Tuesday, February 16, 2021
Yaah.. Balik Lagi ke Hobi Yang Telah Lama Terlupakan
Semua akan kembali ke awal.
Mungkin banyak dari kalian yang mengenal blog ini (atau bahkan saya sendiri) sebagai blog yang membahas tentang tips & trik seputaran Android dan smartphone pada umumnya..
Atau bagi kolega di dunia pariwisata, saya dikenal sebagai seorang Front Desk Agent, dan Supervisor yang suka ngeluh..
Tapi jauh sebelum saya terjun di bidang-bidang tersebut, sebetulnya saya sudah lebih dahulu ketemu dan di empu oleh dunia Multimedia.
Ibarat anak yang dilahirkan ibunya, saya bisa aja main-main jauh,
Tapi pasti balik lagi pulang kan..
Dan itulah yang saya alami.
Itulah hidup..
Apa yang Saya Mau VS Apa yang Dunia Mau
Setelah sekian lama bersembunyi dari dunia multimedia, "rindu" mungkin satu-satunya kata yang ada di benak saya saat itu.
Rindu akan ide-ide yang di yang digali habis-habisan tentang alur cerita, konflik, resolusi, dan cara menyampaikan ide melalui media audio-visual.
Dan itu dilakukan hampir setiap hari, dulunya.
Betul sekali, dulu saya suka yang namanya bikin video dan menyampaikan ide melalui media audio-visual
Dan saya terkenal sangat strict sekali dalam proses ini, terutama bagi mereka rekanan sekelas saya di masa sekolahan dulu.
Bahkan banyak pula orang yang menilai saya terlalu perfeksionis, dan malah menjadi dendam karena tingkah saya.
Bah..
Tapi...
Setelah lulus dari SMK jurusan Multimedia, tiba-tiba saya membuat keputusan untuk ubah haluan ke dunia pariwisata melalui sebuah jurusan kuliah yang menurut saya "tidak menjurus ke sebuah bidang" sama sekali.
Sastra Inggris..
Ada sebuah idealisme yang saya coba kubur dalam-dalam
Karena kalau tidak, mungkin saya tidak punya yang namanya uang sekarang..
Ini dikarenakan banyaknya ketidak-sesuaian antara ekspektasi dan realita yang terjadi
Ya, bisa dibilang sebuah pelarian yang kali aja bisa membuka peluang baru.
Kali aja bisa sukses, kan...??
Tapi sialnya, dengan masuk Sastra Inggris, jiwa idealisme yang tadinya coba dikubur, malah makin bergejolak,
Karena masuk sastra inggris ternyata tidak diajari ngomong bahasa inggris supaya lancar..
Melainkan, saya lebih sering menganalisa karya sastra berbahasa inggris (English Literature), dan fenomena kebahasaan lainya (Linguistik) termasuk Semiotic, yang sangat erat dengan dunia desain visual..
Dan di dalam analisis sastra, disamping bertemu dengan karya-karya hebat yang belum pernah saya lihat sebelumnya, saya juga belajar tentang alat-alat atau tools yang digunakan para author dalam.., apa ya ?
Mungkin eksplorasi dalam menyampaikan ide melalui media yang ada.
Seperti salah satunya yang bernama Literary Devices, dan didalamnya ada teknik favorit saya; Symbolism
Ini malah seperti masuk kelas film tanpa sengaja.
Luar biasa..
Betul saja, dipertengahan semester 4 saya diminta untuk mendirect sebuah video clipt dari band teman sekolah dulu, dan langsung saja saya terima.
Inikah yang namanya takdir?
Tapi peduli apalah, saya masih acuh dan tetap pada pendirian untuk masuk ke pariwisata.
Sampai terhitung awal tahun 2021, empat tahun lamanya saya menekuni bidang pariwisata ini.
2021 juga menandakan sudah setahun lamanya pandemi sialan ini mewabah.
Ini seperti alam yang meminta saya untuk berpikir kembali.
Dan momennya memang tepat.
Ada sebuah kontes film pendek yang diadakan oleh Yamaha Music Indonesia, bertajuk "How Music Change Your Life"
Tanpa pikir panjang, saya putuskan untuk coba terlibat.
Dan ini hasilnya
Satu lagi, hasil kolaborasi dengan youtuber yang sedang naik daun (secara harfiah memang suka menunggangi daun diatas motor untuk pakan ternak) Chandra Shakti TV
Plong.
Itulah yang saya rasakan sekarang.
Seperti menahan hajat sekian lamanya, yang akhirnya kini terlampiaskan.
Ekstrim ??
Memang iya,
Itulah hidup.
Tuesday, October 27, 2020
Akhirnya Animasi Ke-Tiga Rampung Juga ! - Aplikasi Membuat Animasi Di HP
Ini merupakan animasi ke 3 yang saya buat di HP Redmi 4X saya, dan saya bangga !
Gimana ya, biar animasinya tidak bagus-bagus amat, tapi ada rasa pride gitu di hati
Satu lagi kerjaan yang kelar, walau makan waktu hampir dua bulan.
Hah ? Dua Bulan ?
Betul sekali saudara-saudara..
Poject yang satu ini makan waktu hampir dua bulan,
Beda dari animasi pertama yang hanya satu bulan.
Sebetulnya ga seharusnya selama itu sih,
Cuman ya, banyak kendala yang saya alami dalam pengerjaan animasi ini, yang sebagian besar sudah saya share di artikel sebelumnya.
Mulai dari mata letih, lelah, lesu, lunglai, loyo.., jam kerja dikantor yang nambah..
Sampai kebiasaan menunda-nunda yang ga ketulungan
Tapi, thanks God berkat kemauan yang tinggi, akhirnya kelar juga.
Sekilas tentang animasi ketiga ini
Sebetulnya kali ini saya ingin menyinggung masalah stereotip yang ada di masyarakat tentang mereka yang bekerja di dunia pariwisata, khususnya seorang frontliner.
Jadi idenya saya ingin berbagi informasi, sekalian curhat juga, gimana sih rasanya kerja di hotel ?
Apa betul enak, gampang, dan kantong tebel seperti kata orang ?
Begitu..
Saya tidak ingin mengatakan bahwa kerjaan frontliner itu yang paling menyenangkan atau paling susah, apalagi berniat menyerang pihak manapun.
Yang saya harapkan sih, sedikit tidaknya orang pada tau perspektif lain dari role yang satu ini.
Tujuannya sih supaya menjadi informatif bagi orang lain, atau bagi mereka yang ingin menjadi seorang frontliner.
Dan semoga jadi penyemangat bagi mereka yang kerja di Hotel
Ya, at least perasaan mereka sedikit terwakili dengan video animasi ini, hahahaha..
Oke, tanpa basa basi lagi, bagi kalian yang penasaran, simak aja videonya di bawah ini 😀
(Saya buatnya susah payah, jadi saya harapkan feedback dari kalian ya 😅😅)
Oh iya, salam buat kalian hotelier yang lagi on-duty, libur, atau yang dirumahkan.
Tetep strong ya !
Thursday, October 15, 2020
Aplikasi Membuat Animasi Di HP #3: Enak Bisa Kerja Dimana Saja ? Pikir Lagi Deh!
Enak ya, kalo bisa ngasilin duit dari ngegambar dan buat animasi di HP..
Bisa kerja dimana saja..
Ga perlu repot-repot ke kantor lah, kehujanan lah, kepanasan lah.
Waktu kita sendiri yang atur, yang penting ada progress.
Prosesnya gampang, tinggal buka aplikasi di hp, langsung bisa gass, tanpa perlu booting komputer lagi.
Ga banyak ngabisin listrik, ga perlu install tablet gambar.
Sambil tiduran, sambil jongkok, semua gaya, bisa..
Praktis lah.
Tapi setelah dijalani, kok progress saya jadi lambat, bahkan mentok.
Bahkan saya malah jadi stress berkepanjangan, dan project jadi terbengkalai.
Apa yang salah ya?
Kerja Bisa Dimana Saja Dan Kapan Saja.
Tapi Kok Ga Kelar-Kelar Ya ?
Ternyata bisa kerja dimana saja dan kapan saja itu tidak semudah dan senikmat yang saya bayangkan.
Ada banyak godaan yang mengintai baik dari luar maupun dalam diri kita sendiri.
Keduanya sama-sama sulit dihindari, dan bikin project molor dari satu bulan yang saya targetkan.
Kesel ? Pastinya!
Tapi apa yang saya maksud dengan godaan luar dalam ?
Oke saya mulai menjelaskan dari godaan luar dulu,
Godaan luar merupakan godaan yang berasal dari luu....
plis dong ah, BASI!
Saya jelaskan dengan sebuah contoh kasus saja.
Ternyata Seberapapun pentingnya pekerjaan yang saya lakukan di HP, dimata orang tetap saja saya dianggap sedang main HP
Sangat disayangkan sekali, pandangan yang masih melekat di lingkungan keluarga tersayang saya yang satu ini.
Saya curiga ini hal ini juga terjadi di mana-mana, dan telah memakan banyak korban 😂
Kalian tau kan, membuat animasi itu merupakan pekerjaan yang menjemukan dan melelahkan, sehingga harus dikerjakan secara konsisten untuk dapat menghasilkan hasil jadi.
Tapi, seberapa pun detilnya saya menjelaskan bahwa saya sedang bekerja melalui HP, orang sekitar saya menganggap kalau saya lagi santai, tidak melakukan apa-apa.
Akhirnya disuruh ini lah, disuruh itu lah.
Dianggap tidak penting lah
Dan wajar saja, konsep kerja dari "mainan" yang namanya HP itu tidak ada di zaman orang tua saya dulu.
Alhasil ide itu bullsh*t bagi mereka
Dan ternyata tidak hanya terjadi ketika kerja di HP
Hal yang sama juga terjadi ketika saya menulis di blog ini.
Padahal sudah jelas-jelas mengetik, gitu kan, di depan laptop sambil dengerin lagu di headphone.
Bagi saya sudah kelihatan seperti orang penting, yang ga boleh diganggu.
Masih aja ada yang iri kalau saya "duduk"
Bukannya saya ga seneng bantu-bantu orang lain
Hanya saja, interupsi model diatas itu menghancurkan proses kreatif, mas!
Ya, betul, tipe pekerjaan yang melibatkan kreatifitas sangat mencintai konsentrasi penuh dan membenci yang namanya interupsi.
Dan menurut saya ini beda dengan pekerjaan saya sehari-hari di hotel sebagai tukang checkin-in tamu atau Guest Service Agent dalam Front Office Department, yang mana ada task-list dan job sequence yang jelas, yang bisa kelar walau ada interupsi dari tamu (atau bos) yang mau ini itu.
Pokoknya tak ladeni, mas! (karena emang tugasnya demikian 😂)
Paling hanya meningkatkan kemungkinan kesalahan-kesalahan kerja yang terjadi.
Saya tidak ngomong asal lho ya,
Dalam buku yang ditulis oleh Cal Newport (seorang Associate Professor Terhormat Provost di Departemen Ilmu Komputer di Universitas Georgetown), yang saya kutip dari situs ethos3.com, dikatakan bahwa:
If you spend large portions of your day in a state of fragmented attention—where your regular workflow is constantly broken up by taking frequent breaks— this can permanently reduce your capacity for concentration.
Bahkan diperjelas lagi dengan penjelasan di situs tersebut, yang bedasarkan riset lebih lanjut oleh Dr. McPherson di tahun 2013, yang menyatakan bahwa mereka yang sedang dalam proses kreatif yang terus di interupsi, tidak hanya menghasilkan konten yang berkualitas rendah, namun juga dalam jumlah yang jauh lebih sedikit.
Dalam kata lain, jika kita terus diinterupsi, maka kita akan kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi, dan tanpa konsentrasi, maka tidak ada kreatifitas, kualitas, dan produktifitas.
Wow, ternyata dampaknya sangat destruktif
Oke, itu satu godaan luar yang paling kerasa saya alami.
Adakah godaan luar yang lain ?
Banyak mas!,
Kalian cek saja di artikel Hal yang saya alami ketika membuat animasi di HP
Oke, lalu bagaimana dengan contoh godaan dari dalam?
Sering menunda.
Sedang mencari inspirasi, atau lagi prokrastinasi ?
Sebetulnya saya juga tidak terlalu paham dengan apa yang sering saya alami ini. Tapi yang jelas, dari pola yang saya amati, praktik menunda pekerjaan sangat sering saya lakukan
Sebelumnya, bagi yang belum tau, prokrastinasi merupakan kecenderungan seseorang untuk menunda sesuatu pekerjaan, yang anehnya kita sadar akan konsekuensi negatif dari penundaan tersebut, tapi tetep saja kita lakukan.
Sebetulnya, ini juga merupakan salah satu bentuk interupsi, namun karena munculnya dari dalam diri, saya bedakan lah dalam penjelasannya.
Menurut sebuah studi di tahun 2013 yang saya kutip dari The New York Times, Dr. Pychyl dan Dr. Sirois mengemukakan bahwa prokrastinasi dapat terjadi ketika timbul keadaan mendesak untuk memperbaiki mood daripada untuk menyelesaikan pekerjaan
Jadi sebenarnya akar dari permasalahan menunda-nunda ini bukanlah ketidakmampuan mengatur waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, melainkan kesulitan mengatur mood ketika ingin, atau sedang melakukan pekerjaan tersebut.
Entah ada yang engga asik dari pekerjaan tersebut (repetitif, sulit, atau akan melelahkan) atau ada hal mendalam seperti keraguan, ga PD, atau takut salah.
Alhasil kita akan beralih melakukan hal lain yang lebih menyenangkan, seperti cek FB, nonton video lucu di Youtube, main gitar, atau malah cuci piring (seperti saya).
Yang jelas, prilaku pengalihan aktifitas ini bersifat rewarding, akan membuat kita senang dan memperbaiki mood kita juga. Sehingga dengan mood bagus, akan membuat kita lebih siap mengerjakan pekerjaan utama tanpa berat hati.
Eits, tapi jangan senang dulu mas,
Disinilah masalahnya.
Otak kita, kalau dikasih yang senang-senang, biasanya nagih lagi.
Sementara, asosiasi negatif kita terhadap pekerjaan utama yang kita hindari tadi masih tetap ada.
Ya, kalau kita merasa pekerjaan itu repetitif, atau sulit, ya masih berfikir demikian
Akhirnya, kita cenderung akan menunda lagi ketika ketemu atau memikirkan hal sulit di pekerjaan kita tadi
Gitu aja terus, sampai kerjaan ga kelar-kelar, dan munculah stress.
Oke, sepertinya saya mulai melihat keterkaitan antara godaan luar dalam ini.
Seperti terjebak dalam lingkaran syaiton, yang mencegah kita untuk menyelesaikan pekerjaan.
Solusinya ?
Nah terus gimana ?
Apa karena masalah diatas saya akan berhenti membuat video animasi di HP ?
Tentu tidak dong ya,
Setelah saya berhasil mengenali permasalahan yang saya hadapi, saya cari dong solusinya.
Dan beruntung sekali, dalam proses mencari solusi tersebut, saya menemukan satu ide yang menyatakan dimana prokrastinasi terkontrol memberi efek bagus terhadap proses kreatif. (sebuah pembenaran yang TOP abis)
Adalah sebuah statement dari Aaron Sorkin, seorang kreator di acara televisi yang menarik perhatian saya saat itu.
You call it procrastination, I call it thinking.
Menurut dia, prokrastinasi dapat membantu kita dalam proses kreatif jika dimanfaatkan dengan baik.
Hal ini dikarenakan ketika diberikan sedikit waktu, otak kita bisa berpikir dengan jernih dan mampu menciptakan solusi dan ide baru.
Ternyata kebiasaan ini sebetulnya juga bisa membantu saya supaya bisa terus berkarya.
Ya tidak buruk-buruk amat lah.
Hanya saja perlu kesadaran supaya tidak menjadi penundaan berkelanjutan
Jadilah saya membuat formula untuk mengatasi permasalahan project yang mentok ini:
- Untuk menghindari interupsi luar, cari waktu yang pas buat kerja.
Waktu dimana kita bisa jamin minim interupsi, walau jadi berkorban tenaga sedikit karena waktu yang saya pilih adalah di malam hari ketika semua orang sudah tidur.
- Untuk meminimalisir perasaan stuck yang biasanya berlanjut ke penundan, luangkan waktu untuk berdamai dengan diri sendiri, dan segera atasi mood yang lagi down.
Coba ingat kembali kenapa kita ambil kerjaan ini. Yakinkan diri bahwa semua kerjaan pasti ada saja tantangannya, dan kita hanya perlu mengatasi tantangan kecil tersebut.
- Kalau masih mentok, tidak apa-apa untuk melakukan prokrastinasi sedikit supaya mood baik lagi, tapi setelah itu pastikan balik kerja dan lihat masalah yang membuat kita stuck supaya ketemu solusinya.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, prokrastinasi juga bisa di bawa ke hal positif, seperti menonton video di youtube untuk mencari inspirasi, sehingga muncul ide baru untuk menyelesaikan masalah dengan cara yg lebih efektif
Coba juga breakdown kerjaan jadi beberapa task kecil yang achieveable, sehingga, bagi orang model saya yang ruwet, akan membuat diri jauh lebih tenang, dan tidak kagetan.
Nah itu dia usaha yang sedang saya jalani sekarang.
Mudah-mudahan mampu mengeluarkan saya dari lingkaran jahanam yang menghalangi saya menyelesaikan project-project kecil ini.
Semoga ini bisa bermanfaat bagi yang mengalami hal yang sama.
Oh iya, salam #Respect bagi para Animator, Graphics Designer, Web Developer, Video Editor, dan lain sebagainya, terutama yang berdomisili di Bali
Apa ? Kerja gampang ?
Tinggal duduk doang ?
Makan tuh Ambeyen
Kwkwkwkw
Bye !
Sunday, August 30, 2020
Hati-Hati! Jangan Sampai Jadi Buta Gara-Gara HP! Begini Cara Mencegahnya !
Era Digital dan Degradasi Mata
- pengelihatan kabur
- mata merah karena hp
- mata kering dan/atau gatal
- sakit kepala
- leher dan pundak kaku/nyeri
- pencahayaan yang kurang
- pantulan cahaya luar (refleksi) pada monitor
- postur badan yang kurang tepat, seperti membungkuk
- jarak pandang yang tidak direkomendasikan ( < 40 cm)
- masalah pengelihatan yang belum diobati
Penyakit mata progresif yang mengarah ke kebutaan
Lah, terus gimana dong ?
Cara mencegah mata rusak karena HP
- Jaga jarak layar dengan mata sekurang-kurangnya 40cm, dan siasati huruf yang jadi kecil dengan memperbesar ukuran font ponsel.
- Hindari kondisi layar yang reflektif, pantulan cahayanya dapat mengganggu pengelihatan.
- Ikuti aturan 20-20-20, dimana setiap setelah 20 menit menatap layar, tataplah benda yang berjarak 20ft (kurang lebih 6 meter), selama 20 detik
- Istirahat setelah 2 jam menatap layar, sekurang-kurannya 15 menit.
- Seringlah berkedip untuk mencegah mata kering.
- Sesuaikan tingkat kecerahan layar sesuai pencahayaan lingkungan.
-
Gunakan profil warna yang lebih nyaman, dan gunakan
night-light disaat malam.
Profil warna yang disarankan adalah yang mirip dengan profil night-light, dimana radiasi cahaya biru lebih dikurangi. - Bagi pengguna lensa kontak, bisa diganti sementara dengan kacamata untuk mengurangi stress terhadap mata.
- Jangan paksakan diri untuk tetap menatap layar ketika sudah merasa letih, tidak harus menunggu setelah dua jam baru istirahat.
- Makan makanan bergizi, terutama yang mengandung vitamin A, kayak wortel (lebih membuat saya merasa aman saja)
- Kalau ada waktu luang, lakukan aktivitas outdoor, jangan melulu di dalam ruangan saja.
Kesimpulannya...
Saturday, April 11, 2020
Langkah Awal Untuk Menjadi Content Creator Sukses di Youtube
Youtube, media yang sedang digandrungi seluruh umat di jagat raya, yang dewasa ini hampir melahap semua acara televisi yang sebelumnya sering kita pantengin.
Dulunya artis layar kaca, sekarang malah banyak orang ingin menjadi kreator di youtube, baik karena hobi, atau tergiur pendapatan dari menjadi youtuber.
Bukannya tanpa alasan, masalahnya pendapatan yang bisa diraih youtube disini banyak, sangat!
Menurut Forbes, pendapatan PewdiePie, youtuber individu dengan subscriber terbanyak, pada tahun 2018 tembus 15.5 Juta Dollar.
Wow!
Untuk creator di indonesia, menurut TheJakartaPost Atta Halilintar meraup keuntungan 1.5 juta Dollar per bulannya.
Menggiurkan bukan?
Nah pertanyaannya, untuk menjadi seperti mereka, apakah mungkin ?
Sangat, sangat mungkin.
Namun kita harus memulai dari sebuah langkah kecil, yaitu upload video.
Membuat Konten Youtube Berkualitas
Tahap Pertama, Buat dan Unggahlah Sesuatu yang Kalian Suka
Sebelum upload video, kita perlu pastikan kalau kita sudah punya yang namanya channel youtube.Aneh sepertinya kalau kalian mencari cara menjadi youtuber, tapi belum memiliki channel youtube.
Kalau ternyata memang belum punya bagaimana ?
Ya, silahkan buat dulu, sangat mudah.
Yang sudah punya akun google pasti dapat melakukannya dengan sekali klik.
Sementara kita jangan berpikir apa-apa dulu, tidak perlu pusing-pusing memikirkan teknik SEO atau bagaimana video kita supaya langsung populer.
Jangan!
Kita hanya perlu membuat konten yang kita sukai, itu saja dulu.
![]() |
| jangan salah, memasak ternyata menarik untuk ditonton |
Yang suka menghibur teman lewat video lucu, silahkan, kalau suka cover lagu juga oke.
Walaupun hanya modal hp sekalipun, tidak masalah.
Bahkan banyak yang sukses di Youtube dengan menjadi youtuber gaming, hanya bermain game di hp.
Yang penting dasarnya suka.
Tau channel Ryan Toys Review?
Channel ini merupakan channel yang masuk di 10 channel dengan bayaran tertinggi di dunia, mengalahkan PewDiePie dan Paul Brothers menurut Business Insider
Idenya hanya mengulas mainan-mainan.
Terdengar sepele kan?
Sesuatu yang kita sukai tentu saja akan lebih menyenangkan jika dilakukan, ketimbang yang disukai banyak orang namun dipaksakan, sehingga saya harapkan dengan dasar suka, jadi konsisten.
Dengan begini kita tidak akan menghambat diri dengan memikirkan hal yang belum menjadi penting.
Upload video saja dulu, tentang apa saja, asal orisinil dan kalian suka.
Just make the progress..
Tapi jangan sampai melanggar norma-norma.
Sip.
Setelah satu video, lanjutkan dengan video-video lainnya.
Oh iya, kita juga bisa share video tersebut ke teman dekat, tidak masalah.
Kemudian, setelah beberapa hari upload, lihatlah perkembangan channel kita.
Mereka yang menonton video akan memberikan respon dengan komentar, like, bahkan subscribe channel.
Ketika Mulai Serius, Lanjut Tahap Kedua
Tapi bagaimana kalau malah belum ada yang komen, like, atau subscribe sama sekali?Jangan khawatir, ini baru permulaan.
Pada tahap ini, kita harus belajar mengaitkan tentang apa yang kita suka dan bagaimana caranya supaya orang-orang nyaman menontonnya sampai hingga memberikan respon.
Bagaimana caranya?
Nah, kali ini barulah kita memikirkan tentang kualitas konten dan cara penyajiannya.
Menurut saya ada dua tipe konten populer, yaitu konten yang Viral dan konten Informatif
Konten Viral
Jenis konten ini, sesuai namanya adalah tipe konten yang sangat mudah menyebar, seperti virus.Layaknya virus juga, konten seperti ini hanya bertahan beberapa saat selama ada yang menyebarkannya.
Umumnya ciri-ciri konten viral adalah konten yang bersifat menghibur.
![]() |
| seseorang akan berbagi ke orang terdekatnya |
Tapi hati-hati.
Cara buatnya seperti apa?
Untuk membuat sesuatu yang bersifat viral pada dasarnya, kita hanya perlu menggerakkan perasaan orang.
Maksud saya begini.
Selama konten yang kita buat ternyata dapat membangkitkan perasaan seperti "decak kagum", "lucu", "menyentuh", atau juga "kesedihan" pada derajat tertentu, penonton akan membagikannya ke orang lain.
Ingat, audience kita adalah manusia.
Lihatlah iklan Thailand yang banyak dibagikan orang-orang, bagaimana itu dibuat sedemikian menyentuh hati.
Atau video-video Ilusi visual efek dari Zach King.
Minimal kita dibuat kagum dengannya.
Coba bandingkan dengan iklan-iklan yang biasa saja tanpa menyentuh aspek perasaan manusia.
Menontonnya saja malas, apalagi share.
Jadi intinya disini, kalau mau sesuatu jadi viral, buat penonton terharu, tertawa, bangga, atau marah.
Saya serius.
Konten Informatif
Untuk tipe yang satu ini biasanya populer karena banyak dicari dan ditemukan oleh audience-nya, berbanding terbalik dengan konten viral dimana kebanyakan kontennyalah yang malah menemukan audience.
Contohnya saja video tutorial dan review.
Jangan lupa, setiap manusia akan selalu punya masalah, dan mereka akan terus mencari solusi dari masalah tersebut.
Dan internet adalah salah satu sumber jawaban dari permasalahan mereka.
Tawarkanlah solusi.
Yang paling penting dari konten informatif ialah tentu harus padat akan informasi.
Minimal dapat menjawab satu atau dua pertanyaan yang dimiliki audience.
Kemudian tak kalah penting yaitu penyajian yang menarik, tidak membosankan, dan nyambung dengan apa yang dibahas.
Nah setelah tau kedua tipe konten populer, sekarang mari lihat lagi video yang pernah kita upload di youtube.
Masuk ke kategori manakah mereka ?
Tahap ketiga, introspeksi dan perbaiki
Ujung-ujungnya semua harus konsisten.
Ini semua merupakan langkah awal, setidaknya membantu kita supaya dapat feel dulu.
Saturday, April 4, 2020
Pandemi COVID-19: Tips Ampuh Ketika Dirumah Aja
Anda datang di saat yang tidak tepat boss.. Dan ga akan ada waktu yang tepat buat anda
Dunia sedang keadaan menyepi dengan adanya pandemi ini. Tapi eh tapi, internet malah ramai dengan pemberitaan mengenainya. Sialnya, gara-gara ini semua, banyak orang yang jadi work from home, alias dirumahkan.
Iya, masih mending kalian WFH, lah eike #stay at home, ketiban UL.
Tetapi tidak apa-apa, masih untung saya belum mati, dan masih diberi kesempatan nulis.
Nah, sebagai salah satu master dari seni berdiam diri di rumah, saya akan berbaik hati berbagi 5 tips supaya kalian pas #DirumahAja bisa enjoey dan tetap produktif.
1. Relax, Beristirahatlah
Kita sudah begitu lama bekerja bro.gak sadar kan?
Walau ada yang namanya libur, terkadang belum cukup, terutama untuk manusia seperti saya. Terkadang rasa tidak puas itu begitu menjadi-jadi beberapa jam sebelum memulai shift setelah libur.
![]() |
| relax tanpa kendala by freepik |
Nah, dengan kesempatan kali ini, kita bisa enjoey beristirahat tanpa dikejar shift atau jam kerja.
Beristirahat disini sangat berarti luas ya, istirahat body, istirahat pikiran, pokoknya istirahat. Yang biasanya kerja peras otak, ya setidaknya sementara otaknya jangan di peras, gitu.
Atau yang pengen banget tidur, you name it, tidur siang, tidur senja, tidur petang, bisa,, diatur aja..
Walaupun sudah pasti gaji yang diterima bulan ini begitu sedikit, ya wajar lah, namanya juga lagi krisis.Tetapi ya ambil positifnya juga dong, setidaknya masih bisa ketawa.
2. Cari Inspirasi di Internet, Gali Potensi Diri yang Tersembunyi
Sambil beristirahat, ga ada salahnya juga dong kalau kita browsing-browsing cari ide yang fresh gitu. Bagi saya, kalau libur sampai tidak menghasilkan progress itu seperti sayur tanpa "r", berasa ada yang kurang gitu.
![]() |
| dapat ide dari internet |
Internet merupakan sumber informasi gratis yang lengkap yang perfect banget di situasi seperti ini, sayang banget kalau yang di cari cuman bokep.
Eh, tapi bokep termasuk ke mengistirahatkan otak juga kali ya?
Anyway..
Dengan kita cari-cari inspirasi baru, kita jadi tetap optimis, bahkan bisa jadi peluang bagi kita-kita yang menjadi karyawan untuk memulai suatu usaha. Ya kali aja abis pandemi ini, kita langsung bisa resign dan menjadi boss di usaha sendiri.
3. Memulai sesuatu yang baru
Nah ini erat kaitannya dengan mencari inspirasi di poin nomor 2. Setalah dapat berbagai inspirasi kita bisa mulai menggarapnya.![]() |
| hal baru, akankah mengubah masa depan kita? |
Memulai sesuatu yang baru biasanya sulit kalau kita bekerja full time. Sekarang, ga ada alasan lagi untuk menundanya.
Hal baru sangat baik bagi keberlangsungan hidup kita bro, bahkan nenek moyang kita dulu selalu memulai hal baru, sampai saat ini besi terbang jadi kenyataan.
Ini bisa berupa kebiasaan baru, project baru, atau apa lah yang bermanfaat, minimal manfaat buat kalian dulu. Atau bisa coba-coba nge-Vlog lah yang paling simple, kali aja nyaman dan keterusan.
Tapi tetep dari rumah aja ya.
4. Waktu untuk lebih dekat dengan keluarga
Sudah berapa ratus ribu jam kita habiskan untuk bekerja? Bahkan banyak di antara kita yang tega-teganya bawa kerjaan ke rumah, cuih.![]() |
| keluarga adalah hal yang sangat penting bro, no joke |
Ayah, Ibu tidak pernah di ajak ngobrol, Istri/suami tidak terjamah sedikitpun.
Men, kita bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja,,
Disinilah kesempatan kita untuk memperbaiki hubungan itu. Kita bisa mulai untuk sekedar ngobrol sama orang rumah, basa-basi, ajak main anak, pokoknya buat hubungan berkualitas deh.
5. Bermain game, Nonton Film, Segala Macam Hiburan
Oke, ini dia yang paling populer. Walaupun waktu habis kebuang, setidaknya bisa bikin seneng.![]() |
| enak tuh bro, nonton begituan pakai VR |
Sebenarnya hiburan disini adalah salah satu cara untuk beristirahat, cuman feel enjoey nya lebih dapet disini.
Intinya bikin suasana hati membaik lah, kita udah melalui banyak hal akhir-akhir ini, jadi ga ada salahnya dong sedikit menghibur diri.
Tapi mungkin diatur saja porsinya, supaya ga kebablasan dan tetep produktif.
Bonus
![]() |
| Saran dari WHO Indonesia |
didalam tubuh yang kuat, bebas dari corona yang menggeliat.
Sekian dari saya, mungkin kalian ada tips lain, bisa share di kolom komentar..
Stay healthy, smile, and keep enjoey..
Tuesday, May 3, 2016
EYD: Sebuah Renungan Untuk Kembali ke Jalan yang Benar bagi Blogger
Welcome back bro,Gw yakin beberapa dari kalian bertanya-tanya, apa sih maksud dari judul artikel kali ini? Memang agak lebay sih bro, gw akui itu. Tapi mungkin diantara lo ada yang udah tau isi dalam kepala gw bro, tujuan gw itu mau apa. Buat yang udah tau, mungkin lo punya bakat jadi seorang cenayang bro, mungkin juga bakal dukun sakti. Mungkin lo adalah dukun yang diramalkan bakal bantuin gw melet pengunjung biar main ke blog ini bro,.. Mungkin...
Aaah, kelamaan!
Langsung aja, to the point bro, gw mau resign jadi blogger sok gaul. Nah lho!
Why bro? Why?
Tunggu dulu. Sebelum gw kasik tau alasannya, jangan salah sangka dulu bro. Gw orangnya emang bener gaul bro. Gw sering nongkrong, minum-minum, keluyuran ngelewa di jalan. Percaya deh. Minuman gw bro, lo tau bro? Tuwak, hmm sepet banget bro! Di daerah sini, tuwak itu tolak ukur seberapa gaulnya seseorang bro, sekedar informasi aja... (50% dari informasi di paragraf ini adalah benar)Trus apa hubungannya sama judul artikel bro?
Ceritanya gini bro. Gw sempet mikir caranya bikin artikel biar bilingual atau multilingual gitu bro. Jadi artikel gw nanti bisa dipilih dalam versi bahasa inggris, atau bahasa lainnya. Yah, dalam rangka mewujudkan impian gw, yaitu punya blog yang Go Internationale, hal ini wajib bro. Tapi ada satu kendala bro. Kalo gw bikin 2 post yang sama dengan bahasa berbeda, takutnya malah di detect sebagai duplicate content sama om google. Meh..
Jadi gw mulai tuh kepo dan mencari-cari informasi di internet perkara ini. Trus gw dipertemukan pada sebuah artikel, sebuah sindiran berkualitas yang sangat menyayat hati gw bro, kwkwk, lo bisa cek disini. Nah, gw mulai sadar tuh, ternyata bisa make widget google translate di blog kita. Tapi syaratnya satu bro, tulisan gw mesti mengikuti kaidah EYD bro. Kenapa gitu?, karena kalo tulisan gw masih kaga baku, pas ditranslate bakal ancur bro, jadi bersifat karsinogen gitu terjemahan artikel gw. Nah, gw kaga mau para pembaca artikel gw pada kena kanker, jadi gw putuskan gw yang mengalah bro..
Kalo lo tanya ikhlas kaga nya gw kembali ke jalan EYD, ya gw sih iklas-iklas aja bro. EYD juga kaga merubah gaya tulisan gw bro, kan cuman ejaanya doang yang dirubah, jiwanya masih bombastis, kwkw.
Nah, trus kenapa nih artikel masih make ejaan yang belum disempurnakan?
Sunday, May 1, 2016
Domain sendiri - Awal yang Indah untuk mulai nulis di blog
Welcome back to my humble blog broo..Yaah, kali ini gw mau bicara masalah apa yang barusan gw perbuat. Bukan tindakan kriminal bro, bukan pula tindakan anarkis setelah menonton video di artikel ini (jelas bukan). Tapi sebuah hal yang manfaat bro, yaitu beli domain.
Hah, Domain?
Iya, domain.. Itu lho alamat web yang biasa lo ketik di browser, yang ada akhiran .com, .org, mungkin aja .coy, atau .bro dan sebagainya. Kenapa gw beli, ya pengen aja bro. Gw pengen serius nulis-nulis di blog. Kebetulan aja gw ngerti dikit-dikit lah masalah internet, kan gw belajar tentang sejarah internet di SMP (sebenarnya ga ada hubungannya). Ngapain beli begituan, sok sok jago, artikel masih bisa dihitung jari jugaYa terserah bro, itu hak kalian. Tapi gw juga punya hak dong, duit-duit gw bro, terserah gw dong make nya.. kwkwkw. Tapi iya juga bro, kata-kata gw ada benarnya, percaya deh.. Daripada duit gw abisin buat beli rokok, hayo..
Emang apa bedanya?
Wah, manfaat banget, pengen beli ah..
Hahaa.. (ketawa 1/4)
Cieh author ngelewa.com baik banget deh, mau bagi-bagi pengalamannya yang berharga..Haaah... (ketawa 1/8)
Yasudahlah.. daripada ngelantur, gw cukupkan sharing masalah ini dulu bro..

















