Saturday, April 11, 2020

Langkah Awal Untuk Menjadi Content Creator Sukses di Youtube


Youtube, media yang sedang digandrungi seluruh umat di jagat raya, yang dewasa ini hampir melahap semua acara televisi yang sebelumnya sering kita pantengin.

Dulunya artis layar kaca, sekarang malah banyak orang ingin menjadi kreator di youtube, baik karena hobi, atau tergiur pendapatan dari menjadi youtuber.

Bukannya tanpa alasan, masalahnya pendapatan yang bisa diraih youtube disini banyak, sangat!

Menurut Forbes, pendapatan PewdiePie, youtuber individu dengan subscriber terbanyak, pada tahun 2018 tembus 15.5 Juta Dollar.

Wow!

Untuk creator di indonesia, menurut TheJakartaPost Atta Halilintar meraup keuntungan 1.5 juta Dollar per bulannya.

Menggiurkan bukan?

Nah pertanyaannya, untuk menjadi seperti mereka, apakah mungkin ?

Sangat, sangat mungkin.

Namun kita harus memulai dari sebuah langkah kecil, yaitu upload video.


Membuat Konten Youtube Berkualitas

Tahap Pertama, Buat dan Unggahlah Sesuatu yang Kalian Suka

Sebelum upload video, kita perlu pastikan kalau kita sudah punya yang namanya channel youtube.

Aneh sepertinya kalau kalian mencari cara menjadi youtuber, tapi belum memiliki channel youtube.

Kalau ternyata memang belum punya bagaimana ?

Ya, silahkan buat dulu, sangat mudah.

Yang sudah punya akun google pasti dapat melakukannya dengan sekali klik.

Sementara kita jangan berpikir apa-apa dulu, tidak perlu pusing-pusing memikirkan teknik SEO atau bagaimana video kita supaya langsung populer.

Jangan!

Kita hanya perlu membuat konten yang kita sukai, itu saja dulu.

memasak di alam bebas
jangan salah, memasak ternyata menarik untuk ditonton

Yang suka menghibur teman lewat video lucu, silahkan, kalau suka cover lagu juga oke.

Walaupun hanya modal hp sekalipun, tidak masalah.

Bahkan banyak yang sukses di Youtube dengan menjadi youtuber gaming, hanya bermain game di hp.

Yang penting dasarnya suka.

Tau channel Ryan Toys Review?

Channel ini merupakan channel yang masuk di 10 channel dengan bayaran tertinggi di dunia, mengalahkan PewDiePie dan Paul Brothers menurut Business Insider

Idenya hanya mengulas mainan-mainan.

Terdengar sepele kan?

Sesuatu yang kita sukai tentu saja akan lebih menyenangkan jika dilakukan, ketimbang yang disukai banyak orang namun dipaksakan, sehingga saya harapkan dengan dasar suka, jadi konsisten.

Intinya, konten dari hati.

Dengan begini  kita tidak akan menghambat diri dengan memikirkan hal yang belum menjadi penting.

Upload video saja dulu, tentang apa saja, asal orisinil dan kalian suka.

Just make the progress..

Tapi jangan sampai melanggar norma-norma.

Sip.

Setelah satu video, lanjutkan dengan video-video lainnya.

Oh iya, kita juga bisa share video tersebut ke teman dekat, tidak masalah.

Kemudian, setelah beberapa hari upload, lihatlah perkembangan channel kita.

Mereka yang menonton video akan memberikan respon dengan komentar, like, bahkan subscribe channel.

Ketika Mulai Serius, Lanjut Tahap Kedua

Tapi bagaimana kalau malah belum ada yang komen, like, atau subscribe sama sekali?

Jangan khawatir, ini baru permulaan.

Pada tahap ini, kita harus belajar mengaitkan tentang apa yang kita suka dan bagaimana caranya supaya orang-orang nyaman menontonnya sampai hingga memberikan respon.

Bagaimana caranya?

Nah, kali ini barulah kita memikirkan tentang kualitas konten dan cara penyajiannya.

Menurut saya ada dua tipe konten populer, yaitu konten yang Viral dan konten Informatif

Konten Viral

Jenis konten ini, sesuai  namanya adalah tipe konten yang sangat mudah menyebar, seperti virus.

Layaknya virus juga, konten seperti ini hanya bertahan beberapa saat selama ada yang menyebarkannya.

Umumnya ciri-ciri konten viral adalah konten yang bersifat menghibur.

Semua orang tentu suka humor, dan mereka akan membagikannya.

seseorang akan berbagi ke orang terdekatnya


Tapi hati-hati.

Ada pula yang viral karena bersifat kontroversi. 

Nah, yang ini kalau tidak di tangani dengan baik akan berdampak negatif terhadap channel dan diri kalian secara pribadi.

Pilihlah tipe viral yang aman sementara ini.

Cara buatnya seperti apa?

Untuk membuat sesuatu yang bersifat viral pada dasarnya, kita hanya perlu menggerakkan perasaan orang.

Maksud saya begini.

Selama konten yang kita buat ternyata dapat membangkitkan perasaan seperti "decak kagum", "lucu", "menyentuh", atau juga "kesedihan" pada derajat tertentu, penonton akan membagikannya ke orang lain.

Ingat, audience kita adalah manusia.

Lihatlah iklan Thailand yang banyak dibagikan orang-orang, bagaimana itu dibuat sedemikian menyentuh hati.

Jadinya hasrat untuk membagikannya ke orang lain sangat tinggi.

Atau video-video Ilusi visual efek dari Zach King.

Minimal kita dibuat kagum dengannya.

Coba bandingkan dengan iklan-iklan yang biasa saja tanpa menyentuh aspek perasaan manusia.

Menontonnya saja malas, apalagi share.

Jadi intinya disini, kalau mau sesuatu jadi viral, buat penonton terharu, tertawa, bangga, atau marah.

Saya serius.

Konten Informatif

Seperti yang dijelaskan di atas, selain viral juga ada konten yang informatif.

Konten tipe ini biasanya bertahan lama selama pengetahuan atau info itu dibutuhkan. 

Umumnya konten jenis ini memiliki durasi yang pas, padat akan informasi dan bersifat edukatif.

Untuk tipe yang satu ini biasanya populer karena banyak dicari dan ditemukan oleh audience-nya, berbanding terbalik dengan konten viral dimana kebanyakan kontennyalah yang malah menemukan audience.

Contohnya saja video tutorial dan review.

Jangan lupa, setiap manusia akan selalu punya masalah, dan mereka akan terus mencari solusi dari masalah tersebut.

Dan internet adalah salah satu sumber jawaban dari permasalahan mereka.

Tawarkanlah solusi.

Yang paling penting dari konten informatif ialah tentu harus padat akan informasi.

Minimal dapat menjawab satu atau dua pertanyaan yang dimiliki audience.

Kemudian tak kalah penting yaitu penyajian yang menarik, tidak membosankan, dan nyambung dengan apa yang dibahas.

Masih ingat kan kalau audience kita adalah manusia?

Nah setelah tau kedua tipe konten populer, sekarang mari lihat lagi video yang pernah kita upload di youtube.

Masuk ke kategori manakah mereka ?

Atau jangan-jangan belum upload video sama sekali?

Terlalu..

Silahkan baca dari awal lagi.

Yang sudah sampai di tahap ini, silahkan lanjut ke tahap ketiga

Tahap ketiga, introspeksi dan perbaiki

Jika ternyata masih belum banyak view di konten yang kita sajikan, maka...

Bersabarlah..

Menjadi konten kreator itu bukanlah pekerjaan yang sekali jadi.

Semua membutuhkan proses, tak terkecuali.

Disinilah konsistensi yang di awal kita bicarakan menjadi sangat penting.

Ujung-ujungnya semua harus konsisten.



Di tahap ini, banyak yang telah gagal karena berhenti terlalu cepat.

Padahal yang harus kita lakukan sekarang adalah tetap teguh dan belajar dari kekurangan setiap konten yang pernah kita unggah.

Intinya jangan menyerah terlalu cepat, teruslah berkarya.

Perlahan, semuanya akan terbentuk.


Sebetulnya masih banyak lagi tips dan trick dalam pembuatan konten yang menarik, hanya saja akan terlalu panjang jika dibahas dalam satu artikel.

Untuk kali ini cukup hanya sampai pembuatan konten viral dan informatif saja, sesuai dengan judul artikel ini.

Ini semua merupakan langkah awal, setidaknya membantu kita supaya dapat feel dulu.



Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment