Friday, June 16, 2017

Google Fuchsia: Sistem Operasi Baru Pengganti Android?

google fuchsia

Beberapa dari kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Android. Yap, benar sekali, sistem operasi besutan google yang populer pada smartphone jaman sekarang. Tapi apakah kalian tau bahwa google mengembangkan sistem operasi lain untuk smartphone?

Pssst.. ada bro, namanya Fuchsia..

Fuchsia merupakan project yang katanya rahasia, yang awalnya beberapa media melaporkan adanya codebase misterius yang dipublikasikan di github. Kemudian muncul spekulasi di jagat maya bahwa google sedang mengembangkan sistem operasi baru secara diam-diam.

Bahkan sampai sekarang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh karena google belum mengeluarkan statement resmi.

Nama dari sistem ini juga merupakan nama sebuah bunga berwarna pink bercampur merah muda, eh.. ungu.

Entah apa yang spesial dari bunga ini, yang jelas logo sistem operasi fuchsia juga memiliki paduan warna yang sejenis,

Dan nampaknya nih bro, google serius mengembangkan sistem ini yang mana sekarang sudah punya interface sendiri bernama "armadilo".

Tampilan Interface Armadilo
Armadilo

Nah, user interface baru ini dikerjakan dalam Flutter SDK milik Google yang digunakan untuk membuat kode yang bersifat cross-platform. Artinya, kode ini mampu berjalan pada beberapa sistem operasi termasuk android, ios, dan fuchcsia itu sendiri.

Ini berarti, kita bisa compile Armadillo untuk dijalankan di sistem operasi android masa kini. Hal ini memungkinkan kita mengetahui bagaimana tampilan dari sistem operasi tersebut untuk sekarang, macem launcher yang ada di play store itu lho..

Wah, jadi semakin menarik saja..

Trus bedanya apa sama android?

Sistem ini amat berbeda dari Android dan Chrome OS yang mana merupakan sistem operasi besutan google juga. Perbedaannya terletak pada penggunaan mikrokernel bernama Magenta, sementara kita tau android berbasis kepada kernel linux.

Lagipula, android juga tidak lagi berkeinginan mengikuti rilis linux kernel, bisa di lihat dari Google Pixel yang masih menggunakan kernel 3.18 yang mana rilis tahun 2014.

Tidak hanya membuang linux kernel, google juga tidak lagi dibawah lisensi GPL. Duh, saya harap masih open source ya..

Fuchsia juga menggunakan graphic renderer berbasis Vulkan bernama Escher yang mampu memberi performa  maksimal untuk desain Material nya. 

Di sisi lain, masalah terbesar android adalah fragmentasi sistemnya. Hal ini karena kebanyakan vendor yang rilis os versi mereka masing-masing, dan cenderung tidak melakukan rilis update untuk sistemnya. Malah ada yang rilis smartphone dengan OS gingerbread. Gile muke..

Dengan adanya sistem operasi baru ini, saya pikir google akan mengatasi masalahnya dengan satu solusi, yaitu sistem operasi baru dari nol. Disinilah google ambil kesempatan, mungkin juga jadi sistem operasi untuk segala perangkat. Tapi ini hanya spekulasi saya aja ya bro.

Nah, pada titik ini masih belum jelas apa rencana google terhadap fuchsia. Apakah nantinya akan menggantikan android dan chrome os? Atau akan digunakan sebagai sistem operasi sampingan yang ada sebagai alternatifnya? Atau malah jangan-jangan hanya sebagai experimen belaka, dan ujung-ujungnya ada lagi nama OS baru yang muncul, "Andromeda" misalnya..

Masih terlalu dini untuk menjawabnya bro. Kita lihat saja perkembangannya!

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.