Sunday, July 26, 2020

Cara Upgrade MIUI 11 Android 10 Redmi Note 7 Official Firmware

Cara Upgrade Redmi Note 7 Adnroid 10 Official
Wah, akhirnya tibalah saat yang ditunggu-tunggu bagi pengguna ponsel Redmi Note 7, yaitu rilisnya versi Global dari MIUI 11, yang mana memungkinkan perangkat kalian mencicipi Android 10 secara official.

Banyak fitur yang disematkan dalam update MIUI 11 dengan Android 10 didalamnya, seperti Dark Mode, Ultra Power Saving, Dolby Audio, dan masih banyak lagi.

Nah, sekarang saya akan membagikan langkah-langkahnya supaya kalian dapat segera memasang Android 10 ini di HP Redmi Note 7 kalian.

Perhatian : Selalu backup file pribadi dan usahakan batre diatas 70% ketika melakukan update untuk menghindari kemungkinan terburuk.

Update Lokal

Cara ini tidak memerlukan modifikasi sistem seperti unlock bootloader dan sejenisnya, karena ini merupakan langkah yang resmi disediakan oleh Xiaomi, untuk memudahkan kita dalam proses upgrade. Nah, langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Download firmware untuk perangkat kalian disini. Jika sudah punya file nya, kalian tidak perlu melakukannya lagi.
  2. Jika sudah selesai proses downloadnya, pindahkan file ke direktori penyimpanan internal di dalam folder "downloaded_rom" (kalau tidak ada foldernya, silahkan buat sendiri)
  3. Buka aplikasi Setting atau Pengaturan, kemudian pilih Tentang Perangkat > Update Sistem, lalu pilih tanda opsi tiga titik di pojok kanan, dan Pilih Paket Pembaruan
  4. Cari file yang sudah kalian download tadi, yang berada di dalam folder downloaded_rom
  5. Setelah semuanya oke, sistem kalian akan mulai untuk memperbaharui diri. Sistem akan restart sendiri setelah semua prosesnya berhasil. 
Kalau kalian sudah pada tahap ini maka, selamat !

Perangkat kalian sudah resmi masuk di Geng Android 10.

Nah, ngomong-ngomong, kelebihan dari upgrade model ini adalah kemungkinan gagal download yang kecil, sehingga kalian tidak akan mengalami download dari updater yang stuck, yang pada akhirnya buang-buang quota internet.

Tentu saja kalian bisa coba download melalui OTA langsung melalui Pembaruan Perangkat di ponsel kalian, tapi seperti yang saya bilang tadi, resiko buang quotanya terlalu tinggi.

Itu dia cara untuk upgrade perangkat lunak MIUI 11 Android 10 Official pada Redmi Note 7/Pro. 
Jika ada kesulitan, silahkan share di kolom komentar.

Wednesday, July 22, 2020

Mencoba Kreatif: Curhat Model Baru Dengan FlipaClip di HP

Cara Membuat Animasi di Flipa Clip HP

Wow, sudah lama ternyata ya ga nulis di blog. 

Perasaan baru ditinggal sebentar.

Waktu berlari begitu cepat....


Yak, seperti yang kalian tau, blog ini adalah tempat saya berbagi ilmu yang saya dapat dari internet.

Jadi semacem timbal balik gitu lah, karena saya belajar banyak dari situ.

Gratis pula.

Tapi tidak jarang saya juga mencurahkan isi hati saya di platform ini, karena bagiin cerita di sosmed menurut saya sudah ga asik lagi.

Sudah banyak yang palsu.

Oke cukup pembukaan basi nya.



Eh iya, tapi saya belum menjawab kenapa sebulan ini ga pernah nulis ya ?

Oke


Sebenernya saya kebanyakan nonton Youtube, 

Dan saya mau jujur kalau...

saya..

ketularan mau buat konten Youtube juga.

...

Wah, wah, bentar bentar..


Akhir-akhir ini saya sedeng intens-intensnya nih nonton youtube, seperti yang saya bilang tadi.

Kebanyakan hari libur kan.., kerjaan di kantor udah ga terlalu efektif.

Nah, saya tertarik nih sama channel-channel yang "ngga cuma hiburan semata".


Contohnya kayak TED-ed yang isinya materi-materi mendidik dibalut dengan metafora visual yang bikin kontennya gampang melekat di otak saya yang tumpul ini.

Atau Kurzgesagt, yang pembahasannya dalem banget, tapi sayangnya frekwensi uploadnya, agak lama (quality over quantity bruh).

Singkat cerita, pas lagi asik-asik nonton video TED nih, eh muncul lagi nih konten-konten story telling yang konsepnya "draw my life" gitu di home page saya.

Kayak TheOdd1sOut, atau Jaiden Animation, atau sejenisnya lah.


Awalnya saya kan merasa, "Apaan nih?, gambaran ga karuan gini dipamerin"


Tapi, ternyata saya salah,..


Impact setelah nonton itu lho, beda banget sama video manusia asli

Mungkin karena lebih ekspresif kali ya ?

Dan saya rasa mereka itu lebih genuine aja, ketimbang wajah" youtuber yang kadang bikin saya muak.

Akhirnya saya kepancing juga dong, bikin gituan.

Saya juga punya tuh, cerita hidup yang menarik yang pantas di-share,  

preett...


Nah langsung aja, ketika bikin video pertama saya, prosesnya itu puaanjaang banget.

Mulai ide, lalu scripting, sampai ada hasil jadi dengan durasi 5 menit, bisa makan waktu sekitar 3 minggu lho.

Tapi saya sudah perkirakan dari awal, dan menurut saya fine lah.

Jugaan bisa dikerjakan di sela-sela kesibukan.


Setelah jadi nih, bangga banget men ! akhirnya saya berhasil menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan tuntas!!

Apa,.. apa ? Ga ada yang nonton ?

Saya ga masalah kalau ga ada yang tonton, karena saya buat itu dengan sukarela dan enjoey banget disetiap menit prosesnya. 

Baru kali ini saya bikin sesuatu itu rasanya, into it banget !

Oh iya, kalau kalian penasaran bisa di cek dibawah ini.

PS: Sorry saya pake bahasa Inggris, karena saya juga pengen dong melatih bicara pake bahasa Inggris., emang situ aja yang boleh beringgris ria ?

Langsung aja cekidot gess, tanpa basa basi !



Nah, kalau kalian merupakan salah satu orang beruntung yang terdampar di artikel ini, kalian bisa bantu saya untuk memberikan komentar.

Kurangnya dimana, terus apa lagi yang perlu ditingkatkan.., ya kan..

Saya orangnya open kok..

Supaya saya bisa jadi lebih baik lagi nih


Udah ya, sebelum kepanjangan, sekian dulu sharing-sharing kali ini.

Pesan saya, kalau emang kreatif, apapun bisa. titik.

Semoga kalian sekeluarga sehat selalu !

Thursday, July 2, 2020

Laptop Saya Terkecil Di Dunia ! Install Linux Desktop di HP Android

Cara install linux di hp android
Kali ini, saya mau berbagi pengalaman unik.

Ya masih seputar ngoprek HP, tapi sekarang beda.

Kita akan menginstall salah satu Desktop Linux populer di smartphone kita.

Emang bisa ?

Bisa mas! Jaman sekarang gitu loh....

Lancar ?

Lancar Jaya pastinya !

Emang buat apa ?

Sebenernya, saya sudah lama kepingin punya laptop kecil, yang bisa di bawa kemana-mana.

Tapi bukan seperti netbook Intel atom single thread  saya yang lemot.

Tidak juga sebesar laptop dirumah, yang agak ribet dibawa-bawa.

Laptop besar itu, terkadang malah suka kejedot tembok pas didalem tas.

Males banget.

...

Yah seperti Mini Ultrabook itu lho, biasanya sekitaran 8-10 inchi..

Yang model macem GDP itu mas, bakal manis banget buat kerja. 
Harga GDP P2
dengan harga yang bisa bikin diabetes kalau denger untuk pertama kali

Nah, sebagai orang yang lagi seneng-senengnya nulis, saya bakal tambah seneng kalau saya bisa nulis dimana saja tanpa kendala usability perangkat.

Dan saya baru tau kenapa bos-bos itu suka pake perangkat yang memiliki portabilitas tinggi, biarpun cuma bisa pake buka Ms. Word dan Excel doang (extra: Power Point).

Setelah cari-cari produk, saya jadi salah fokus sama sederet angka dibawahnya.

Harga perangkatnya itu men, gilak!

Bisa lebih mahal dari laptop gaming dan editing kelas menengah.

Padahal cuman bisa buat browsing sama Ms. Office doang.

Itu yang saya ga habis pikir.

Mungkin karena portabilitas itu adalah domainnya orang-orang berduit kali ya ? Makanya bisa jadi ladang duit untuk vendor-vendor yang bikin perangkat sejenis.

Nah, disinilah saya coba cari solusi alternatif untuk permasalah saya ini.

Install full Ubuntu di perangkat Android

Mungkin saat ini merupakan saat yang tepat untuk mengekspresikan kebencian saya sama yang namanya Windows.

Disamping banyak virus, suka nganceng ga jelas pulak.

Tapi banyak program populer yang support, duh.


Anyway..


Kali ini saya memutuskan untuk menggunakan Ubuntu sebagai base-operating system saya.

Karena, selain familiar, Ubuntu juga banyak punya program-program alternatif yang free dan berfaedah.


Semua hal yang saya butuhkan juga ada disana.

Editing foto ? Ada GIMP (alternatif photoshop)

Office Suite ? Ada Libre Office dan WPS Office (alternatif Ms. Office)

Browser ? Jangan ditanya lagi. (ada semua)


Dan ternyata, GAMPANG BANGET pasangnya!

Kita hanya perlu kontainer dan sebuah viewer untuk akses kontainer tersebut.

Betul sekali, ini ibarat make virtual machine, tapi bukan VM ya.

Ini menggunakan "chroot"

Bedanya disini, Virtual Machine itu membuat simulasi komputer dalam perangkat dengan spec yang bisa dibuat beda. 

Tapi kalau Chroot itu memasang sistem dengan shared kernel dan arsitektur.

Sehingga lebih snappy!

Tapi untuk bisa merasakan pengalaman Desktop di Android ini, kita harus root dulu.

Sisakan juga ruang penyimpanan kosong sekitar 3 atau 4 GB lah, supaya tidak ada kendala nantinya.

Nah yang langkah-langkah untuk memasang Ubuntu di Android adalah
  1. Download dan install aplikasi bernama Linux Deploy di Play Store
    Get it on Google Play
  2. Download dan install juga aplikasi VNC Viewer di Play Store
    Get it on Google Play
  3. Buka aplikasi Linux Deploy, dan masuk ke setting terlebih dahulu.
  4. Pilih distro Linux, dalam hal ini Ubuntu. Kalau mau yang lain, bebas.
  5. Pilih arsitektur ponsel Android kita, biasanya sih arm64
  6. Pada bagian GUI, centang Enable, dan pilih juga Desktop Environment yang kalian suka, bebas.
  7. Sisanya biarkan default, kemudian kembali ke tampilan awal
  8. Pilih Tanda titik tiga di pojok kanan, dan tekan Install
  9. Tunggu proses instalasi.
Proses pemasangan membutuhkan waktu, jadi agak bersabar saja.

Setelah semua proses selesai tanpa error, dan pada konsol muncul tulisan >> Deploy.

Wah, ini artinya semua sudah siap, dan seketika itu juga saya tekan tombol Start.

Kemudian, sesuai instruksi, saya buka aplikasi VNC Viewer untuk mengakses GUI yang saya pilih.

Saya masuk ke "localhost", dan memasukkan password yang saya set sebelumnya..

Jeng, jeng, jeng.. Langsung tembus ke Desktop bro !

Tampilan desktop
tampilan desktop dengan program pengolah gambar terbuka

Ga pake booting segala.

Kaget juga ya (maklum pemula)

Karena network dan segalanya service utamanya jalan, langsung dah saya buka terminal dan jadi liar.

Saya pasang dah tu semua, Firefox, Gimp, Libre Office

Eh, tapi tunggu dulu

Memang kebanyakan program yang ada di Linux dapat langsung diinstal. 

Namun bukan berarti semuanya kompatibel.

Oleh karena arsitektur ponsel kita kebanyakan ARM64, maka program yang hanya dirancang untuk X86, X64, dan lainnya tidak dapat digunakan.

Contohnya saja WPS office yang biasa saya pakai di Mate Desktop di netbook saya.

Tapi kebanyakan program yang kita butuhkan bisa jalan kok!

Bottomline

Dengan temuan ini, saya jadi sedikit lebih hepi, karena tau ponsel saya tidak cuma segitu-segitu saja.

Ternyata ada bakat terpendam didalamnya.

Terlepas dari kenyamanan kerja menggunakan sistem ini yang masih sedikit kurang, saya rasa ini pantas dicoba.

Gimana menurut kalian ?


Thursday, June 25, 2020

URGENT ! Ransomware CryCryptor Android Bikin Heboh, Begini Supaya Terhindar !

Cry-cryptor-android-ransomware-terbaru
Halo teman-teman, ada yang baru nih.

Selain virus Corona yang mewabah, ternyata ada virus lain yang sedang bikin heboh negara barat sana.

Virus di Android gess.

Strain baru Ransomware ini menarget negara Kanada yang baru saja mengumumkan pengembangan aplikasi tracing Covid Alert.

Rencananya sih aplikasi Covid Alert yang asli ini akan dirilis untuk testing ke publik bulan July depan.

Tapi ternyata, kesempatan ini digunakan oleh orang yang kurang bertanggung jawab untuk mempromosikan aplikasi bedebahnya, sehingga orang jadi salah kira dan menganggap bahwa aplikasi tersebut adalah aplikasi resmi buatan pemerintah.

Gimana ga ketipu pren, Websitenya saja terlihat apik dan menarik, serta menggunakan top level domain, sehingga terkesan official.

Ransomware CryCryptor di Android
yang iseng emang niat banget


Untungnya, ESET, selaku perusahaan yang bergerak di bidang keamanan cyber, melakukan langkah cepat setelah mendapatkan informasi dari twitter, dan langsung kontak pemerintah Kanada.

Saya pun setelah membaca berita aneh ini malah jadi takut.

Denger kata-kata "Ransomware", saya jadi inget sama kejadian WannaCry beberapa tahun silam.

Ketika itu saya masih jadi staff di salah satu Resort di Ubud, dan menyaksikan sendiri gimana team IT sibuk backup-backup data dan update antivirus.

Nah, beda dengan WannaCry yang lebih menarget PC dan perusahaan multinasional, sekarang CryCryptor di Android menyasar data-data pribadi kita.

Duh, amit-amit

Skema penyebaran virus ini, mirip seperti aplikasi-aplikasi spam yang biasa ada di website-website yang meragukan.

Karena sudah ketipu dari awal, mereka yang masuk ke web ini akan diarahkan untuk mendownload aplikasi tersebut melalui sebuah link yang terlihat meyakinkan, seperti dalam kasus ini, tombol play store yang sangat familiar.

Tapi, bukannya masuk ke play store, aplikasi malah langsung terdownload ke ponsel kita.

Tentu kita juga diarahkan untuk menginstal aplikasi tersebut, walau dengan status pihak pengembang yang belum dikenali.

Nah, setelah kita mengizinkan segala permission yang direquest aplikasi ini, barulah aksinya ketahuan.

Tampilan ponsel yang terinfeksi
tampilan ponsel terinfeksi
sumber: ESET

Muncul sebuah notifikasi bahwa semua file pribadi telah terenkripsi, dan satu-satunya cara untuk membuka enkripsi tersebut adalah menghubungi si pembuat virus dan membayar sejumlah uang.

Amazing.

Tapi gimana caranya supaya terhindar ?

Untungnya ESET telah merilis tool untuk keperluan dekripsi bagi mereka yang file nya telah ter-enkrip oleh ransomware ini.

Untuk filenya bisa didapatkan disini

Dan ternyata, website penyebarnya juga sudah di take-down.

Tapi kejadian ini sebenarnya membuka mata kita lebih lebar lagi mengenai bahaya download aplikasi pihak ketiga pada website diluar playstore.

Seperti aplikasi crack atau mod itu misalnya.

Jangan khawatir mas, android sebenarnya merupakan sistem yang aman

Lagian kejadian seperti di atas merupakan murni kesalahan pengguna, yang mana secara sadar mengizinkan instalasi dari sumber yang tidak diketahui serta semua permission request yang diminta aplikasi tersebut.

Bagi kalian yang tidak begitu yakin untuk menginstal aplikasi dari sumber luar, mendingan jangan deh.

Kecuali kalau kalian tau betul apa yang kalian lakukan dengan segala konsekwensinya.


Stay safe mas !


Header : drobotdean

Thursday, June 18, 2020

Inilah Alasan Kenapa HP Smart, Tapi Teknologi Batre Masih Belum Canggih !

Kenapa batre cepat habis dan belum canggih
Pagi hari bikin kopi, enaknya sambil baca berita dan video Youtube di HP

Eh ternyata batre sekarat dan minta segera di charge.

Sial, saya lupa charge kemarin karena ketiduran

Duh, kebiasan..

Eh, tapi bentar bentar.. kenapa ya smartphone jaman sekarang yang katanya canggih itu, hanya mampu bertahan kurang dari 24 jam, walaupun itu hanya penggunaan normal ?

Nah lho ?


Ada apa dengan batre ?

Banyak yang tanya, kenapa smartphone yang begitu canggihnya sekarang ini, daya tahan batrenya terkesan kecil untuk sebuah perangkat mobile modern.

Sekedar untuk perbandingan, Nokia 3310 lama (rilis di tahun 2000), yang menggunakan teknologi Li-Ion berkapasitas hanya 1000 mAh,  seperti dilansir telegraph.co.uk, mampu bertahan selama satu minggu tanpa di charge sekalipun.

The original 3310’s battery would last about a week

Lompat ke generasi selanjutnya, Nokia N95 (rilis tahun 2007) yang menggunakan Li-ion 950 mAh mampu bertahan selama 220 jam, atau selama 9 hari.

Lalu ada Blackberry Pearl di tahun 2010 yang bedasarkan data GSM Arena, mampu standby di 432 jam, atau 18 hari dengan Li-ion 1150 mAh

Wow, semakin lama saja daya tahan ponsel tersebut.

Sekarang bandingkan dengan smartphone paling canggih dah.

Asus ROG Phone II dengan Li-Po battery 6000 mAh yang memiliki endurance rating 114 jam, atau sekitar 4 - 5 hari.

Atau kalau kalian Apple fanboy, iPhone 11 Pro Max hanya bertahan 102 jam, atau sekitar 4 harian.

Disini, ketahanan perangkat itu tiba-tiba menurun, 

Lho kok ?

Padahal, kapasitas batrenya itu sudah sekitar 6 kali lebih besar.


Emang sih, penggunaan daya setiap perangkat itu berbanding lurus dengan kemampuannya. Jadinya semakin canggih perangkatnya, semakin banyak juga ngabisin daya

Tapi kenapa HP tambah smart malah makin cepat loyo ?

Kenapa tidak dibuat tahan lebih lama ? Tambah kapasitas batre jadi 20,000 mAh misalnya..

Teknologi kan semakin canggih ?


Begitu kurang lebih cuitan orang-orang...

Perkembangan teknologi batre tidak secepat perkembangan smartphone.

Menganalisa tren perkembangan batre tidak semudah sekedar browsing di beberapa website.

Ada argument yang pro terhadap statement bahwa  diatas, banyak juga yang kontra.

Tapi disini saya jelaskan, tolak ukur penilaian terhadap ketahanan batre bukanlah standby time.

Jadi ya, cerita diatas kurang relevan.


Memang sih, kalau dipikir-pikir lagi, perkembangan pesat smartphone kita, entah android atau iphone tidak dibarengi oleh perkembangan teknologi batre yang sepadan.

Masih belum.

Ini dikarenakan karena tantangan terhadap development batre menurut saya sangatlah tinggi.

Mulai dari aspek teknis, politik, pendanaan riset, dan lain sebagainnya.

Dan disini, saya suka mengutip ide salah satu professor di MIT, Nicholas Negroponte yang membagi teknologi menjadi dua jenis.

Yang pertama teknologi berbasis atoms, yang kedua berbasis bits.

Nah, untuk yang berbasis bits, teknologinya didorong oleh perkembangan IT yang tumbuh secara eksponen dan mampu melipat-gandakan kemampuannya setiap beberapa tahun.

Smartphone dengan segala chipset yang sering dibahas orang cohtohnya.

Tapi disini batre masuk ke teknologi berbasis atoms, yang mengandalkan pure material, dimana tantangan terberatnya saat ini adalah menemukan material yang lebih ringan dan efisien selain lithium.

Apa itu berarti kita akan terjebak dengan teknologi Lithium-ion sampai akhir hayat kita ?

Tidak juga!

Nah, dengan ngetrend nya mobil elektrik seperti Tesla, saya pikir riset di bidang batre ini akan semakin digalakkan.

Untuk sekarang, ada beberapa ide alternatif, seperti menggunakan Graphene, teknologi Lithium-Silicon, Solid State Battery, dan yang lainnya yang masih digodok sebelum dapat secara aman dan efektif digunakan pada smartphone.

Sssstt... dan saya dengar-dengar juga, batre dengan teknologi graphene mampu membuat proses charging jauh lebih singkat tanpa mengorbankan umur batre, dengan kerapatan energi sekitar 60% lebih rapat dibanding Lithium-Ion yang banyak kita andalkan sekarang. 

Potensi batre dengan material graphene
potensi graphene dibanding Li-ion tradisional
sumber : nanographene.net


Ditambah juga heat-dissipation yang lebih baik, dijamin bikin ngiler para gamer.

Ini artinya, kalau sampai kejadian, perangkat kita akan jadi lebih tipis dan adem.

Tapi sampai saat itu tiba, sepertinya kita harus bersabar.

Bottomline

Walau memang iya perkembangan teknologi batre tidak secepat perkembangan teknologi smartphone, setidaknya semakin kesini smartphone kita semakin efisien dalam penggunaan daya lho.

Jadi jangan terlalu khawatir

Apalagi sudah ada beberapa kandidat alternatif, yang siap menggeser kejayaan Li-ion dalam beberapa tahun kedepan.

Selow aja pokoknya..

Menurut kalian gimana ?

Monday, June 15, 2020

Tangi, Aplikasi Gabungan Tiktok dan Pinterest Untuk Sharing Tutorial

Tangi, Aplikasi sharing ide yang trend saat ini
Bukan Google namanya kalau tidak selalu melakukan eksperimen !

Kali ini, melalui sebuah proyek inkubasi bernama Area 120, Google merilis sebuah aplikasi yang mirip Pinterest, sharing inspirasi dan tutorial DIY.

Namanya Tangi gess.

Tampilan web Tangi
tampilan home tangi

Bedanya, tidak seperti Pinterest yang hanya berbagi foto, Tangi memilih video pendek sebagai core contentnya.

Saya sendiri heran, kenapa namanya "Tangi" ya ? Lebih kedengaran seperti "bangun" dalam bahasa Bali.

Mungkin maksudnya supaya kita bangun, begitu ?

Tapi ternyata, seperti keterangan yang diberikan oleh sang pembuatnya, Tangi disini merupakan singkatan dari "TeAch aNd GIve", atau "tangible" yang kasarnya berarti "nyata"

Inspirasi Tangi sendiri muncul dari sebuah pengalaman pribadi dari sang pendiri, Coco Mao, dimana dia mendapati kedua orang tuanya senang menonton video tutorial fotografi dan melukis melalui ponsel pintarnya.

Dia pun kaget sekaligus senang kan, kok tiba-tiba ibunya mendadak menjadi seorang oil-painter amatir.

Bergabunglah juga dia ke komunitas yang sama.

Bedanya disini dia masuk ke area memasak dan bidan fashion.

Akhirnya dia takjub sendiri, bagaimana sebuah video pendek tenyata dapat menyampaikan pesan yang lebih to the point dibandingkan dengan sekumpulan teks dan gambar.

Lahirlah Tangi.


Tidak sepert Tiktok yang berorientasi lebih ke hiburan, Tangi mendedikasikan hidupnya supaya pengguna bisa mengeksplor dan mempelajari hal-hal baru.

Ini dapat dibuktikan dengan adanya sebuah tombol aneh dan unik yang bertuliskan "Try It", yang mana mendorong pengguna untuk mencoba tutorial yang ditontonya, kemudian mengunggah jepretan hasil jadinya untuk dibagikan pada video yang sama, sehingga orang-orang bisa berinteraksi.

Tampilan tangi di ponsel
tombol try it yang unik


Inilah yang saya rasa akan membuat Tangi menjadi salah satu platform favorit untuk berbagi ide.

Nah, karena tujuan dibuatnya sendiri adalah untuk memudahkan pengguna menemukan tutorial berkualitas, ini menyebabkan limit videonya hanya sekitar 1 menit atau kurang.

Untuk sementara, mengupload video di Tangi tidak seterbuka platform lainnya. Kita harus melamar dulu untuk menjadi bagian dari kreator Tangi.

Mungkin supaya platform yang baru seumur jagung ini terjamin kualiatas kontennya.

Tapi untuk kedepannya, tidak menutup kemungkinan siapapun bisa mengunggah konten dengan bebas.
Get it on Google Play




Friday, June 12, 2020

Inilah Alasan Kenapa Saya Tidak Membeli HP Keluaran Terbaru (Belum)

Alasan Tidak Membeli Ponsel Keluaran Terbaru
Setiap bulan ada saja ponsel terbaru yang keluar yang menawarkan fitur-fitur terbaru. 

Sangat banyak memang menurut saya bermanfaat,.

Tapi dengan segala macam fitur tersebut, kenapa saya belum ada keinginan untuk membeli ponsel baru, dan mengganti Redmi 4X kuno saya ?

Saya sendiri heran ya,  (Lho kok ??)

Sebegitu gencarnya orang-orang pada membicarakan spek, fitur, teknologi termutakhir ponsel.

Kenapa saya tidak ikutan rame juga ?

Jangan-jangan saya tidak normal ??

...

Nah, setelah saya bermeditasi mendalam, saya menemukan jawabannya.

Memutuskan untuk membeli ponsel baru ternyata harus memenuhi 2 syarat.

#1. Budget n Benefit

Saya tidak akan menyangkal, fitur-fitur ponsel jaman sekarang itu sudah sangatlah menggiurkan.

Tapi kalau dilihat lagi dari segi kebutuhan, saya rasa masih belum klop sama saya ya..

Kebanyakan ponsel jaman sekarang itu orientasinya ke gaming.

Sedangkan saya bukanlah seorang gamer PRO.


Jangan salah, duit selalu ada mas...

Tapi kalau ditanya, akankah saya menghabiskan duit 10 juta hanya untuk ponsel yang bisa dipakai untuk bermain game supaya lebih lancar ?

Jawabanya tidak sama sekali.

Dan mungkin jawaban kalian lain.



Saya jadi ingat dulu pas masih SMA, ketika zaman Blackberry merajai pasar ponsel di indonesia, sekitar tahun 2008 - 2011 an

Saat itu saya masih pakai Sony W810i, 

Ya ga cupu-cupu amat lah..

Dan saya pikir, kalau saya beli BB juga, apakah saya jadi auto-keren ?.

Pacar sudah punya, manis pula.

Komunikasi juga masih lancar tanpa BB. 

Tapi setelah munculnya Android, terutama pas keluarnya Samsung Galaxy Gio di tahun 2011 seharga 1,8 jeti, yang menawarkan sebuah ponsel layar sentuh dengan kemampuan multimedia yang dibilang lebih dari BB, tabungan saya langsung saya bongkar.

Tentu saja saya dibantu dengan suntikan dana dari dari sepupu sekaligus boss saya ketika training PKL, Pak Donal. (jaman high school cari duit susah mas)

Alhasil saya jadi orang pertama dengan Android di kelas yang bisa menonton video 480P Uncensored dengan layar colek dan lebih besar di ponsel.

Ahh.. masa-masa itu kalau diingat..

Oke-oke, cukup bernostalgia, mari kita lihat syarat yang satunya. 

#2. Ada kecacatan di ponsel lama

Kecacatan merupakan alasan utama seseorang untuk mengganti ponsel. Cacat ini bisa karena kecelakaan, atau faktor umur.

Kalau sudah sempat jatuh dan layar retak, walaupun kalian masih tetap bisa menggunakannya, pasti ada insting untuk mengganti layar, atau malah membeli ponsel baru (kecuali kalau kalian pegang flagship)

Tapi kalau penggunaan kalian apik-apik saja, jangan senang dulu. 

Masih ada yang namanya "Faktor U".

Seperti segala hal di dunia ini, pasti akan memudar seiring berjalannya waktu

Nah, biasanya hal yang paling pertama bermasalah adalah kapasitas batre.

Biarpun kalian pegang HP flagship sekalipun, batre yang dibenamkan di ponsel kalian tetaplah sama dengan batre HP middle-end kebawah, (dari segi teknologi cell nya ya..)

Dan performa batre akan selalu menurun dengan rate yang sama juga.

Kecuali ada penyebab lain lagi yang menambah pendek umur batre, seperti siklus charge, panas, dan sebagainya, tambah sial lagi.


Kalau diingat-ingat, pada era Android ini, saya hanya pernah pegang 3 HP, yaitu; Galaxy Gio, Galaxy Ace II, dan yang terakhir Redmi 4X.

Galaxy Gio tentu sudah jelas asal-usulnya.

Nah, kemudian saya beralih ke HP kedua, Galaxy Ace II di akhir tahun 2012, karena ingin upgrade ke arsitektur ARMv7, supaya bisa mendukung kebanyakan aplikasi keren di Play Store.

Yang terakhir, Redmi 4X sampai ke genggaman, ketika saya sudah bosan gonta-ganti batre Ace 2, sekitar di tahun 2017.

Sekarang, sampai saya menulis ini, saya masih bertahan di Redmi 4X.

Bukannya mulus mempesona, ponsel saya sekarang ini juga memiliki sebuah downside, yaitu kualitas rekaman audio yang noisy ketika gunakan mic eksternal.

Pokoknya buruk lah.

Saya tidak tau apakah ini disebabkan oleh upgrade Android 10, atau memang ada kecacatan fisik.

Sayang sekali saya terlalu malas untuk mencari tau, sekali lagi karena memang belum perlu.

Yap, jadi kesimpulannya saya tidak begitu terganggu dengan kecacatan HP saya sekarang.

Bottomline

Ponsel baru memang selalu menarik dan memikat.

Tapi maaf, ternyata masih belum menarik saya punya hasrat.

Kalau disimpulkan, semua dasarnya adalah kebutuhan.


Mungkin nanti ketika HP sudah bisa digunakan untuk mengambil video dengan Shallow Depth of Field (efek blur DSLR), baru saya berniat merogoh kocek.

Atau kalau Redmi 4X saya tiba-tiba rusak.

I don't know.

Or do I ?


Header: cookie_studio

Thursday, June 11, 2020

Pengalaman Melacak HP Android Yang Hilang

Pengalaman melacak HP Android yang hilang
Ketika saya mengetik judul post random ini, saya jadi teringat sebuah kisah dimana ipar saya kehilangan ponselnya.

Kejadian ini terjadi kalau tidak salah di awal tahun 2019, dimana sang ipar sedang pergi mengunjungi pamannya. 

Nah singkat cerita, ketika balik dari kunjungan tersebut dia baru sadar ada yang salah dengan kantong jaketnya.

Ponselnya tidak ada.

"Oh, ketinggalan", pikirnya.

Setelah dicek lagi ke tempat dia berkunjung, ponsel tersebut masih belum ketemu.

DUG !! sepertinya itulah yang dia rasakan di dadanya.

Melacak HP yang hilang

Melacak HP Android yang hilang bukanlah perkara yang sulit mas..

Yang kita butuhkan hanyalah sebuah akses akun yang terdaftar di ponsel hilang tersebut, dan koneksi internet tentunya.

Tapi yang sulit ternyata adalah menemukan kembali ponsel tersebut. (super sekali!)

Ini dikarenakan banyaknya faktor yang menentukan apakah perangkat itu dapat ditemukan kembali, atau sebaliknya, kita harus mengikhlaskan saja kehilangannya.

Nah, pada cerita kali ini, setelah dengar kabar hilangnya ponsel sang ipar, saya langsung buru-buru melakukan hal sebuah hal yang penting.

Lacak menggunakan Find My Device

Find my device sendiri merupakan software besutan mamaknya Android (Google) yang dapat dimanfaatkan ketika kita lupa atau kehilangan ponsel kesayangan kita.

Aplikasi ini bisa diinstal di berbagai perangkat android, atau bisa langsung diakses Webapp nya menggunakan browser seperti Chrome atau Firefox.

Nah, menurut saya, hal yang paling tepat dicoba saat itu adalah; langsung masuk ke Webapp nya, karena lebih cepat dan tidak perlu menginstall apa-apa lagi.

Kebetulan saat itu saya menggunakan ponsel saya pribadi untuk melacak milik ipar saya

Langkah-langkah yang saya ambil adalah sebagai berikut.

  1. Masuk ke website https://www.google.com/android/find, dan login menggunakan akun gmail yang terhubung dengan perangkat yang hilang.
  2. Biarkan beberapa saat, sampai perangkat yang hilang tersebut ditemukan dan tampil di peta yang disediakan.
  3. Ketika sudah terhubung, lock terlebih dahulu dengan pilihan Secure Device atau Amankan Perangkat.
    Setelah itu kalian juga akan ditawarkan untuk mengisi pesan singkat dan kontak yang bisa dihubungi, yang nantinya akan muncul pada lockscreen perangkat kalian yang hilang.
    Ini bertujuan untuk antisipasi jika ponsel telah ditemukan oleh orang lain
  4. Kemudian, rencananya kita akan menelusuri area dengan panduan peta yang disedikan, dan ketika sudah dekat, kita bisa gunakan fitur Play Sound atau Mainkan Suara untuk menemukan tepatnya lokasi ponsel tersebut.
  5. Kalau sudah ketemu, kita akan tetap bisa unlock ponsel menggunakan akun yang tadi

Disini, poin nomor 3 sangatlah penting, dan merupakan prioritas yang harus dilakukan pertamakali setelah kalian mendapatkan akses.

Tapi, rencana hanyalah sebuah rencana saat itu.

Kenyataannya, Find My Device tidak dapat terhubung dengan ponsel ipar saya.

Dan satu kesimpulan dapat saya tarik, 

HP nya sudah mati.

Menemukan lokasi aktif terakhir

Dimatikan, 

Itulah hal pertama yang ada di pikiran saya saat itu.

Mungkin HP nya jatuh dari kantong saat naik motor, kemudian ada orang yang menemukan dan langsung mematikannya.

Mungkin...

Tapi ada kalanya koneksi internet bisa saja terputus, atau bahkan tidak menutup kemungkinan kalau ponsel tersebut tiba-tiba mati karena benturan dengan aspal.

Tenang saja, ketika sudah di lock, walau dalam keadaan mati pun, lock akan tetap berlaku.

Nantinya, ketika ponsel dihidupkan kembali oleh orang yang menemukannya, layarnya akan terkunci dengan pesan yang kita sudah atur sebelumnya.

Tapi saya masih penasaran.

Supaya tidak berprasangka buruk, langkah selanjutnya yang saya ambil adalah mencoba menemukan posisi terakhir ponsel tersebut sebelum hilang kontak

Pada aplikasi Find My Device, ada sebuah pilihan untuk melihat histori lokasi dari ponsel kita yang hilang.

Namanya Maps Timeline, atau sering juga dikenal dengan istilah "Linimasa".

Jadi yang saya harapkan, minimal saya tau di area mana ponsel kita tiba-tiba mati.

Dan hasil yang saya peroleh waktu itu sedikit mencengankan.

Posisi terakhir ponsel tersebut berada agak jauh ke utara dari rute perjalanan sang ipar.

Berarti memang sudah ditemukan oleh orang lain.

Dan kemungkinan dia bawa pulang.


Pada situasi tersebut, kita sudah pasrah kalau ponsel tidak dapat ditemukan.

Akhirnya, kita putuskan untuk Erase Device, atau menghapus semua data yang ada menggunakan Find My Device tadi, dengan sebuah harapan bahwa si penemu ponsel ini membaca pesan pengaman perangkat, dan bersedia menghubungi kami untuk segera mengembalikan perangkat tersebut.

Tapi lucunya ada satu hal lagi yang tiba-tiba muncul di pikiran saya

Apakah nomor IMEI dapat digunakan dalam kasus seperti ini ?

Bisakah IMEI membantu ?

IMEI sendiri merupakan kombinasi 15 digit nomor unik yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah produk elektronik

Karena secara teori tidak ada nomor IMEI yang identik, mungkin dapat digunakan untuk melacak ponsel walau sudah di wipe dan diganti kartunya.

Akhrinya saya lakukan sedikit browsing dalam bidang teknis ini.

Dan hasil dari penelusuran saya di jagat maya, ternyata melacak HP dengan IMEI merupakan HOAX

Dan juga lebih terdengar seperti phising.

Kalaupun bisa, mungkin hanya bisa dilakukan oleh orang dengan otoritas tinggi.

Lagipula saya juga pernah baca kalau IMEI dapat diganti dengan software khusus, jadi tidak begitu bisa dipercaya.

Dan saya pikir saat itu, saya sudah terlalu jauh bergulat pada permasalahan ini.

Bottomline

Kehilangan ponsel merupakan hal yang sama sekali tidak kita inginkan.

Tapi realitanya, cerita seperti di atas sangat sering terjadi.

Hanya ada satu hal yang dapat kita lakukan selain lock dan erase perangkat, yaitu berserah diri.

Namanya juga lagi apes.

Walaupun tingkat keamanan secanggih Apple, yang mana mekanisme iCloud lock nya belum bisa dibobol, masih juga bisa diakalin demi sebuah keuntungan dengan cara dijual untuk dikanibalkan.

Tapi biarpun ponsel hilang, setidaknya data pribadi kita aman, dan hanya menjadi milik kita seorang.


Sampai Jumpa !


Header :tirachardz

Sunday, June 7, 2020

Oh Wow! Game Draw Climber Ini Akan Mengalihkan Duniamu !

Draw Climber, Game Penghilang Stress
Hari ini saya bangun agak pagi, walau kemarinnya begadang karena nulis sampai subuh,..

Niatnya sih habis bangun, langsung bikin kopi, dan cuss kerja depan laptop.

Tapi nyatanya anak saya, si "Sweety WeberJagerManJansen" yang berumur setahun setengah, minta supaya ditemenin bermain, sampai tengah hari pula.

Dan diapun tidak menunjukkan tanda-tanda ngantuk atau sejenisnya..

WWAAAAAASSS** !!!, saya teriak dalam hati, sambil menikmati setiap detik tangan dan leher saya ditarik-tarik.

Tapi entah apa yang terjadi, tiba-tiba saya pengen buka FB, dan seketika itu pula saya melihat iklan tentang sebuah game aneh.

Mungkin ini yang namanya kode alam ya..

Tanpa menunggu panjang saya download game tersebut dan mencoba main sambil jagain si Sweety WJMJ.

Dan Wow !

Tekanan di kepala langsung pudar setelah bermain beberapa saat.

Jadi senyam-senyum sendiri, ketawa-ketiwi sendiri..

Gimana engga ya, ini game tuh penghilang stress banget, dan jujur saya belum pernah menemukan game sesimpel ini yang bikin hati saya senang.

Kesenangan yang dihasilkan pun tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Oh iya, mungkin kalian para pembaca setia belum pernah dengar game ini ya ?

Sekilas tentang Draw Climber

Game ini sebenarnya game balapan lari dengan berbagai rintangan yang ada sepanjang track nya

Draw Climber, game penghilang stress
tampilan utama game Draw Climber


Belum terdengar aneh kan ?

Tapi nyatanya ini bukan game balap lari biasa..

Ini adalah game balap lari yang diperankan oleh karakter aneh yang model kakinya bisa diganti-ganti untuk dapat melewati rintangan didepannya.

Tampilan Draw Climber
permainan Draw Climber


Mulai dari tangga yang curam, semacem terowongan sempit, kolam penuh air, dan tembok-tembok yang tinggi

Dan mekanisme permainannya pun simpel banget.

Kita hanya harus menggambar bentuk kaki yang kita rasa dapat digunakan untuk melewati rintangan yang ada di depan mata secara efisien.

Tidak hanya sampai disitu saja, 

Oleh karena ini game balapan, kita juga punya rival yang memiliki tujuan sama, yaitu sampai di garis akhir duluan.

Nah disinilah serunya, karena kita dituntut untuk berpikir cepat sambil mengamati rintangan di depan, supaya jangan sampai kita stuck, dan akhirnya tertinggal jauh !

Respon cepat dan tepat, kunci kemenangan game ini.

Seperti game-game pada umunnya, kecepatan dan ketepatan merupakan kunci suksenya. 

Tapi disini, kalau ternyata saingan kita lebih tepat dalam mengambil tindakan, ya kita harus mengubah strategi untuk dapat menyalipnya.

Dan disinilah saya sadar kalau garis kaki model "andalan" saya tidak selalu unggul di setiap situasi.

Desain kaki yang tidak selalu tepat
kaki andalan kurang terasa tepat


Ada saatnya kita terjebak di jalur yang membuat karakter kita stuck atau berjalan ditempat.

Nah, kalau seperti itu kita diharuskan ganti kaki, sebelum tertinggal jauh oleh lawan kita.

Koleksi koin untuk unlock berbagai item

Karena saya saat main sering menang secara berurutan, koin saya jadi banyak.

Ternyata dengan koin ini, kita bisa beli perks untuk menambah kecepatan, membeli karakter baru, dan item-item lainnya.

Kita juga bisa mendapatkan koin ekstra dengan menonton iklan-iklan yang disuguhkan oleh game ini.

Tapi, menurut saya pribadi, koin ini belum begitu penting fungsinya.

Setidaknya sampai saat saya menulis artikel ini ya..

Karena keasikan main..

Tidak terasa sudah hampir 1 jam saya mantengin layar ponsel tanpa bergeming.

Ternyata selama ini si Sweety ikutan ngintip game ini dari punggung, ga sadar kalau kita udah ketawa ketiwi bareng.

Dan satu kalimat yang saya tunggu-tunggu pun keluar dari mulutnya.

Bapak, Taya bubuk
 
Akhirnya !!

Mungkin ini yang namanya pertolongan Tuhan ya, saya tidak tau.

Yang jelas, dunia saya sempat dialihkan oleh sebuah game !

Wow !
Get it on Google Play


Header :jcomp

Saturday, June 6, 2020

Inilah Cara Merekam Layar Audio Internal Terbaik di Android, Jaminan Mutu !

Aplikasi Perekam Layar Audio Internal
Dalam beberapa bulan terakhir, sejak hari libur mendadak menjadi banyak, biasanya waktu saya habiskan dengan bermain HP.

Entah nonton channel bermanfaat di Youtube lah, main game PPSSPP, atau sibuk mencari berita-berita yang lagi HOT sekarang ini.

Saya rasa kebanyakan orang juga begitu, apalagi di masa sulit seperti sekarang.

Sampai pada suatu ketika, saat saya iseng nonton video gaming HP di Youtube, dan langsung tercengang!

Nah video yang saya tonton itu merupakan rekaman tangkapan layar yang mana masih belum menggunakan internal audio.

Padalah kontennya lumayan lho.

Sayang sekali, grafik mantap, tapi karena kualitas audionya, malah jadi terkesan burique.

Karena itu, kali ini saya memutuskan untuk berbagi cara yang saya gunakan untuk merekam layar android beserta audio internalnya.

Yah, balik lagi deh ke hobi ngoprek-ngoprek ga jelas.. hahaha

Kenapa sulit untuk menemukan aplikasi perekam layar audio internal ?

Jika kalian orangnya super kepo seperti saya, pasti penasaran juga kenapa sepertinya sangat sulit untuk menemukan aplikasi ini.

Kenapa semua aplikasi yang kita temukan di play store tidak mampu merekam audio internal ?

Faktanya nih ya, sebenarnya yang terjadi bukanlah aplikasinya yang tidak mampu.

Melainkan Google, selaku mamaknya Android, ternyata selama ini sengaja menghilangkan kemampuan aplikasi untuk merekam audio internal.

Ini artinya, tidak ada akses sama sekali yang diberikan untuk aplikasi perekam layar.

Dan saya rasa, alasan dibalik itu semua adalah masalah pelanggaran hak cipta, karena akan membuat semakin mudahnya untuk membajak baik lagu atau video yang kita putar dari Youtube.

hmm.. masuk angin...

Tapi ternyata..

Android 10 mengubah segalanya !

Jeng jeng jeng....

Tak di sangka-sangka, salah satu fitur terbaru dari android 10 adalah akses audio internal.

Lho, kenapa Google tiba-tiba berubah pikiran ??

Sebenarnya fitur ini dibuat semata-mata untuk mendukung fitur live caption dari versi android teranyar tersebut.

Dan kabar baiknya, semua aplikasi perekam di Play Store beramai-ramai memperbaharui aplikasi mereka untuk memanfaatkan akses ini.

Mulai dari ADV, Mobizen, DU, AZ, sebut saja mas..

Aplikasi perekam layar populer di playstore
pilihan internal audio di aplikasi populer

Jadi kalau HP kalian sudah versi Android 10, kalian bisa bebas langsung menggunakan aplikasi perekam yang ada di Play Store tersebut.

Tapi kalau ponsel kalian belum berjiwa Android 10, tenang saja masih ada jalan lain.

Screen Recorder audio internal dengan akses Root

Memang dengan akses root, kita tidak otomatis bisa melakukan apa saja di HP kita.

Tapi, kita bisa melakukan kebanyakan hal yang tidak bisa dilakukan di HP noob, hahaha..

Termasuk disini mengakses audio internal disemua versi Android yang ada.

Jadi ya, ini adalah solusi untuk semua perangkat.

Baca Juga : Cara Root yang Mudah dan Aman Bagi Pemula

Saya pribadi adalah seorang superuser di HP yang saya miliki, ya bebas aja gitu.

Dan satu aplikasi yang  sangat saya sukai untuk melakukan perekaman dengan audio internal adalah.. 

ScreenCam yang ada di Play Store.

Aplikasi ini adalah aplikasi bersih mas, tanpa iklan sama sekali. Hasil rekamannya juga tidak lag, walau di set di kualitas tertinggi, tentu dengan audio internal yang jernih pula.

Salah satu syarat untuk merekam audio internal menggunakan aplikasi ini adalah Magisk Root dan sebuah modul yang bisa diakses di dalam aplikasinya.

Tampilan ScreenCam android
tampilan sumber audio (kiri), dan pilihan instalasi magisk module (kanan)


Setelah semua lengkap, saya jamin kalian bisa merekam layar dengan audio internal di semua perangkat Android, walau belum Android 10 sekalipun

Saya yakin seyakin-yakinnya, karena saya juga merupakan pengguna aplikasi ini.

Walau di HP kentang sekalipun ya (Redmi 4X).

Tapi sayangnya nih ya, sampai saat saya menulis ini, ScreenCam masih belum support merekam audio internal + mic input.

Sehingga masih belum bisa digunakan untuk live recording audio game bersamaan dengan commentary yang kita lakukan.

Nah, aplikasinya bisa kalian dapatkan disini nih..

Get it on Google Play


Tapi sebentar..

Kalau kalian perlu aplikasi yang dapat merekam audio internal + mic input, saya masih ada satu aplikasi lagi.

RecMe Screen Recorder, juga ada di Play Store.

Ini dia aplikasi killer terbaik yang  mampu melibas semua kebutuhan screen recording kalian.

Bisa rekam video overlay, suara internal + mic input, atur performa, beh banyak pokoknya.

Kualitas rekaman dari aplikasi ini juga tidak kalah dengan ScreenCam.

Tampilan RecMe Screen Recorder
fitur dan pilihan input audionya banyak coy

Yang dibutuhkan untuk bisa merekam internal audio + microphone dari aplikasi ini hanyalah sebuah modul dari pengembang yang sama, yang mana juga bisa ditemukan di Play Store.

Jadi ya harus install 2 aplikasi, yakni perekam dan modul audio internal supaya bisa langsung joss.

Nah, kalian bisa dapatkan aplikasi RecMe disini
Get it on Google Play
Nah, untuk plugin nya silahkan ikuti link di bawah (ROOT ONLE)
Get it on Google Play

Aplikasi ini datang bersama dengan iklan-iklannya, jadi agak sedikit mengganggu. 

Tapi tidak apa-apa lah, namanya juga aplikasi gratisan.



Oke, itu dia aplikasi - aplikasi perekam yang pernah saya gunakan. 

Untuk saat ini saya masih sisakan 2 saja, ScreenCam dan RecMe.

Gausah banyak-banyak mas, yang pasti pasti aja.

Semoga bermanfaat mas

Sampai Jumpa !


Header : diana.grytsku

Monday, June 1, 2020

Ini Penjelasan Terhadap Wallpaper Terkutuk Yang Bikin HP Android Crash !

Wallpaper bikin crash
Pagi ini sambil ngasuh anak, saya dikejutkan dengan sebuah headline di Facebook.

Dikatakan disana bahwa sebuah foto yang kalau dijadikan wallpaper, mampu membuat ponsel kita soft brick tidak karuan.

Gimana ceritanya ?


Pertamanya sih saya biasa saja gitu, tidak terlalu menghiraukan.

Saya pikir itu cuman orang iseng yang mau cari perhatian, atau minta di subskreb.

Eh, ternyata, hanya dalam hitungan menit, orang-orang pada ramai memposting ulang fenomena ini.

Postingan facebook yang wah itu
sangat menarik perhatian


Masa iya isengnya "berjamaah" ?

Penasaranlah saya ikut mencoba.


Proses mencoba 

Saya mencari sumber dari berita ini, yang ternyata pertama kali diposting oleh sebuah akun twitter bernama Ice Universe. 

Disana dia memposting gambar tersebut dengan tweet seperti ini.

Tweet Ice Universe
isinya adalah himbauan untuk tidak memakai gambar tersebut sebagai wallpaper, terutama ponsel samsung

Yang membalas tweet tersebut sangat banyak, dan semuanya terdengar organik, atau tidak dibuat-buat.

Bahkan salah satu user memposting rekaman yang menunjukkan bagaimana ponselnya berada pada masa sulit setelah menerapkan gambar ini sebagai wallpaper.

Saya pikir ini ada hubungannya sama hal-hal magis atau apa gitu, karena dulu saya pernah denger ada isu sms bikin kanker di tahun 2007-an,, hiiii... 

Nah, karena merasa tertantang, saya download lah gambar tersebut dan buru-buru membuatnya menjadi wallpaper.

Lalu hasilnya...

Biasa saja mas, tidak ada masalah..

Tampilan wallpaper saya
tampilan ponsel kesayangan setelah dipasangi gambar tersebut

Ketipu lagi deh..

Tapi ternyata saya salah!

Gambar yang saya download tadi merupakan gambar yang sudah disesuaikan sedemikian rupa, sehingga tidak menyebabkan efek apa-apa.

Intinya itu bukan gambar asli yang bikin heboh saat ini.

Untungnya, akun Ice Universe dengan baik hati menyertakan tautan ke gambar asli yang disimpan di Google Drive.

Perhatian !! Saya tidak menganjurkan kalian menggunakan gambar ini sebagai wallpaper, karena sudah terbukti menyebabkan crash bagi kebanyakan ponsel pintar Android, dan saya tidak bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi terhadap ponsel kesayangan kalian. Do with your own risk!


Saya buka, masih biasa saja

Tapi ketika saya download, dan memasangnya sebagai wallpaper, ada yang aneh...

Ada yang berbeda setelah dijadikan wallpaper
kiri: gambar asli
kanan: setelah dijadikan wallpaper

Jelas sekali ada semacam penyesuaian yang dilakukan oleh ponsel pintar saya, supaya gambar laknat ini tidak menyebabkan hal yang aneh-aneh.

Jadi saya pikir saat itu, memang file ini memiliki semacam bumbu perusak di dalam codec  nya.

Hampir saja..

Penjelasan para ahli

Karena rasa penasaran yang begitu menggebu, saya mencari berbagai penjelasan terhadap fenomena ini.

Tentu saja bukan paranormal yang saya cari.

Menurut sebuah artikel oleh Android Authority, fenomena ini sebenarnya sudah dilaporkan sebagai bug di tahun 2018 kemarin. Tetapi karena tim Google tidak bisa mempraktekkan ulang isu ini, alhasil isu ini langsung ditutup.

Tetapi penelusuran saya  tidak sia-sia.

Setidaknya ada sebuah penjelasan logis yang nyangkut di otak saya. 

Dikatakan disana bahwa penyebab ponsel pintar saat ini jadi mendadak "goblok", dikarenakan oleh color profile gambar yang melewati batas yang bisa ditangani Android.

Sehingga, sistem crash dan berusaha mereboot ulang.

Tapi sayangnya, karena gambar ini jadi wallpaper, setiap reboot nongol lagi.

Crash lagi,..

Begitu seterusnya sampai kita bosan dan mempertanyakan arti hidup ini.

Bahkan safe mode pun tidak membantu.

Hanya bisa diperbaiki dengan factory reset, duh !


Kesimpulannya

Walau kita sudah ada di zaman modern, hal-hal yang berbau aneh dan mistis tetap ada, dan mistis kali ini domainnya sudah berbeda, sudah merasuk ke teknologi

Tapi ingat mas, selalu ada penjelasan dari setiap anomali atau keanehan, terutama yang ada di internet.

Salam penasaran, dan Sampai jumpa !




Sunday, May 31, 2020

Cara Menggunakan Kinemaster yang Ramah Untuk Pemula

Cara Menggunakan Kinemaster untuk pemula
Semakin berkembangnya teknologi, semakin memudahkan kita dalam melakukan berbagai hal, salah satunya mengedit video.

Dulu mengedit video merupakan aktivitas yang wah mas, karena biasanya dilakukan di PC dan membutuhkan spec yang tinggi dengan dukungan kartu grafis dan prosesor yang oke.

Tapi sekarang apa ? anak-anak dengan ponsel Android pun bisa melakukannya.

Salah satunya dengan aplikasi bernama Kinemaster.

Ga mau dong ketinggalan sama anak-anak jaman now..

Maka dari itu, saya akan share pengalaman mengedit bertahun-tahun dan cara menggunakan Kinemaster yang ramah bagi pemula, dan setelah baca artikel ini, saya jamin kalian jadi PRO dan tidak malu lagi pamer sama anak-anak jaman now itu.

Sebelum memulai

Kinemaster merupakan salah satu aplikasi video editing paling oke yang ada di ponsel. Workspace yang familiar (mirip Adobe Premiere) membuat para video editor nyaman karena tidak perlu belajar banyak lagi pada interface baru.

Nah workspace inilah yang perlu kalian kuasai dulu sebelum mulai mengedit video.

Apa saja yang perlu diketahui ?


Antarmuka Kinemaster

Kinemaster terdiri dari 4 elemen utama,

Tampilan Kinemaster
tampilan utama kinemaster

1. Project Preview

Disini, kalian akan melihat hasil video yang telah diubah, baik dengan pemberian efek atau penggabungan beberapa media. Video yang diputar disini bersifat realtime, yang berarti akan terus terupdate ketika kita melakukan perubahan pada timeline.

Intinya, ini untuk melihat dan memeriksa hasil editan sebelum di ekspor menjadi video hasil jadi.

2. Media Panel

Area ini merupakan area berkumpulnya menu-menu yang berhubungan dengan proses kreatif

Menu Utama
tampilan menu utama


Disini terdapat Media browser, Audio Browser, Voice Over, Layers,  Capture, dan Media Property.

Ada juga menu tambahan seperti marketplace, play button, dan exit, tapi tidak secara langsung berhubungan dengan proses editing.

A. Media browser

Dengan menu ini, kita bisa mengimpor berbagai media visual ke dalam project sebagai media utama. Media utama sendiri merupakan media yang menentukan alur dari video kita.

Kalau mau memasukkan klip video atau foto, kita bisa tinggal pilih dimana media itu disimpan

B. Audio Browser

Dengan audio browser, kalian bisa menambahkan soundtrack  ke video kalian. Untuk dukungan codec, Kinemaster mendukung file berekstensi .mp3, .m4a, .aac, dan .wav.

C. Voice Over

Berbeda dengan audio browser yang digunakan untuk memilih file suara yang sudah tersimpan, pilihan ini sebenarnya merupakan perintah langsung untuk menangkap / merekam suara.

Biasanya digunakan untuk voice over, atau proses dubbing.

D. Layers

Menu ini merupakan kumpulan berbagai hal yang dapat diaplikasikan diatas media utama, seperti efek, overlay, text, goresan tangan, bahkan video lain sekalipun.

Logikanya jika kalian ingin menambahkan apapun itu diatas video utama, kalian bisa menambahkannya melalui menu ini.

Nah, biasanya hal yang ditambahkan lebih ke hal yang bersifat menegaskan video dan memberi penekanan terhadapnya.

E. Capture

Pilihan ini berfungsi layaknya tombol shutter pada kamera, yang mana biasanya difungsikan untuk merekam atau mengambil gambar secara langsung tanpa harus membuka aplikasi kamera dulu.

Hasil tangkapan juga akan langsung diimport ke timeline, sehingga dengan begini, proses editing akan lebih efisien, dan lebih on-the-go.

F. Media Control

Menu ini merupakan menu tersembunyi di area menu utama, yang hanya bisa diakses ketika kalian memilih sebuah item di timeline. 

Media Control
tampilan media control

Disini, kalian bisa mengatur bagaimana perilaku dari klip atau objek yang kalian pilih, seperti animasi, kecepatan klip, tingkat volume, pewarnaan, dan sebagainya.

3. Timeline

Ini merupakan tempat dimana semua media diletakkan secara linear untuk membentuk alur cerita. Disinilah sebagian besar proses editing dilakukan.

Dalam timeline ini ada 2 tipe media, yaitu primary timeline dan secondary timeline.

Primary timeline merupakan segala media yang diimport menggunakan Media browser, yang menjadi alur utama project, sedangkan secondary timeline diimport menggunakan menu Layers

4. Action Bar

Area ini merupakan tempat berkumpulnya menu yang berhubungan dengan project, baik setting project, menu export, undo-redo, dan sebagainya, berbeda dengan media control yang lebih berhubungan langsung dengan proses kreatif.


Mengedit Menggunakan Kinemaster

Setelah mengetahui antarmuka Kinemaster secara singkat, sekarang kita bisa mulai mengedit video menggunakannya. Untuk proses editing pertama kali, mungkin membutuhkan waktu untuk jadi terbiasa.

Workflow


Tapi tenang saja, seiring seringnya kalian edit video menggunakan aplikasi ini, tangan kalian akan semakin encer.


Langkah awal

Di awal membuka aplikasi, biasanya kita diminta untuk memutuskan menggunakan mode editing cepat dengan setup atau manual

Tampilan Awal
tampilan awal kinemaster

Untuk metode dengan setup, kita biasanya akan dibantu untuk memulai dengan mengisi beberapa isian yang menyangkut dengan title video, intro, sampai outro.

Setelah itu kita juga diminta untuk menambahkan media utama dan soundtrack bahkan sebelum proses editing dimulai.

Tapi saya sarankan kita main di manual saja, karena semua bisa kita atur ketika memulai proses editing.

Disini juga penting untuk memilih aspect ratio dari project yang akan kita kerjakan. Pilih saja 16:9 untuk widescreen (lanskap), kecuali kalau video kalian semuanya portrait.

Cara Mengimport Video

Ketika sudah sampai di interface utama, kalian bisa memilih menu Media Browser untuk memulai mengimport file.

Media Browser
media browser untuk mengimpor media

Kemudian, kalian cari video yang akan kalian gunakan. Disini setiap kalian memilih file, media tersebut akan langsung diimport ke primary timeline. 

Media Browser
temukan file untuk diimport dan pilih

Nah, kalian bebas memilih berapapun media yang akan digunakan, tinggal langsung pilih saja. Tapi ingat, harus secara berurutan, karena kalau tidak, timeline kalian akan kacau.

Jika sudah selesai, kalian bisa tekan tanda centang di pojok kanan atas untuk keluar dari menu tersebut.

Menambahkan Soundtrack

Menambahkan soundtrack di awal merupakan cara yang baik jika kita ingin hasil video yang lebih terarah, karena soundtrack ini bisa bertindak sebagai acuan seberapa lama sebuah klip diputar, dan tipe klip apa yang dipasang disana.

Menambah soundtrack
tekan tombol audio browser

Untuk bisa menambahkan soundtrack, kalian tinggal pilih menu Audio pada Media panel, kemudian pilihlah sebuah musik, kemudian tekan tombol bertanda + untuk menambahkannya pada timeline.

Memanbahkan file audio
pilih lagu dan tekan tombol +

Disini kalian juga bisa melakukan preview terhadap audio hanya dengan memilihnya saja, kemudian tekan tombol pause untuk menyudahinya.

Ketika sudah selesai, pilih tanda centang di pojok kanan atas untuk keluar dari menu tersebut.

Memotong / Trimming Video

Nah, setelah diimport, biasanya akan ada beberapa porsi media yang tidak diperlukan. Kalian bisa membuangnya dengan cara trimming ini.

Langkah yang harus dilakukan hanya memilih media yang akan dipotong pada timeline, kemudian akan muncul menu Media Control pada Media Panel yang berisikan berbagai menu yang hanya berfungsi pada media terpilih pada timeline.

Untuk proses trim, kalian siapkan posisi timeline dengan menggeser-gesernya ke bagian yang ingin dipotong dulu. Kemudian pilih ikon gunting untuk memilih dan mengeksekusi mode trim.

Memotong video
pilih media di timeline dan sesuaikan

Setelah memilih ikon gunting, media control akan menampilkan menu lain, yaitu mode trimming. 

Mode trimming
mode-mode trim / split

Masing-masing mode memiliki hasil yang berbeda. Yang paling atas akan memotong video dan menghapus bagian awal, sedangkan yang kedua akan memotong dan menghapus bagian akhir. Untuk pilihan ketiga hanya akan memotong media menjadi dua bagian, dan yang terakhir akan memotong dengan menyisipkan gambar screenshot pada bagian yang dipotong.

Pilih salah satu sesuai kebutuhan kalian, kemudian setelah itu, media pada timeline akan terpotong sesuai dengan mode potong yang kita pilih tadi.

Sekali lagi, tekan tanda centang jika sudah selesai melakukan perubahan.

Menambahkan Layers

Seperti yang dijelaskan pada penjelasan antarmuka di atas, layers berfungsi untuk menambah lapisan baru diatas timeline utama.

Kinemaster layers
tampilan menu layers pada kinemaster

Lapisan ini bisa berupa efek, gambar overlay, text, bahkan media lain seperti foto dan video.

Menambahkan efek layer

Efek merupakan cara yang bagus untuk memberi penekanan terhadap klip. Kalian bisa membuat klip kalian menjadi seperti di dalam air, terlihat seperti glitch, blur, bahkan seperti tersensor dengan hanya menambahkan efek.

Untuk dapat menambah efek diatas timeline utama, kalian bisa pilih menu Layers, kemudian pilih efek.

Menambahkan Efek
menu efek pada layers

Nah, untuk efeknya sendiri, kalian bisa pilih sesuka hati, tergantung kebutuhan. 

Menambah efek
memilih efek

Untuk kumpulan efek tambahan, kalian bisa cari dengan menu marketplace atau yang bertuliskan Get More.

Efeknya bisa juga kita atur sebagian mana saja. Caranya adalah dengan memilih efek yang barusan kita gunakan pada timeline, dan mengatur ukurannya di panel preview

Mengatur area efek
mengatur area efek

Setelah itu kita bisa mengatur seberapa lama efek yang diterapkan dengan mengaturnya di timeline, dan jika sudah selesai, tekan tombol centang di pojok kanan.

Menambahkan layer video dan foto

Pada dasarnya menambahkan layer video mirip seperti cara menambah efek untuk video. Kita hanya perlu memilih menu layers, kemudian pilih media dan temukan media yang ingin kalian gunakan.

Menambah media
pilih menu layer > media

Menambah overlay media
media overlay juga bisa diatur ukurannya

Kalian bisa mengatur ukuran media overlay, mungkin mau dibuat seperti video commentary youtube dimana video overlay diletakkan di pojokan, atau dibuat seperti split screen, dimana frame video dibagi menjadi 2 video, kiri dan kanan.

Bebas, tanpa batas.

Yang menjadi batasan hanya imajinasi kita saja.

Menambahkan clip art overlay

Untuk menambah emoticon atau clip art overlay, kita hanya perlu memilih menu layers > overlay

Kemudian pilih apapun yang ingin kalian tambahkan. 

Kelebihan dari overlay ini adalah kalian bisa menambah ikon beranimasi diatas video yang kalian edit.
Untuk kumpulan clip art yang mempesona, kalian bisa temukan di kinemaster marketplace.


Menambahkan text

Untuk text, langkah yang bisa kalian ambil adalah memilih menu layers > text. 

Menambahkan text
menu text berada di dalam menu layer


Kemudian ketikkan text yang akan kalian gunakan, lalu tekan ok.

Menambahkan text
tampilan text editor


Untuk jenis text, kalian bisa piling menggunakan menu di Media Panel, lalu tinggal pilih font yang kalian inginkan.

Menambahkan text
memilih gaya tulisan

Untuk kontrol yang lain juga dapat diatur di Media panel, seperti animasi masuk, keluar atau warna. Intinya kita tidak dibatasi dalam proses kreatif ini

Menambah gambar tangan / tulis tangan

Untuk menggambar di kinemaster, kalian dapat akses di menu layers > hand drawing.

Menambah tulis tangan
Menambah tulis tangan

Kalian dapat menggambar apapun yang kalian inginkan. Supaya lebih menarik, kalian juganbisa mengganti warna yang tersedia di Media Panel.

Menambahkan Voice Over

Ketika kita ingin mengisi narasi untuk project video ini, kita hanya perlu memilih menu Voice pada menu utama, kemudian tekan tombol start.

Menambahkan voice over
pilih menu Voice

Menambah voice over
ketuk tombol start


Ketika sudah dirasa cukup, kalian bisa tekan tombol stop, dan narasi akan langsung diimport ke timeline secara otomatis.

Lalu lakukan sedikit penyesuaian dengan memilih narasi tersebut pada timeline dan lakukan trimming. Jika kalian ingin lebih kreatif, kalian bisa menambah efek pada suara kalian tadi.

Mengekspor Video 

Ini merupakan langkah terakhir dalam mengedit video. Mengekspor video membuat video kalian dapat dibagikan di media sosial, atau youtube. 

Caranya, kalian hanya perlu menekan tombol share pada Action Bar di sebelah kiri, kemudian pilih ukuran dan setting kualitas video.

Export Video
pilih tombol share pada Action Bar

Export Video
atur kualitas dan framerate video

Setelah semua oke, tekan tombol export. Proses akan dimulai, bersabarlah.

Export video
bersabarlah menunggu

Jika sudah selesai, video akan muncul di sebelah kanan. Nah dari sini kalian bisa langsung bagikan kemanapun.



Jika kalian sudah sampai pada tahap terakhir dan berhasil mengeksport sebuah video, maka selamat...

Kalian sudah berhasil menjadi seorang video editor.

Dan itu berarti akhir dari tutorial singkat membuat video menggunakan Kinemaster bagi pemula.

Jika ada yang masih mengganjal, kalian bisa share di kolom komentar.

Mari kita cari solusinya sama-sama

Sampai jumpa !


Header : rawpixel.com
Powered by Blogger.