kenapa bisa ?

Karena kebutuhan untuk bisa kerja dimana saja kian meningkat, kita jadi sering login akun email kita di sana sini.

Ga masalah sebenerya,..

Cuman ya mesti lebih hati-hati.

Karena sekedar close tab, atau tutup browser tidak berarti akun kalian ter log-out otomatis.

Dan biasanya nih, form login punya opsi untuk stay signed-in atau remember me yang otomatis tercentang, sehingga membuat akun kita tetap ter-login bahkan setelah browser ditutup. 

Ini juga berlaku untuk layanan online lainnya yang menggunakan cookies.


Nah, apa itu cookies?


Ketika kalian login pada sebuah layanan web, ada yang namanya cookies yang ditanam oleh browser kalian.

Jadi cookies ini menyimpan sebuah identitas unik yang digunakan untuk mengenali kalian ketika aktif menggunakan layanan web tersebut, atau nanti ketika kembali lagi.

Selama cookies ini masih ada dan tidak expired, selama itu pula akun kalian tetap dapat diakses secara instan melalui browser yang kalian gunakan.

Wow...

Itulah kenapa, saya bilang tadi mesti hati-hati lagi ketika menggunakan perangkat yang bukan punya kalian.

Karena engga semua orang itu baik kan..

Sayangnya, masih banyak tuh masyarakat kita yang menganggap sepele hal ini, contoh simpelnya "lupa logout" di perangkat yang bukan miliknya, seperti di komputer publik seperti warnet atau kantor (pengalaman pribadi)

Atau yang niat bantu temen yang baru beli hp, login email sendiri, kemudian lupa logout. (ini juga pengalaman pribadi)

Kebayang kan ?

Saya pernah kaget tuh, baru buka youtube di hp sendiri, ternyata home page nya berisi dangdut koplo semua..

Padahal saya engga suka dangdut..

Untung yang make akun saya juga orangnya koplo dan ga macem-macem..

Coba kalau dia nakal dan hapus-hapus video..

Atau lebih parah, komen yang engga-engga kemana-mana.


Maka dari itu, penting bagi kalian untuk segera cek keamanan akun Google kalian, salah satunya dengan segera log-out pada semua perangkat yang kalian tidak kenali.

Gimana caranya ?

Cara logout gmail Android dari perangkat lain

Ini merupakan fitur yang sudah ada dan disediakan oleh Google sendiri.

Tujuannya ya saya rasa untuk memberikan kontrol yang lebih terhadap akun kita, dimana saja kita pernah login, kemudian masih aktif di perangkat apa saja, dan lain sebagainya.

Sehingga pada kasus ini dapat kita gunakan untuk melacak aktifitas yang tidak sah yang mungkin saja terjadi.

Nah, tanpa basa-basi lagi, berikut bagaimana cara keluar akun Google dari perangkat lain menggunakan layanan ini:
  1. Masuk ke Google Account - Device Activity,
    jika tidak langsung mengarah ke daftar perangkat aktif, silahkan cari di bagian Security (keamanan) > scroll ke bawah sampai ketemu Your Device (perangkat anda) > Manage Devices
  2. Cek daftar perangkat yang aktif, kemudian lihat tanggal berapa login, apa perangkatnya, dan sistem operasinya
  3. Jika kalian merasa kalau perangkat tersebut bukan milik pribadi, ya sebaiknya langsung di log-out saja dengan menekan tiga titik dipojokan, kemudian pilih log-out.
  4. Jika kalian merasa ada yang janggal, seperti perangkat yang sama sekali tidak dikenali, sebaiknya pilih "Don't recognize this device?", kemudian ikuti protokol keamanan yang disarankan
    Biasanya sih disuruh ganti sandi.
  5. Nah, sampai disini, prosesnya sudah selesai..
Wow, ternyata mudah ya..

Tidak serumit yang kita bayangkan.

Oh iya, ada satu hal lagi yang saya suka dari Google account ini.

Setiap ada aktifitas login yang asing, sebuah notifikasi akan selalu dikirim ke ponsel kita, saat itu juga!

Cara Keluar Akun Google Dari Perangkat Lain - Notifikasi
tampilan notifikasi langsung dari google


Ini membuat kita tetap bisa kontrol akun, walau tidak memeriksanya secara langsung.

Jadi, kalau misalnya kejadian, kalian bisa langsung bereaksi dengan menekan "Don't recognize this device?" dan mengganti password email di hari itu juga.

Tapi, kalau yang login ternyata kalian, emailnya ya dibiarkan saja, tidak usah dibalas.

Akhir kata

Semakin banyaknya layanan berbasis online yang mengandalkan akun Google, memang membuat kita harus lebih hati-hati lagi menjaga akun ini.

Jangan sampai, karena kelalaian kita menggunakannya, malah menyebabkan terbobolnya akun-akun yang lain.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan menyebabkan kerugian yang tidak sebanding.

Be safe !


Google Account jaman sekarang ibarat  master-key yang dapat mengakses semua layanan online di internet.  Engga cuman Em...

Thursday, June 25, 2020

URGENT ! Ransomware CryCryptor Android Bikin Heboh, Begini Supaya Terhindar !

Cry-cryptor-android-ransomware-terbaru
Halo teman-teman, ada yang baru nih.

Selain virus Corona yang mewabah, ternyata ada virus lain yang sedang bikin heboh negara barat sana.

Virus di Android gess.

Strain baru Ransomware ini menarget negara Kanada yang baru saja mengumumkan pengembangan aplikasi tracing Covid Alert.

Rencananya sih aplikasi Covid Alert yang asli ini akan dirilis untuk testing ke publik bulan July depan.

Tapi ternyata, kesempatan ini digunakan oleh orang yang kurang bertanggung jawab untuk mempromosikan aplikasi bedebahnya, sehingga orang jadi salah kira dan menganggap bahwa aplikasi tersebut adalah aplikasi resmi buatan pemerintah.

Gimana ga ketipu pren, Websitenya saja terlihat apik dan menarik, serta menggunakan top level domain, sehingga terkesan official.

Ransomware CryCryptor di Android
yang iseng emang niat banget


Untungnya, ESET, selaku perusahaan yang bergerak di bidang keamanan cyber, melakukan langkah cepat setelah mendapatkan informasi dari twitter, dan langsung kontak pemerintah Kanada.

Saya pun setelah membaca berita aneh ini malah jadi takut.

Denger kata-kata "Ransomware", saya jadi inget sama kejadian WannaCry beberapa tahun silam.

Ketika itu saya masih jadi staff di salah satu Resort di Ubud, dan menyaksikan sendiri gimana team IT sibuk backup-backup data dan update antivirus.

Nah, beda dengan WannaCry yang lebih menarget PC dan perusahaan multinasional, sekarang CryCryptor di Android menyasar data-data pribadi kita.

Duh, amit-amit

Skema penyebaran virus ini, mirip seperti aplikasi-aplikasi spam yang biasa ada di website-website yang meragukan.

Karena sudah ketipu dari awal, mereka yang masuk ke web ini akan diarahkan untuk mendownload aplikasi tersebut melalui sebuah link yang terlihat meyakinkan, seperti dalam kasus ini, tombol play store yang sangat familiar.

Tapi, bukannya masuk ke play store, aplikasi malah langsung terdownload ke ponsel kita.

Tentu kita juga diarahkan untuk menginstal aplikasi tersebut, walau dengan status pihak pengembang yang belum dikenali.

Nah, setelah kita mengizinkan segala permission yang direquest aplikasi ini, barulah aksinya ketahuan.

Tampilan ponsel yang terinfeksi
tampilan ponsel terinfeksi
sumber: ESET

Muncul sebuah notifikasi bahwa semua file pribadi telah terenkripsi, dan satu-satunya cara untuk membuka enkripsi tersebut adalah menghubungi si pembuat virus dan membayar sejumlah uang.

Amazing.

Tapi gimana caranya supaya terhindar ?

Untungnya ESET telah merilis tool untuk keperluan dekripsi bagi mereka yang file nya telah ter-enkrip oleh ransomware ini.

Untuk filenya bisa didapatkan disini

Dan ternyata, website penyebarnya juga sudah di take-down.

Tapi kejadian ini sebenarnya membuka mata kita lebih lebar lagi mengenai bahaya download aplikasi pihak ketiga pada website diluar playstore.

Seperti aplikasi crack atau mod itu misalnya.

Jangan khawatir mas, android sebenarnya merupakan sistem yang aman

Lagian kejadian seperti di atas merupakan murni kesalahan pengguna, yang mana secara sadar mengizinkan instalasi dari sumber yang tidak diketahui serta semua permission request yang diminta aplikasi tersebut.

Bagi kalian yang tidak begitu yakin untuk menginstal aplikasi dari sumber luar, mendingan jangan deh.

Kecuali kalau kalian tau betul apa yang kalian lakukan dengan segala konsekwensinya.


Stay safe mas !


Header : drobotdean
Halo teman-teman, ada yang baru nih. Selain virus Corona yang mewabah, ternyata ada virus lain yang sedang bikin heboh negara barat sana. Vi...

Thursday, May 21, 2020

Cara Mudah dan Aman Mematikan Windows Defender Di Windows 10

Cara mematikan windows defender
Windows Defender membuat hidup kalian lebih sulit ?

Selamat, karena kalian tidak sendiri dalam masalah ini. 

Windows Defender sebetulnya adalah program Windows yang otomatis terinstall dan berfungsi untuk melindungi kalian dari serangan-serangan virus jahanam.

Tapi terkadang, program ini jadi agak over protektif, dan biasanya program ini rewel saat browsing internet atau ketika kita mencoba menginstall sebuah program yang pengembangnya tidak begitu dikenali.

Nah, kalau sudah begini, mematikannya merupakan hal yang wajar dan lumrah dilakukan, terutama bagi mereka yang sudah biasa mengotak-atik komputer 

Tapi, apakah menonaktifkan windows defender itu beresiko ?

Tentu saja iya..

Itulah sebabnya sekarang kita akan berbagi cara yang aman mematikan Windows Defender tanpa ribet.

Mematikan Windows Defender 

Untuk dapat mematikan program ini, ada dua cara yang dapat ditempuh, yang pertama berefek pada matinya Windows Defender secara sementara, yang kedua secara permanen.

Nah, yang mana yang paling cocok buat kita ?

Mari kita cari tau mas.

Mematikan Windows Defender sementara menggunakan Security Center

Cara ini merupakan cara resmi yang ada, karena bisa diakses langsung dan dijamin aman. 

Untuk dapat mematikannya sementara, kalian bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

  1. Tekan tombol Windows pada keyboard, atau pilih menu windows di pojok kiri bawah monitor kita untuk mengaktifkan Start Menu, kemudian tekan ikon gear

    Start Menu
    tampilan start menu
  2. Masuk ke pengaturan keamanan dengan memilih menu Update & Security

    Menu Setting
    tampilan setting
  3. Pilih Windows Security dan klik tombol Open Windows Security seperti pada gambar di bawah
    Pengaturan Windows Security
    tampilan tab windows setting pada pengaturan
  4. Akan muncul jendela baru, kemudian pilih menu berlogo "tameng", lalu menu Manage Setting dibawah Virus & Threat Protection Setting

    Manage Setting
    pilih manage setting dibawah menu virus & threat protection setting
  5. Setelah itu silahkan kalian matikan pilihan Real Time Protection 

    Real Time Protection Mati
    tampilan windows defender real time protection yang mati
  6. Selamat, kalian telah berhasil mematikan windows defender secara sementara.

Nah, selama kalian tidak memerlukannya, real time protection mati dan dapat dinyalakan kapanpun kalian mau.

Ini adalah solusi yang paling tepat kalau kalian hanya ingin menginstall program atau mengubah setting yang sebelumnya tidak bisa dilakukan dengan aktifnya fitur ini.

Tapi seperti yang saya katakan tadi, ini merupakan cara untuk mematikan Windows Defender sementara.

Untuk yang permanen, kalian bisa ikuti metode selanjutnya.

Mematikan Windows Defender permanen menggunakan Group Policy

Untuk metode ini, kalian harus memiliki versi Windows 10, setidaknya yang versi Pro atau Ultimate.

Tapi sebelum kita bisa menggunakannya, kita harus mematikan Tamper Protection dulu untuk bisa mengubah pengaturan keamanan yang strategis.

Tamper protection merupakan fitur khusus yang ada di Windows 10 Update bulan Mei 2019. Fitur ini akan menyebabkan segala perubahan yang kita buat terhadap sistem kembali ke keadaan default setelah restart.

Jadi harus dimatikan dulu.

Bagaimana caranya ?

Mematikan Tamper Protection

Untuk menonaktifkan Tamper Protection, kalian bisa ikuti langkah berikut.

  1. Buka Start Menu dan cari Windows Security. 

    Start Menu
    cari windows security dan pilih menu yang tampil
  2. Klik Virus & Threat Protection, lalu klik Manage Setting seperti gambar di bawah.

    Virus & Threat Protection
    tampilan virus & threat protection
  3. Scroll agak kebawah, temukan menu Tamper Protection, lalu nonaktifkan.

    Tamper Protection
    matikan tamper protection


Setelah sampai pada tahap ini, selamat, kalian sudah hampir selesai.

Selanjutnya tinggal menonaktifkan windows defender lewat Group Policy.

Mematikan Windows Defender di Local Group Policy

Untuk lanjut mematikan windows defender secara permanen, kalian bisa ikuti langkah berikut

  1. Buka start menu, dan cari gpedit.msc

    Start Menu
    mencari gpedit.msc
  2. Masuk ke Computer Configuration > Administrative Templates > Windows Components > Windows Defender Antivirus.

    Local Group Policy
    mencari windows defender antivirus
  3. Klik dobel pada Windows Defender Antivirus, dan cari pilihan untuk Turn off windows defender antivirus seperti pada gambar di bawah.

    Setting Local Group Policy
    tampilan ketika turn off windows defender telah ditemukan
  4. Klik dobel pada Turn off Windows Defender Antivirus hingga muncul tampilan di bawah, kemudian pilih enable dan klik apply, kemudian Ok.

    Turn off Windows Defender Antivirus
    tampilan setting turn of Windows Defender Antivirus
  5. Restart PC

Sampai pada tahap ini, antivirus telah dimatikan secara permanen walau kalian restart PC sekalipun. 

Cara ini saya sarankan untuk hanya digunakan ketika kita sudah punya program antivirus lain yang terinstall. 

Atau bagi kalian yang ingin hidup bebas dan merasa sudah kebal virus, kalian boleh juga melakukan hal ini.

Tapi ingat, kalian bisa mengubahnya kembali kapanpun kalian mau dengan mengunjungi menu-menu tadi dan memilih disable pada Turn off Windows Defender Antivirus.

Jangan lupa untuk restart dan mengembalikan status Tamper Protection ketika kalian ingin mengembalikan semuanya ke keadaan semula.



Nah itu dia penjelasan yang cukup panjang tentang cara mematikan Windows Defender baik secara temporal maupun permanen.

Saya harap kalian berhasil dalam upaya ini.

Tapi kalau ada yang masih mengganjal, silahkan tuliskan di kolom komentar, supaya kita bisa cari solusinya sama-sama.

Oke, sampai jumpa di lain kesempatan.



Windows Defender membuat hidup kalian lebih sulit ? Selamat, karena kalian tidak sendiri dalam masalah ini.  Windows Defender sebetulny...

Saturday, August 19, 2017

Cara Ampuh Lacak dan Lock Smartphone Android yang Hilang

melacak dan mengunci smartphone android yang hilang
Jaman sekarang smartphone itu udah ibarat teman setia kita bro. Selalu hadir ketika kita membutuhkan, rikala senang ataupun sedih. Ketika lagi asik kumpul atau lagi bengong sendiri...

Tapi bentar dulu, kok ga ada ya...

Wah, dimana ya?

Oke, sepertinya hilang saudara-saudara..



Jeng jeng jeng...


Kehilangan smartphone merupakan salah satu hal yang paling tidak menyenangkan di muka bumi. Bagaimana tidak, itu tuh ibarat kehilangan pacar bro (walau ga gitu-gitu amat).

Tapi tenang dulu bro, bukan ngelewa.com namanya kalau tidak memberikan benefits (manfaat) bagi mereka yang nyasar di blog ini.



Dari sekarang, kalian akan mampu melacak semua gadget berbasis android kalian yang hilang, bahkan kalian bisa lock dari jarak jauh, menggunakan sistem besutan Google, Android Device Manager. Wuih mantep dah..

Nah, untuk langkah-langkahnya, saya jabarkan seperti di bawah ini.

Temukan lokasi smartphone yang hilang.

Ketika smartphone hilang, pastinya kita bertanya-tanya, dimana sih lokasinya. Apa kita lupa naroh, atau ternyata dicopet orang.

Nah, dengan bantuan Android Device Manager, kalian bisa mengetahui dimana lokasi smartphone kalian. Cuman, syaratnya ya smartphone dalam keadaan aktif dan terhubung ke network. 

Yang perlu kalian lakukan secara bertahap adalah, masuk ke https://www.google.com/android/find abis itu tinggal sign in dengan akun google yang kalian pakai pada smartphone.

menemukan smartphone android yang hilang
tampilan sign in google

Setelah kalian masuk pada akun google, akan ada pilihan smartphone yang terhubung dengan akun kalian.

Kalian tinggal pilih, mau lacak smartphone yang mana, nanti pilihan selanjutnya akan muncul.

melacak dan mengunci smartphone android yang hilang
tampilan android device manager: find my device

Tampilan utama di atas merupakan tampilan standar find my device. Kalian bisa melihat lokasi terkini melalui peta yang disediakan.

Nantinya, setelah smartphone kalian berhasil di deteksi, akan ada ikon yang muncul pada peta tersebut.

Simpel kan?

Tapi bentar dulu, masih ada lagi...


Dengan pilihan yang muncul seperti play sound, lock dan erase, kalian jadi memiliki kontrol terhadap smartphone kalian.

Mainkan Suara

Pada pilihan ini, kita diberikan akses untuk memerintahkan smartphone bersuara dalam volume maksimal, bahkan ketika dalam keadaan silent. 

Fungsinya, ketika kalian lupa naruh dimana, kalian udah coba misscall tapi malah dalam keadaan silent, kalian masih bisa membuatnya berbunyi. 

Atau, ternyata ada temen kalian yang jahil ngumpetin smartphone kalian (atau nekat nyolong). Bisa kalian tangkep basah tuh.

Caranya, kalian tinggal pilih aja tuh pilihan play sound,  nantinya smartphone kalian akan berdering selama 5 menit. 

Oke, jika smartphonenya sudah ketemu, selamat..
Tapi kalau belum ketemu, ada baiknya kalian langsung lock menggunakan pilihan selanjutnya..

Lock Smartphone

Fungsi ini mirip icloud lock nya iphone, bisa ngelock smartphone kalian dari jarak jauh. Kalian bisa pasang kode baru atau aktifkan kode lama. 

Ga kalah canggihnya, kalian juga bisa pasang pesan pada lockscreen untuk yang menemukan smartphone kalian sehingga diharapkan bisa di kembalikan lagi.

Cuman ya itu, kalau smartphone kalian positif di colong orang atau dalam kata lain tidak akan kembali selamanya, ya setidaknya mereka akan kesulitan untuk mengakses smartphone kalian..

Tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan..


Beberapa smartphone keluaran lama (android 5.1.1 kebawah) tidak memiliki fitur factory reset protection (FRP) yang mana melindungi data dan perangkat kalian dari usaha para pencuri untuk mengakses perangkat tersebut.

Jadinya, ketika smartphone direset melalui recovery, perangkat akan mudah diakses tanpa verifikasi pemilik aslinya. 

Wah, kalau lockscreen sudah dibobol begitu, ada baiknya kalian lanjutkan dengan langkah selanjutnya.

Erase Data

Ini merupakan langkah penghabisan yang mana juga akan menghabisi data kalian, jadi hati-hati aja bro. Langkah ini merupakan langkah terakhir jika kalian sudah yakin kalau perangkat kalian dicuri atau tidak akan kembali selamanya.

Erase data akan menghapus semua data pribadi kalian pada perangkat yang hilang, sehingga data sensitif kalian akan aman dari orang-orang yang kepo.

Langkah ini penting karena data pribadi kadang-kadang lebih berharga dari perangkat yang menyimpannya. 

Tapi satu hal yang perlu di ingat disini..

Erase data bukan berarti kalian harus kehilangan data selamanya.

Terkadang kalian perlu yang namanya backup data penting di setiap kesempatan.

Maksud saya begini..

Data yang hilang bisa saja masih ada backupnya, baik di laptop, di google drive atau google photos dan sebagainya..

Jadi sebaiknya kita selalu backup data sebelum kita kehilangannya unuk semalamamanya... duh! #ribetanjay


Nah, itu dia kiat-kiat untuk melacak, mengunci, dan menghapus data pada smartphone yang hilang.., Kalian punya pertanyaan? pendapat ? atau malah punya pengalaman sejenis? 

Bisa kalian curahkan di kolom komentar..

Itu saja dulu bro, sekian dan thx sudah nyasar di blog ini :D

Jaman sekarang smartphone itu udah ibarat teman setia kita bro. Selalu hadir ketika kita membutuhkan, rikala senang ataupun sedih. Ketika ...

Wednesday, May 24, 2017

Virus di Android ? Penjelasan Ini Akan Membuatmu Sedikit Lebih Tenang!

Virus! Sebuah kata yang lagi ngetrend paska penyebaran program jahat bernama WannaCrypt akhir-akhir ini. Saking hebohnya, banyak instansi yang bertindak preventif untuk mencegah infeksi virus ini pada organisasi mereka. Tidak ketinggalan, orang-orang pun banyak juga yang khawatir kalau smartphone mereka akan ikut-ikutan terjangkit.

Lalu sebuah pertanyaan muncul..

Apakah ponsel pintar kita rentan terhadap serangan virus?

Tenang bro, jangan panik. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah edukasi diri kita sendiri.

Apa itu Virus?

Sebenarnya apa sih virus itu? Bentuknya kaya gimana?

Merujuk pada istilah PC tradisional, virus merupakan istilah yang digunakan untuk program jahat yang mampu mereplikasi dirinya sendiri pada sebuah sistem. Cara ini dilakukan para hacker untuk menyebarkan deretan kode jahanamnya dan merupakan sebuah mekanisme bertahan dari upaya pembersihan yang dilakukan oleh user.

Tapi apakah pernah ada aplikasi atau program yang dapat mereplikasi dirinya sendiri pada sistem operasi android?

Jawabannya: BELUM PERNAH DITEMUKAN.

Waw, dengan jawaban itu kita dapat simpulkan bahwa tidak ada virus pada sistem operasi android.

Tapi tunggu dulu..

Tidak ada virus bukan berarti smartphone kita terbebas dari ancaman program jahat lainnya?

Lho masih ada toh?

Tentu saja bro, masih ada yang namanya malware yang cukup mengganggu.

Malware??

Malware merupakan jenis program jahat yang digunakan para hacker yang memiliki kemampuan mengontrol smartphone kita demi kepentingan mereka. Program ini mampu mencuri data personal kita, menjualnya, dan juga mengirimkan iklan yang bejibun.

Merasa pernah tertimpa iklan yang selalu muncul di smartphone kalian? Sama, saya juga..

Nah, disini pembuat malware akan menggunakan berbagai cara pintar nan jitu yang dapat membuat aplikasinya tersinstal pada smartphone korban, termasuk menyamar menjadi aplikasi resmi atau berpura-pura memunculkan link untuk update sistem operasi yang katanya demi keamanan smartphone kalian. Setelah kalian pilih link itu, eh ternyata zonk, yang ada muncul aplikasi aneh lainnya di homescreen dan iklannya makin tambah banyak, meh!

Aplikasi bajakan yang bertebaran diluar sana juga merupakan hal yang menggiurkan bagi kebanyakan pengguna ponsel pintar, namun ini juga merupakan senjata ampuh yang digunakan oleh para kriminal untuk menyebarkan hasil kerja mereka. Jadi ya hati-hati aja bro.

Cara menghindari diri dari malware

Sebetulnya ada banyak cara untuk membuat smartphone kita bebas dari malware bro. Salah satu yang paling ampuh adalah dengan melakukan tindakan preventif sebelum terkena serangan menjijikkan tersebut.

Lagipula, sistem operasi smartphone kita merupakan platform yang relatif aman. Jadi ketika sebuah aplikasi akan dipasang, akan ada jendela yang menampilkan permission request dari aplikasi tersebut. Intinya tidak akan ada akses tersembunyi yang terjadi tanpa sepengetahuan kita sendiri.

Langkah preventif untuk menghindari hal ini adalah dengan mikir-mikir lagi sebelum memasang aplikasi pada smartphone kesayangan kalian. Terlebih lagi kalau aplikasi tersebut didapat bukan dari penyedia resmi seperti Play Store, Samsung Apps, Sony What's New, dan lain sebagainya.

Ngomong-ngomong tentang play store, apakah penyedia tersebut 100% bebas malware?

Sebagian besar pengguna smartphone berbasis android percaya bahwa segala yang mereka download dari play store bebas dari malware. Hal ini benar adanya mengingat google juga melakukan pemindaian secara berkala untuk memastikan playstore bebas dari aplikasi yang mengandung kode jahat.

Tapi banyak dari kita juga tidak sadar terhadap adanya aplikasi yang tidak memiliki deretan kode jahat, tapi memiliki maksud yang kurang baik.

Bingung?

Coba kalian perhatikan lagi ketika mendownload aplikasi di play store. Ketika memutuskan untuk memasang aplikasi, kita akan disuguhkan dengan prompt permission request aplikasi tersebut untuk mengakses beberapa fitur pada smartphone. Nah, dari sana kita bisa tau ini aplikasi mau ngapain aja.

Ambil contoh aplikasi Facebook, permission yang dibutuhkan yaitu jelas memerlukan informasi pengguna, kamera untuk ambil foto, storage untuk akses data dan fungsi lainnya yang relevan. Logis kan?

Tapi coba pikir jika ada aplikasi flash light (torch) atau senter yang memerlukan informasi pengguna? Buat apa coba?

Contoh lain jika kalian pernah install Kingroot untuk mendapatkan akses root di ponsel kalian dengan mudah. Aplikasi ini memerlukan akses lokasi, fingerprint device (device id dan imei), dan kamera, apa hubungannya dengan rooting coba?

Parahnya lagi, Kingroot akan menginstall berbagai adware yang membuat iklan-iklan muncul secara subur pada smartphone, termasuk pada lockscreen kalian. Ga cuman di situ, masih ada maksud tersembunyi lainnya bro, termasuk seperti yang dicurigai AVG bahwa kingroot dilaporkan memiliki kemungkinan mengumpulkan data personal penggunanya.

Parahnya, banyak orang yang tidak menghiraukan bagian ini dan langsung terima segala permission request dari aplikasi yang akan di install.

Disini jelas, sebenarnya kita lah yang memiliki kontrol penuh terhadap apa yang akan terjadi terhadap ponsel kesayangan kita bro. Jadi apapun yag terjadi itu juga karena diri kita sendiri.

Tapi kalau kita sudah terlanjur terjangkiti gimana dong?

Jika  kalian merupakan salah satu korban dari malware ini, tenang, kalian masih punya harapan hidup. Cara yang akan saya jelaskan bahkan akan membersihkan file-file malware yang bersarang pada sistem yang biasanya akan tetap bercokol walaupun kalian sudah uninstall itu malware.

Cara pertama adalah dengan cara manual, yaitu dengan uninstall aplikasi yang aneh dan tidak kalian kenali. Cara ini cukup ampuh mengingat malware di android khususnya, tidak mampu menduplikasi diri dan akan tetap pada direktorinya.

Tapi berbeda cerita kalau kalian pada kondisi root dan mengizinkan akses root terhadap aplikasi mencurigakan tersebut. Jika sudah begitu tidak ada jaminan bahwa aplikasi itu tidak akan membuat perubahan terhadap sistem. Maka pendekatan yang paling tepat adalah menginstall aplikasi pembersih atau antimalware yang tersedia di play store.

Salah satu yang pernah saya gunakan adalah Malwarebytes antimalware. Aplikasi ini ampuh mendeteksi aplikasi yang memiliki maksud kurang baik dan menghapusnya dengan tuntas. Penggunaannya juga mudah dan tidak ribet, cukup dengan beberapa sentuhan dan biarkan aplikasi yang urus semuanya.

Tetapi, jika setelah melakukan pembersihan tuntas  masalah masih ada atau sialnya timbul masalah baru, kalian bisa coba reset smartphone kalian ke pengaturan pabrik atau melakukan flash ulang dengan menghapus file data dan cache. Dengan cara ini dijamin sistem smartphone kalian akan bersih seperti baru.

Bottomline

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, virus di android secara teknis tidak ada. Yang ada adalah malware yang sering disebut sebagai virus oleh sebagian orang walaupun istilah itu kurang tepat. 

Oleh karena sistem operasi mobile jaman sekarang sudah mimiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi, potensi terjangkitanya malware sebenarnya sangat rendah. Namun masih ada beberapa persen kemungkinan yang sebenarnya dipengaruhi oleh tingkah laku pengguna, bukan karena kerentanan sistem.

Akhir kata, stay safe bro, jangan sembarangan install aplikasi kalau tidak mau terjangkiti. 
Virus! Sebuah kata yang lagi ngetrend paska penyebaran program jahat bernama WannaCrypt akhir-akhir ini. Saking hebohnya, banyak instansi ...