Thursday, October 19, 2017

Tingkatkan Kualitas Rekaman Audio Dengan Microphone External Super Murah Ini

Frustasi dengan kualitas rekaman smartphone yang buruk? Udah coba beberapa trik untuk meningkatkan kualitas rekaman, tapi masih juga hasilnya ga sesuai harapan? Oke, nampaknya saya tau apa yang kalian butuhkan.


Kalian perlu membaca tulisan ini sampai tuntas.

Kenapa Kualitas Rekaman Smartphone Begitu Rendah?

Pada beberapa kesempatan, kalian akan heran sendiri kenapa kualitas rekaman audio terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Hal ini bukan tanpa alasan bro, tetapi seperti pada tulisan saya sebelumnya pada artikel Trik Jitu Merekam Suara Berkualitas dengan Smartphone,  beberapa vendor smartphone yang menyertakan audio recorder built-in mengatur settingan rekaman pada satu mode umum saja.

Maksud saya begini..

Dalam dunia rekam-merekam audio, ada banyak situasi.. Dan setiap situasi membutuhkan konfigurasi  ynag bberbeda..

Misalnya saja ketika kalian ingin merekam audio outdoor dan ingin membuat rekaman menjadi terasa lebih lebar. Konfigurasi yang kalian perlukan tentu saja rekaman audio stereo yang membuat suara terasa ada dimensi lebar dan kedalamannya.

Cuman, rekaman stereo membawa kita pada berbagai masalah seperti background noise yang berlebihan dan audio yang nge-pan ke kiri dan ke kanan seiring dengan saat kita memutar smartphone kita saat merekam, atau yang paling ngga asik adalah audio yang berat sebelah.

Disanalah kita jatuh pada kesimpulan "oke, rekaman audio stereo ga selamanya bagus", dan kalian pindah ke mode mono.

Nah, pada mode mono, suara yang dihasilkan jauh lebih clean dan jernih. Tentu saja tipe rekaman ini bagus untuk dubbing dan voice recording, dimana kejelasan audio lebih penting daripada efek ambiance audio tersebut.

Dan itu baru satu masalah.

Masalah lainnya ketika merekam menggunakan smartphone adalah sumber audio yang agak jauh dari mic built-in smartphone ketika kita lagi nge-Vlog misalnya, yang mengakibatkan suara kita terdengar agak lemah, malahan lebih keras suara anjing yang gong-gong 100 meter jauhnya.

Kan kita tau tuh, pas ngerekam video menggunakan smartphone, otomatis smartphone kita yang bertindak sebagai kamera akan kita sesuaikan jaraknya supaya wajah kita kelihatan semua.

Ga mungkin dong kita tempelin microphone smartphone ke bibir, ntar malah video lobang hidung kita yang kerekam.

Dan saat kita punya solusi pintar untuk menaikkan level audio tersebut, malah muncul suara baru, yaitu suara mendesis.., duh!

Nah, dengan berbagai masalah tersebut, saya hadir membawa solusi..

Yaitu merekam dengan mic external tipe lavalier..

Sekilas tentang mic external ini

Mic ini namanya Neewer 3.5 mm mini microphone. Tampilannya lumayan menjanjikan dengan wind shield terpasang untuk melindungi mic terhadap noise yang dihasilkan dari hembusan angin.

Cara meningkatkan kualitas rekaman audio dengan microphone external murah
External mic tipe lavalier
Kabelnya yang panjang (1,5 meter) dan dilengkapi dengan klip sangatlah berguna bagi kalian yang ingin pasang pada kerah baju, model reporter gitu.

Dibandingkan dengan performa microphone internal pada smartphone, mic ini memiliki hasil audio yang lebih.., gimana bilangnya ya? Pokoknya ga nyempreng dah, gak terlalu lebar kesannya. Suara yang dihasilkan juga lebih jelas. Pokoknya mirib rekaman studio gitu.

Namun rekaman yang dihasilkan selalu mono bro..

Ini dikarenakan mic jack 3.5 (TRRS) yang ada pada smartphone umumnya hanya mendukung satu channel microphone input, jadi ya suara yang dihasilkan juga mono, ga perduli kalian pakai mic stereo paling mahal sekalipun.

Biar kata kalian sudah setting stereo recording pada aplikasi perekam suara, hasilnya pun tidak true stereo, alias cuman sinyal mono yang di bagi menjadi dua channel yang sama

Tapi tunggu dulu bro...

Seperti yang saya bilang tadi..

Rekaman audio mono memberikan tingkat suara yang lebih bersih, mirib studio, dan noise yang lebih sedikit ketimbang stereo recording. Rekaman tipe ini juga memiliki ukuran file setengah dari rekaman stereo. Jadi ya kalian mesti pertimbangkan lagi sebelum mulai merekam

Nah, harga mic external ini juga murah bro, ga sampai 50 ribu, cocok bagi kalian yang ingin coba mic jenis lapel yang ga pengen buang-buang duit.

Cuman, karena mic ini menggunakan jack audio TRS yang tidak kompatible dengan port pada smartphone (TRRS), kita mesti menggunakan converter lagi, yang pada kesempatan kali ini saya menggunakan model U-shaped, dan bisa dibeli satu paket sama mic nya.

Cara meningkatkan kualitas rekaman audio dengan mic external murah
U-shaped TRS to TRRS converter
Oke, sekian sharing saya kali ini, semoga kalian mendapat sedikit informasi mengenai cara meningkatkan kualitas rekaman audio.

Kalau ada yang ingin di share, kalian bisa bagikan di kolom komentar.


Thursday, October 12, 2017

Smartphone Dengan Dual-Camera? Apa Untungnya?

Perkembangan smartphone masa kini telah sampai pada saat dimana ada dua kamera yang terpasang beriringan. Kamera ini katanya bakal jadi inovasi baru, dimana akan membuat fotografi smartphone selangkah lebih maju.

Tapi, ketika satu kamera sudah bisa digunakan untuk mengambil foto maupun video, banyak orang menjadi penasaran dengan fungsi kamera yang satunya lagi. Ga salah bro, saya pun heran ketika pertama kali mendengar fitur baru tersebut.

Lalu apa keuntungannya dengan menambah kamera tambahan?


Apa sih yang membuat perusahaan terkenal memutuskan untuk menaruh 2 kamera berdekatan, padahal hanya dengan 1 kamera saja kita sudah bisa mengambil foto dengan mudahnya.

Dual Camera Smartphone: Sebuah Ide Kamera Poket Masa Depan

Dual camera pada smartphone masa kini ternyata membuka berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan terhadap kamera pada smartphone. Kemungkinan-kemungkinan itu disebut-sebut dapat mensimulasikan beberapa hasil yang biasanya dicapai dengan kamera DSLR tanpa harus mengubah bentuk smartphone menjadi sebesar kamera DSLR. Nah, dengan ukuran yang kecil dan fitur yang ditawarkan kamera DSLR, tentunya akan menjadi sebuah tawaran yang lebih bagi para pecinta fotografi smartphone.

Tapi kemungkinan apa aja yang bisa terjadi akibat kamera tambahan pada smartphone?

Berikut ulasannya dari berbagai sumber..

Bokeh Effect

Depth of Field effect, atau biasa dikenal dengan blurred background effect yang biasa kita lihat hasilnya pada kamera DSLR sangatlah artistik dan membuat subject foto menjadi pop-out. Efek ini dapat dicapai secara natural dengan ukuran lensa dan aperture lebih besar yang ada pada kamera DSLR itu sendiri.

Namun, pada smartphone dengan satu kamera, hal ini sangatlah tidak mungkin di capai, mengingat lensa yang terlalu kecil serta sensor dan aperture pada kamera smartphone memiliki ukuran yang fixed.

Stereo Bokeh Effect
(sumber gambar: phonearena.com)
Nah, dengan fakta tersebut maka jalan satu-satunya adalah membuat simulasi dengan memanfaatkan citra yang dihasilkan oleh kedua kamera tersebut, yang uniknya disini meniru cara kerja mata kita dalam melihat sebuah objek, beda dengan hasil DSLR yang hanya mengandalkan 1 lensa.


Hasil tangkapan lebih detil dan minim noise

Masalah yang sering dihadapi oleh kamera smartphone pada umumnya adalah kemampuannya dalam menangkap gambar pada kondisi minim cahaya. Hal ini sebenarnya dapat diakali dengan memanfaatkan flash-light terpasang di setiap smartphone saat ini. Apalagi dengan kehadiran Camera API 2 yang diperkenalkan di Android Lolipop, shutter speed dapat disetting manual. Dijamin foto yang dihasilkan tidak akan gerimis.

Namun dengan munculnya konsep dual camera, hal ini akan lebih mudah dicapai..

Low-Light mode yang lebih detail berkat Fusion Imaging
(sumber gambar: image-sensor-world.blogspot.com)
Dengan memanfaatkan lensa tambahan untuk menangkap detil dan lensa satunya untuk menangkap citra dengan warna kemudian digabungkan dan diproses sedemikian rupa akan memungkinkan untuk meminimalisir noise ketika proses tersebut terjadi.

High Dynamic Range yang lebih mudah dicapai

Ketika kita ingin menangkap gambar dengan mode HDR, biasanya smartphone akan mengambil 2 kali gambar yang sama secara berurutan dengan konfigurasi exposure yang berbeda. Hal ini memungkinkan kita untuk menghasilkan gambar yang baik bahkan dalam kondisi pencahayaan atau kontras yang tinggi.

Namun, dalam prakteknya, jika pada saat pengambilan gambar HDR ini tangan kita agak goyang, maka akan menimbulkan blur yang membuat foto kita tidak sesuai harapan.

High Dynamic Range dalam sekali jepret
(sumber gambar: slashgear.com)

Tapi semua akan berubah ketika ada kamera tambahan yang mampu mengambil gambar secara bersamaan dengan kamera utamanya. Mengambil gambar HDR yang sempurna, sekarang bisa dicapai dengan  satu kali jepretan.

Simulasi Optical Zoom

Pada smartphone dengan satu kamera utama, kita tidak bisa mengambil gambar dengan kondisi terzoom tanpa mengurangi kualitas gambar tersebut. Hal ini dikarenakan ketika kita melakukan zoom,  sebenarnya yang terjadi adalah digital zoom (magnification) atau memperbesar gambar yang ditangkap.


Ini berarti, gambar yang dihasilkan akan mengalami pengurangan resolusi yang mana akan membuat gambar menjadi pecah-pecah.

Perbandingan 6x zoom iPhone 7 plus vs Galaxy S7 Edge
(sumber gambar: ubergizmo)

Namun untuk mendapatkan kemampuan optical zoom seperti kamera DSLR, kamera smartphone membutuhkan ruang extra untuk menggerakkan lensa, yang berarti smartphone menjadi extra tebal.

Ketika sebuah vendor menyematkan kamera extra dengan focal length yang berbeda, optical zoom dapat disimulasikan. Hal ini dapat dicapai jika vendor smartphone menyematkan satu lensa telephoto dan lensa wide-angle pada kamera lainnya.

Wide Angle Photography

Ketika vendor memutuskan untuk memasang lensa wide pada kamera tambahan, ini berarti kita bisa bertukar mode foto dari lensa yang lebih sempit ke mode sudut pandang yang lebih lebar semau kita..

Perbedaan Lensa Wide dan Lensa Telephoto yang lebih sempit
(sumber gambar: iphonephotographyschool.com)


Jujur, ini merupakan salah satu yang paling saya tunggu-tunggu, karena saya adalah salah satu orang yang bakal sering memakainya.

Fitur ini sangatlah menarik karena hanya akan bisa dicapai di tingkat hardware alias tidak akan ada yang bisa membuat simulasinya.

Bottomline

Nah, itu dia beberapa kemungkinan yang akan terjadi pada dunia forografi smartphone, dan mungkin akan muncul banyak lagi yang lainnya. Terlepas dari pro kontra fitur yang akan terjadi, saya sih tertarik ingin melihat kedepannya bakal jadi gimana. 

Nah, gimana menurut kalian? 

Kalian bisa share pendapat kalian melalui kolom komentar.

Monday, October 2, 2017

Settingan Terbaik God Of War: Ghost Of Sparta PPSSPP Android

setting terbaik god of war ghost of sparta ppsspp android
God of War, game yang asik dimainin karena ceritanya yang seru dan menarik.

Berkat kecanggihan teknologi, sekarang kita bisa mainin ini game di smartphone dengan menggunakan emulator PPSSPP.

Cuman, karena performa nya ga bagus pada smartphone dengan chipset middle-end ke bawah, maka dibutuhkan hack untuk mendapatkan performa game yang bisa diterima.

Nah, langsung saja saya bahas mengenai pengaturannya.


God Of War: Settingan Terbaik

Gunakan Buffered Rendering

Buffered rendering memang membuat performa game menjadi agak turun karena extra-process yang dilakukan, cuman akan menampilkan game seakurat mungkin, ketimbang non-buffered rendering.

Pada kasus God of War: Ghost of Sparta, hack non-buffered rendering membuat game jadi agak gelap, jadi agak susah maininnya.

Beberapa cutscene juga jadi blank, tanpa tampilan sama sekali.

Nah, itulah mengapa saya rekomendasikan kalian pakai mode buffered rendering..

Tapi tenang aja bro, performa yang turun ketika pada mode buffered rendering tidak separah yang kita bayangkan, jadi ya aman bro..

Tujuan lain kita aktifkan buffered rendering juga agar pada ketika dibutuhkan, kita bisa mengaktifkan auto-frameskip, kali aja performa drop abis..

Ya tetap kita usahakan dong agar game running pada kecepatan mendekati aslinya.

Aktifkan Hardware Transform dan Vertex Cache

Seperti yang saya perkirakan, hardware transform dan vertex cache memberikan peningkatan performa yang signifikan pada game ini.

Ga heran bro, ini karena graphics processor juga akan berkontribusi dalam merender game..

Peningkatan yang saya rasakan itu setidaknya 6 frame per detik dari total 60 frame yang harus ditampilkan dalam satu detik, atausekitar 10%..

Wow, jadi ya mestinya kalian aktifkan juga bro..

Software Skinning Jangan Diremehkan

Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, pilihan ini memberikan hasil yang bervariasi di setiap game. Untungnya pada game ini terjadi peningkatan performa yang cukup berarti.

Untuk game ini, kontribusi yang diberikan adalah bertambahnya 2 frame per detik, alias 3.33%

Dikit banget yak..

Tapi ga apa-apa bro, selama peningkatannya dapat kita rasakan, udah signifikan kok namanya dalam dunia PPSSPP..

HOT!!: Aktifkan Timer Hack

Ini nih, graphic hack yang bikin performa game meningkat super-signifikan.

Maksud saya performa game tetep rendah ya, jangan kesenengan dulu..

Cuman ya performa grafis jadi lebih terbantu, bahkan framerate nya mendekati game asli tanpa frameskip.


Pokoknya lancar abiss...
Saya ga ngerti sebenarnya apa yang dilakukan hack ini, yang saya tau adalah hasilnya.

Anehnya, ketika kita nyalakan display fps dan speed monitor, framerate dan speed tidak ada peningkatan sama sekali.

Ternyata angka tidak selalu membuktikan apa-apa broo. Tapi saya bisa jamin kalian akan merasakan peningkatan performa yang sangat signifikan.

Dan audio akan tetap lag, ga perduli apa yang kita lakuin (cieh)

Solusinya, kalian bisa mute audio (duh..)

Selain menghilangkan suara berisik yang tidak jelas, juga akan mengurangi beban emulator yang sebelumnya merender audio.

Jadi ya semacam tumbal yang harus kita korbankan demi grafis yang oke. (nah,malah jadi mistis)

Bagaimana dengan Multithreading?

Multithread juga termasuk pilihan yang memberikan efek bervariasi setiap game. Dalam kasus ini, pilihan tersebut tidak memberikan dampak apa-apa, setidaknya pada pengalaman saya lho ya..

Jadi kalian bebas bisa aktifkan atau nonaktifkan pilihan tersebut. Jika kalian merasa ada peningkatan performa, kalian bisa aktifkan secara permanen..


Terus Graphics-hack yang lain?

Sama seperti multithreading, graphics hack lainnya tidak memberikan efek yang dapat dirasakan. Kalian bebas bereksperimen dan rasakan sendiri bedanya.

Nah, itu dia yang bisa saya share kali tentang settingan terbaik God of War pada emulator PPSSPP ini,,

Kalau kalian punya pendapat juga, bisa di share di kolom komentar...

Ingat bro, berbagi itu indah...

Friday, September 8, 2017

Smartphone Kamu Support 4G? Begini Cara Ampuh Buat Mengetahuinya!

Cara ampuh mengetahui smartphone support 4g di Indonesia
Seiring perkembangan jaman, smartphone semakin smart, pengguna pun ga kalah saing. Semua orang membicarakan 4G, LTE, dan 4G lagi.

Tapi taukah kalian apa bedanya 4G dan LTE?

Kalian bisa baca artikel menarik ini: Apa Itu 3g, 4g, Dan LTE Serta Perbedaanya

4G merupakan generasi ke-4 dari perkembangan telekomunikasi mobile yang melanjutkan teknologi 3G dimana perbedaannya terbesarnya terletak pada kecepatan akses.


Nah, jaman sekarang, kalau kalian beli smartphone baru supaya tahan gempuran jaman (ga cepet kuno), minimal kalian harus tau apakah produk yang kalian beli itu mendukung teknologi ini.

Tapi gimana caranya coy?

Gampang..

Kalian ga perlu siap-siap untuk stress karena istilah-istilah teknlogi yang menakutkan..

Disini saya akan jelaskan sesederhana mungkin

Cara mengetahui dukungan 4G pada smartphone

Ketika kita melihat spec sebuah produk smartphone, biasanya sudah ada label pada iklan, cover box, bahkan pada penjelasan spec produk itu sendiri. Dari ciri ini, kalian bisa mengetahui apakah produk itu mendukung jaringan 4G atau tidak.

Informasi dukungan 4G di GSM arena


Sangat sederhana..

Tapi tunggu dulu...

Tidak segampang itu bro. 

Sebelum kalian memutuskan untuk membeli smartphone luar yang tidak resmi di Indonesia, kalian harus tau yang satu ini bro. Tidak semua teknologi 4G yang ada di dunia ini didukung di negara kita, Indonesia. Jadi jangan sampai salah bro...

Mengetahui dukungan 4G di Indonesia.

Nah ketika kampanye 4G LTE gencar di setiap produk smartphone canggih jaman ini, Negara kita kan tentunya tidak mau ketinggalan bro. Nah, pada saat awal-awal munculnya, frequensi yang digunakan adalah di 900 MHz (Band 8).

Namun siring berjalannya waktu, pemerintah melakukan penataan dan pemindahan frequensi komersial ke Band 3 (1800 MHz). 

Hampir semua operator saat ini mendukung frequensi 900MHz (Band 8) dan 1800 MHz (Band 3). Akan tetapi untuk jaringan CDMA seperti Smartfren, frequensi yang digunakan adalah 850 (Band 5), namun akan segera pindah ke 2300 MHz (Band 40).

Jadi singkatnya, jika kalian ingin membeli smartphone 4G, ada baiknya pertimbangkan hal ini dulu. Pastikan kalau smartphone yang akan kalian beli sudah mendukung frequensi 900 MHz (Band 8) dan 1800 MHz (Band 3). Jika itu CDMA, minimal sudah harus mendukung band 2300 Mhz (Band 40), atau bolehlah 850 MHz (Band 5).

Tapi bagaimana cara mengetahui dukungan frequensi tersebut pada sebuah smartphone??



Sekali lagi saya katakan, gampang bro..

Kalian hanya perlu kunjungi situs www.frequencycheck.com kemudian tinggal cari produk yang akan kalian teliti.

Mengetahui frequensi 4G LTE pada sebuah smartphone
Langkah pertama: ketik perangkat yang kalian cari
Kemudian, setelah menekan tombol cari, jika ada banyak hasil pencariannya, carilah produk yang benar-benar cocok dengan apa yang kita cari.

Memilih perangkat pada website frequency check
Pilih yang sesuai dengan apa yang kita cari

Selanjutnya, detil terhadap dukungan network perangkat tersebut akan segera ditampilkan, termasuk detil dukungan LTE. Kita bisa lanjut cari frekuensi yang tersedia di negeri kita ini, yaitu Band 3 dan Band 8.

Dukungan LTE Xiaomi Mi5 versi Internasional

Nah, kalau yang cocok hanya satu Band, misalkan band 3 saja, tidak masalah, selama operator yang nantinya kita pakai juga mendukung frekuensi yang sama.

Tapi jika kalian masih ragu terhadap frekuensi yang didukung terhadap operator di Indonesia, kalian juga bisa cari informasinya di website frequencycheck.com ini...

Pencarian terhadap keyword Telkomsel
Telkomsel yang mendukung hanya 2 Band (Band3 dan Band8)


Dengan begini, kalian akan dapat informasi menyeluruh terhadap dukungan 4G LTE sebuah perangkat yang akan kalian beli.

Nah, saya rasa sekian dulu yang bisa saya share kali ini. Semoga smartphone yang sangat kalian idam-idamkan mendukung jaringan 4G di Indonesia ya..

Jika kalian punya pertanyaan atau pendapat lain, kalian bisa share di kolom komentar. Pasti saya baca bro.. hahaha..

Saturday, September 2, 2017

Apa Sih Bedanya 3G, 4G Dan LTE? Ini Penjelasan Mudahnya!

Perbedaan 3G, 4G, dan LTE
4G, salah satu istilah yang lagi ngetrend saat ini. Gimana enggak bro, teknologi yang satu ini menawarkan kecepatan internet yang katanya bisa bikin kita breakdance.

Tapi apakah kecepatannya seperti yang diiklankan?

Apa bedanya sama 3G? Terus LTE itu apa?


Wah, wah, wah.. kita ini sebagai manusia emang banyak ingin taunya ya bro. Tapi ga apa lah, mari kita bahas satu persatu..

Perbedaan 3G, 4G, dan LTE:

Teknologi mobile dari generasi ke generasi

Oke, kita mulai dari awal generasi ponsel saja. 

Disini, yang paling jelas adalah makna huruf "G" setelah angka-angka yang bikin penasaran itu, yang mana huruf ini memiliki kepanjangan Generation. 

Jadi, setiap generasi teknologi mobile memiliki nama sendiri dan memaksa kita mengeluarkan duit untuk membeli perangkat baru..

Maksud saya begini..

Setiap generasi biasanya memiliki dasar teknologi yang benar-benar beda dari sebelumnya, tidak backward-compatible, juga kapasitas data yang lebih. 

Jadi kita ga bisa diem di satu generasi terus menerus bro. Kan biar gawls mesti update dong bro..


Ponsel generasi pertama

Teknologi awal, yaitu 1G merujuk pada ponsel analog yang mana merupakan generasi pertama teknologi mobile. Kemudian muncul 2G yang ditujukan untuk ponsel digital. Lalu, semua jadi runyam ketika generasi ke-3 menyerang...

Bagaimana tidak, perbedaan setiap generasi sudah mulai buram. Lagipula, pada generasi yang katanya generasi ke-3 itu, hal yang paling kerasa bedanya dibandingkan 2G adalah saat kita browsing internet dan download data.

Sangatlah banyak teknologi yang membuat kecepatan transfer data bervariasi dari 144 Kilobit/s (18 KiloBytes/s) sampai 7.2 Mbps (sekitar 0.9 MBps) (Bit dan Byte disini beda lho ya..)

Saya ingat pada awal munculnya 3G di Indonesia, katanya teknologi ini akan menjadi semacam mobile broadband. 

Sayangnya ponsel saya tidak mendukung 3G saat itu..
hahahaha.. kenangan yang indah..

Kemudian seiring berjalannya waktu, muncul yang namanya 4G...

Standar 4G? Apaan tuh?

Sederhananya 4G disini adalah generasi keempat dari teknologi data mobile yang didefinisikan oleh sektor radio dari organisasi International Telecommunication Union (ITU-R).

Sebelumnya, banyak perusahaan operator yang katanya sudah 4G. Saking banyaknya, banyak juga teknologi yang diimplementasikan memakai label 4G dan membuat istilah 4G jadi ga ada artinya.


Jadi, ITU-R ibaratnya lagi kesel sama operator yang suka nge-klaim itu, sampai mengeluarkan standar pada tahun 2008 untuk teknologi yang menyematkan label 4G harus mencapai kecepatan akses data puncak  (peak rate) setidaknya 100 Megabits per detik (12.5 MegaBytes per detik) pada pengguna mobile. Bahkan standar ini mengharuskan kecepatan setidaknya 1 Gigabits per detik (128 Megabytes per detik) (ps: 1 Megabyte = 8 Megabit) untuk penggunaan jaringan hotspot (stationary).

Mampus dah tuh operator yang terlanjur ngaku 4G, karena ketika standar ini diumumkan, kecepatannya sangatlah sulit dicapai dengan teknologi saat itu. Maka munculah teknologi yang bernama LTE 

LTE?

LTE memiliki kepanjangan Long Term Evolution, dimana long term disini berarti jangka panjang, dan evolution berarti evolusi. Jadi ya evolusi jangka panjang sebuah teknologi untuk mecapai standar 4G. 

Nah, sebelumnya kan saya bilang bahwa kecepatan standar dari ITU-R sangatlah sulit dicapai walau pihak produsen teknologi menghabiskan banyak dana pada teknologi mereka. Melihat hal ini, pihak regulator pun merespon (kasihan) dengan memutuskan untuk memperbolehkan LTE untuk menggunakan label 4G selama teknologi LTE ini memberi peningkatan signifikan dari 3G. 

Jadi bahasa orang awamnya itu macem OTW ke 4G (on the way to 4G)

Kemudian mulailah produsen-produsen menggunakan istilah 4G LTE untuk tujuan pemasaran tanpa harus mencapai standar kecepatan yang ditetapkan. 

Maka dari itu jangan heran kalau kecepatan 4G yang biasa kita pakai belum mencapai 12,5 MBps. Kan masih OTW..

hahaha...

Jadi, kesimpulannya, setiap generasi memiliki perbedaan yang mendasar, dimana generasi setelahnya tidak kompatible dengan generasi sebelumnya, begitu sebaliknya.

Sederhananya, ponsel generasi pertama tidak bisa dipakai internetan atau MMS-an. Ponsel generasi ke-2 tidak bisa pake download kenceng di jaringan 3G. Terus ponsel generasi ke-3 tidak bisa pakai jaringan 4G. Kecepatan transfer data juga menjadi lebih ngebut di setiap generasi barunya. Dan Khusus untuk LTE, itu adalah proyek jangka panjang untuk menembus standar kecepatan 4G.

Kurang lebih seperti itu..

Semoga kalian paham dan ga salah ketika menyebutkan teknologi-teknologi ini. Maklum agak ribet bro.

Nah, jika kalian punya pertanyaan atau pendapat lain, bisa share di kolom komentar, biar yang lain denger....

Oke sekian dulu bro, thx udah mampir ya..
Powered by Blogger.